TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Ekstra Part 6


Namaku Cindy Atmadja. Panggil aja Cindy, karena aku tidak berniat untuk mengganti namaku. Aku perempuan cantik tiada tanding, tubuhku langsing, dan aku masih sangat muda, aku masih kuliah, yaaa mungkin satu tahun lagi aku akan segera lulus kuliah.


Pagi ini, adalah pagi paling bersejarah di dalam hidupku, kenapa? Karena hari ini, adalah hari pertamaku bekerja, kenapa aku bisa sebahagia ini?? Ya karena aku bekerja di perusahaan di mana cinta pertamaku berada, siapa cinta pertamaku?? Ya Muhammad Zain lah, pastinya.


Kemarin sore, Zain dan Kak Yas istrinya, datang kerumahku, mereka bilang, ada seorang pria yang menyukaiku, dengan seikat bunga mawar merah, mereka mengatakan jika Imam lah pria itu, seriusly??? Imam si kutu kupret itu?? Pria pecicilan itu?? Cih ... aku gak suka sama dia, meskipun dia sahabatnya Zain, tapi ya jauhlah yaaaa ... Zain itu pria sempurna dalam pandangan mataku.


Oke, hari pertama bekerja, aku harus bisa menarik perhatian Zain dong yaaa ... gak mau kalah dari Kak Yas, Kak Yas itu udah tua, aku masih muda bingit, Kak Yas itu, bodynya sekarang jadi berisi semenjak melahirkan, sedangkan aku?? Aku mah masih langsing ginih, Kak Yas ya kalah telak dong dari aku, ya kan??.


Sebentar ... aku menatap cermin, mencoba membenahi penampilanku, “Dadaku kok kecil banget ya?? Kayaknya kurang berisi deh” Aku mendelik di cermin, lalu membuka chanel di youtube, mencari tutorial bagaimana cara supaya dada jadi terlihat berisi dalam waktu beberapa menit.


Banyak hal yang di sarankan oleh chanel tersebut, ada yang menyarankan harus suntik silikon dan lain-lain. Ihhh ... aku sih gak mau di suntik-suntik gituh, pasti sakit banget ituh.


Oke, ada cara yang paling simple, ssssstttt ... jangan bilang-bilang, aku sudah melihatnya di salah satu chanel youtube, cara membuat dada kita, biar jadi besar, alami, dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, adalah dengan cara di ganjel pake kain apa aja sesuai selera, dan aku memilih kaus kaki. Sssttt ...


Oke, setelah dadaku terlihat oke, aku segera memoles wajahku dengan make up, kekinian, etapi, aku jarang banget lho dandan kayak gituh, gimana caranya???.


Aha! Gampang banget, aku liat lagi aja di youtube, pagi ini, semua terasa mudah berkat adanya youtube.


Setelah wajahku di rias ala-ala, aku kembali bercermin di cermin yang besar, hingga seluruh tubuhku, nampak di sana.


Blazzer warna orange, dengan dalaman putih, rok sepan selutut, sepatu high heels, make up cetar membahana, saking membahananya sampai-sampai wajahku merah seluruhnya karena efek blush on, lipstik merah cabe, dan bulu mata anti badai, dan dada yang bulat dan berisi. Oke, Zain pasti suka dengan  penampilanku. O ya jelas, aku sudah cantik paripurna kayak gini kok, siapa dulu dong? Cindy gitu loh.


“Kak, aku pamit kerja dulu yah” pamitku pada Kak Mira, istrinya Kak Riyan, sementara itu, Kak Riyan sudah berangkat ke toko kue.


“Loh?? Cindy?? Itu wajah kamu kenapa??” sedikit histeris Kak Mira menutup mulutnya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menunjuk wajahku. Dia pasti kaget banget lihat dandananku yang cantiknya melebihi incess.


“Udah Kak, jangan berlebihan kayak gituh, iya aku tahu, aku cantik” jawabku sambil mencium punggung tangan Kak Mira, lalu aku berlalu, bergegas menaiki mobilku.


“Cin, bukan itu! Kamu gak ngaca dulu??” sempat ku dengar teriakan Kak Mira. Tapi aku gak peduli. Aku ini Cindy, gadis cantik yang pantang menyerah. Apapun yang aku inginkan, maka semuanya harus terwujud. Termasuk usaha untuk mendapatkan Zain.


Di sepanjang jalan, aku memutar lagu kesukaanku, aku mengikuti irama sambil sesekali, aku ikut bernyanyi, suaraku super bagus, malah nih ya, aku sempat mengikuti beberapa kontes menyanyi, tapi kayaknya juri-juri di kontes itu, kualitas pengetahuan terhadap musicnya masih rendah deh, masa iya suara sebagus Cindy masih di tolak aja. Dasar mereka pada oon.


