
“Zain kamu gak lelah?” tanyaku menatapnya.
“Eemmhh gak Kak, nanti malam kita makan malam yaaa“ Zain mengedipkan matanya.
‘Ya amppuunnn' Aku mengerjap, kaget dengan segala keimutan suamiku
“I iya, aku mau mandi dulu kalau gitu“ Aku memundurkan langkah.
“Kak“ tiba-tiba Zain memegang tanganku.
Deg ... deg ... deg ...
“A apa??” tanyaku kembali memutar tubuh menghadap wajahnya.
“Mandinya aku dulu ya ... hhhee“ Zain berlari ke dalam, lalu masuk kekamar mandi.
“Ah, ya ampuunnn" Aku mengurut dada.
Sambil menunggu Zain selesai mandi, aku membuka koper-koperku, aku membuka semua baju yang ada di dalamnya.
Aku tergelak sendiri, saat aku melihat, baju yang di sarankan Tante Meta kepadaku.
“Ya ampuunn, kira-kira aku pakai yang mana ya?? yang ini?? Atau yang ini??” Aku mencoba memilih tiga pasang lingerie, yang aku bawa dengan tiga warna yang berbeda.
Yang satu berwarna merah menyala, yang kedua berwarna hitam berenda, dan yang ketiga pink peach bunga-bunga, yang sempat di belikan Zain.
“Ah ... kenapa otakku jadi kotor sekali sih??” berulang kali aku menepuk kepalaku.
“Ya ampuunn aku kok deg-degan banget sih??” Aku kembali senyum-senyum sendiri, sambil merasakan gejolak di dada,
Huuuhhh ... hhhaaa ... hhhuuuu ... hhhhhaaaaa ... tarik napas, keluarkan, tarik napas, keluarkan ...
“Kakak? Lagi apa??” tiba-tiba Zain datang dari kamar mandi, kubuka mataku.
“Aaaaaaa ... jangan lihat!!!“ Aku segera menutupi lingerie yang tengah aku jejerkan dengan tubuhku, mencoba melindunginya.
Tapi Zain hanya mengerutkan dahinya, seolah tidak mengerti.
Dia pun berjalan menjauhiku, menuju koper,
“Ya ampuunn Zain“ Aku memperhatikan suami bocahku, untuk pertama kalinya mataku ternoda, oleh pemandangan yang waw ini,
Tubuh Zain ternyata cukup atletis, ya iyalah, kan dia atlite, yah meskipun sudah pensiun dini sih, kulitnya putih bersih, rambutnya basah. Ugh ... seksinya suamiku ... eehhee
“Kakak kenapa??” tanyanya lagi.
“Hah?? aku?? aku gak apa-apa kok“ jawabku sambil mencoba menyembunyikan benda-benda keramat yang tengah aku lindungi kedalam selimut.
“Oh, ya udah, Kakak cepetan mandi ya, kan kita mau jalan jalan“ Zain tersenyum mendekatiku.
“Ah, i iya“ jawabku sambil memundurkan bokongku.
“Ayo cepetan mandi Kak, entar keburu malem, kan mau makan malam di luar juga“ Zain mendudukan bokongnya di kasur, duduk bersila sambil membuka gadgetnya
‘Hah?? Zain ngajakin makan malam juga??’
Hatiku berteriak, seketika aku membayangkan makan malam romantis, ala-ala pengantin baru, yang sering aku tonton di drama kesayanganku, kita akan duduk berdua di meja makan, yang di taburi bunga mawar, lilin-lilin akan menambah suasana romantic, karena cahayanya yang remang-remang, lalu Zain akan menyanyikan sebuah lagu romantic untukku, ah ... indahnya ... hhhii
“Kak, Kakak kenapa?? “ Zain mengibaskan tangannya di depan wajahku.
“Ish, gak apa-apa“ Aku cemberut karena merasa hayalanku ambyar.
“Kenapa senyum-senyum sendiri??” tanyanya sambil mengerutkan dahi.
“Gak apa-apa, hanya terkesima aja“ jawabku mendelik.
“Terkesima kenapa kak??” tanyanya bingung.
“Terkesima liat kamu pake boxer bergambar spongebob“ jawabku ketus.
"Iiihhhiii ...” Dia terkekeh sambil berusaha menutupi boxer yang di gunakannya.
“Kenapa gak sekalian aja kamu pake baju couple yang bergambar hello kitty itu“ Aku menatapnya tajam.
“Eehhhee ... itu juga aku bawa kok Kak, Kakak mau pake juga??” tanyanya antusias.
“Gak usah“ jawabku sambil berlalu menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, akupun tak lepas dari bayangan malam pertama, berkali-kali aku terkikik geli, menertawakan fikiran burukku, biasanya setelah perempuan keluar dari kamar mandi, maka dia akan di sambut oleh suaminya dengan mesra, dengan hamparan bunga di atas kasur. Apa Zain juga akan melakukan hal yang sama?? aku penasaran, tapi aku akan memperlama mandiku, agar Zain punya banyak waktu untuk menyiapkan kejutan untukku ... hheee ...
Bersambung ..........
Hayoooooo.....siapa aja yang udah berharap Dede Zain dan Kakak Yas bubu bareng????hhheee....
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa....