TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Rencana Zain


Lemah, letih, lesu, lunglai, kali ini aku tidak butuh sangobion lagi, tapi aku butuh Kak Yas ada di sampingku, aku sungguh tidak bersemangat menjalani hariku.


“Hay Zain!!!” teriak Budi.


Sekarang, aku berada di sebuah mall, mengajak mereka bertemu, mungkin mereka memiliki solusi yang baik untuk urusanku, yah ... secara mereka adalah orang-orang yang selalu memiliki ide brilian, untuk menyelesaikan masalah.


“Hmht“ jawabku malas.


“Ada apa?? Kenapa kamu begitu lesu?? Apa Kakak cantik kembali membuat hatimu kelu?” Budi menaik turunkan alisnya.


“Ish ... Tidak, ini lebih serius dari itu“ jelasku.


“Apa?? apa?? Apa??” tanya Budi mulai keppo.


“Orangtua Kak Yas tidak menyetujui hubungan kami” jelasku lagi.


“Apaaa??” teriak Budi, di tambah Imam yang baru saja datang.


“Orangtua si Kakak cantik, tidak merestuimu Zain?? tapi kenapa??” tanya Budi menyelidik.


“Zain! Kamu tampan, imut, masih muda dan anak orang kaya, kenapa mereka bisa menolakmu??” tanya Imam sambil memegang pipiku, dan menyelidikinya.


“Ish, singkirkan tanganmu” Aku menepis tangan Imam.


“Justru itu yang jadi masalah, mereka tidak suka karena aku terlalu muda bagi Kak Yas” jelasku.


“Hah??” Budi menggaruk kepalanya, hingga rambutnya menyembul.


“Apa aku perlu mengganti identitasmu Zain?? Mungkin aku bisa mengganti KTP mu?? Agar usiamu menjadi lima tahun di atas si Kakak Cantik??” tawar Imam.


“Ish, ide macam apa itu?? Keimutanku tak bisa disembunyikan meski aku merubah usiaku” Aku mendelik, tak terima dengan usul Imam.


“Ah ... kenapa kamu tidak meminta bantuan Ayahmu saja Zain?? Ayahmu orang kaya, dia pasti bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah, hupt ... hupt ... hupt” Budi menggerakkan tangannya kekiri dan kekanan. Memberi isyarat, jika Papah bisa menyelesaikan masalah secepat kilat.


“Ish, tidak bisa! aku harus menyelesaikan masalahku sendiri, aku harus menjadi suami yang bertanggung jawab, aku akan meluluhkan hati Mamah dan Papah Kak Yas dengan caraku sendiri” jawabku penuh percaya diri.


“Tapi bagaimana caranya Zain??” Imam menenggelamkan wajahnya di meja, ikut bingung dengan masalahku.


“Mana aku tau Zain? Aku belum pernah menikah, jadi aku belum merasakan kejamnya penyiksaan mertua, ooouuhhh ... Lihat! tanganku merinding bahkan hanya karena aku membayangkannya, iiihhh“ Budi bergidik, sambil memperlihatkan tangannya yang merinding.


“Huh ... bertemu kalian ternyata bukan solusinya” Aku mendesah, frustasi, entah apalagi yang harus kulakukan, untuk meluluhkan kerasnya hati mertuaku.


“Hidupmu menyeramkan Zain“ Imam menepuk pundakku.


“Bahkan kalian tidak tau, semalam aku diguyur air seember, hanya karena aku menemui Kak Yas” Aku kembali bergidik, saat membayangkan peristiwa semalam.


“Whaaatt? di disiram Zain?? Seperti ini??” Imam berdiri sambil menyipratkan air dari gelas kewajahku.


“Ish, kamu itu!!” Aku menepis air yang mendarat dipipiku.


“Aha! Zain apa kamu pernah membawakan makanan kesukaan mertuamu??” tanya Budi tiba-tiba.


“Hah? makanan?? Apa mungkin hati Papah mertua akan luluh hanya karena makanan??” tanyaku ragu.


“Coba aja dulu Zain?? Kamu tau Ibuku bukan??” Budi mengingatkanku pada sosok Ibunya, yang berbadan montok, dan berwajah menyeramkan. Hiihh ...aku bergidik.


“Iya kenapa??” tanyaku.


“Kakak iparku dulu tidak direstui, ketika akan menikah dengan Kakakku, tapi hanya karena Kakak ipar membawa sekotak martabak bangka, hati Ibuku luluh Zain, hubungan Kakakku langsung direstui, dan mereka menikah hingga sekarang” jelas Budi panjang lebar, kenyataan itu memang benar adanya. Aku pernah mendengar cerita itu dari Budi dulu.


Tapi, apakah mungkin?? Papah mertua yang kejam itu akan merestui hubungan kami, hanya karena aku membawakannya barang-barang kesukannya??.


Etapi, ngomong-ngomong, apa saja barang barang yang disukai Papah dan Mamah mertua ya?? Aku harus bertanya pada Kak Yas, tapi Kak Yas tidak bisa di hubungi, ah ... aku akan bertanya pada Tante Meta saja kalau begitu.


Semoga usahaku kali ini tidak gagal.


Bersambung ..........


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ................


terus dukung kami ya Kakak Readers ... @ Kakak Yasmin dan Dede Zain yang sedang berjuang !!!