Ceekkkiiiitttt ....!!!


“Ya elah, ini mobil kenapa harus mogok segala sih?? Gak tau apa?? Ini hari pertamaku bekerja?? Gak mungkinkan aku harus telat??” Aku menggerutu sendiri.


Aku keluar dari dalam mobil, kemudian mengecek kondisi mobilku, yah ... kalo cuman benerin mobil doang mah aku juga bisa, apa sih yang aku gak bisa?? Tapi, sekarang aku lagi males aja, makanya segera aku telpon bengkel aja.


Sambil menunggu orang bengkel datang, aku turun dari mobil, waktu menunjukkan pukul delapan pagi, mentari pagi menyinariku dengan tanpa aling-aling, hingga keringat, mulai mengalir di dahiku. Nyebelin! Berkali aku menyekanya.


Akhirnya tukang bengkel, berhasil memperbaiki mobilku, pukul sembilan lewat, aku baru bisa melanjutkan perjalananku. Huh ... semoga gak di omelin lah, hari pertama kerja udah kesiangan.


Tiba di depan kantor, dari jauh aku melihat Zain dan beberapa orang karyawan lainnya sedang berdiri di depan kantor. Tuh kan ... kalau Cindy yang datang, jam berapapun pasti di sambutlah ya, Cindy gitu loh.


Aku turun dari dalam mobil dengan super PD, menenteng tas branded, lalu berjalan menghampiri mereka yang sedang melongo menatapku. Yah ... biasalah, kalau orang udik, lihat perempuan cantik suka pada begituh, pada norak.


“Pagi ...” sapaku riang, pada mereka yang masih menatapku, tapi kok tatapan mereka kayak gituh ya?? Kayak yang aneh gituh?? Ah, palingan juga mereka pada iri lihat aku ya pan??.


“Pa pagiii ...” jawab mereka kompak, lalu pada senyam-senyum gituh.


Iiieeewww ... eh, kok Zain biasa aja sih?? Malah mengerutkan dahi kayak gituh??.


“Cindy, hari pertama kamu kerja, kamu kesiangan??” tanyanya, tuh kan ... Zain mah emang perhatian, waktu itu aja, waktu aku pingsan di jalanan, Zain kan yang nolongin aku, itu artinya, Zain emang suka sama aku.


“Maaf Pak, tadi mobil saya mogok” jawabku sambil tersenyum lebar, oke, kalau di kantor, aku harus profesional, aku harus manggil dia dengan embel-embel ‘Pak’, ya secara dia kan wakil di perusahaan ini.


“Ooooohhh ... gituh” jawabnya, kok agak acuh gituh sih??.


“Cindy, wajahmu kenapa?? Alergi??” tanya salah satu karyawaty yang dari tadi menatapku.


“Alergi?? Enggak kok” dasar mereka mungkin pada norak kali ya?? Gak tau makeup yang kekinian.


“Ooohhh“ Dia manggut-manggut.


“Ya udah, pada masuk kantor yuk, kan akunya juga udah dateng” ajakku pada mereka.


“Duluan aja, ini kami lagi nungguin seseorang” jawab seorang karyawan. Lah, bukannya yang di tunggu itu aku ya??.


“Loh?? Kalian bukan lagi nungguin aku??” Tanyaku mengernyitkan dahi.


“Bukan, kami lagi nunggu clien asing, dari Singapura” jawab pria itu lagi, sambil menahan senyum, menatapku aneh. Ish ... dasar nyebelin.


“Cindy, kamu yakin baik-baik aja??” tanya Zain lagi, ih ... perhatian banget sih.


“Iya, aku gak apa-apa kok” Aku menggeleng, sambil tersenyum.


“Oh ya udah” Dia kembali fokus menatap jalanan.


Orang-orang ini pada kenapa sih?? Heran deh. Akhirnya aku memutuskan untuk izin ke toilet, lama-lama kok agak risih ya? Di lihatin terus sama mereka, kayak ada yang ganggu gituh.


Setelah di dalam toilet, aku bercermin. “Astaga!!!” pantesan mereka menatapku dengan tatapan yang aneh, ini aku gak sengaja menyeka keringat tadi, jadi blush on yang ku gunakan berbaur dengan keringat. Ck, jadinya kayak roti buluk deh.


Tapi, gak apa-apa, aku Cindy Atmadja, aku tidak akan menyerah, besok akan kugunakan cara lain, untuk mengikat hatinya Zain. Catat! Aku adalah perempuan yang pantrang menyerah!.


Bersambung ..............


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ....