TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Baku Hantam


“Yas, berpisahlah dari anak kecil itu, kembalilah padaku, kita mulai semuanya dari awal“ pintanya yang membuatku ingin muntah.


Bbbbrrruuuuukkkkk.......


“Aaaaaawwwww ...” tiba-tiba si Udin tersungkur kelantai, karena pukulan seseorang.


“Astagfirullahala’dziiiimm ... Allahuakbar!!!“ Aku menganga tak percaya, antara kaget, sebel dan segala rasa lainnya turut serta bercampur aduk di hati, jiwa, raga, dan fikiranku sekarang.


“Apa lu?? berani lu pegang pegang istri gue!!!“ teriaknya sok berani, dia datang bak ultramen cosmos yang datang dari angkasa.


“A aaawwww ... “ Udin memegang mulutnya yang tepat sasaran, kena bogem mentah dari Zain.


“Dasar cowok bar bar lu, berani ya lu mukulin gua, awas lu, gua laporin lu ke polisi“ ancam si Udin sambil terus meringis.


“Gua kagak takut , lu yang udah gangguin istri orang!!“ Zain bersedekap dengan wajah yang dimajukan, yang baru kusadari ternyata Zain di kawal oleh dua ultramen lainnya, yang sama-sama bersedekap menggunakan seragam putih abu-abu, sementara pegawaiku, setelah berteriak kaget, mereka semua menyaksikan kekacauan ini, dengan mulut menganga, tak percaya.


“Sini lu, kita duel!!“ ajak Zain, menantang.


“Apa lu??” Si Udin maju mundur cantik mau mukul Zain, yang sudah memasang kuda-kuda.


“Sini lu“ Zain, makin menantang dengan tingkat kepedean dua ribu derajat.


“Hiiiaaaatttt ...!!!“ dengan gaya angsa si Udin mau menyerang Zain, yang sudah siap untuk menangkisnya.


“Hiaaaatttt ...!!!“ Udin mengganti posisi tangan angsanya dengan gaya patuk ular, yang membuatku semakin menganga.


“Apa lu?? berani lu lawan kita?? Hiiiaaatttt ...!!!” Zain mengambangkan tangannya.


“Yas, tolong aku Yas, aku mau di dzalimi suami kamu“ tiba-tiba Udin berlari kebelakang tubuhku meminta perlindungan.


“Bbbhhhhaaaaaa ...” seketika gelak tawa terdengar membahana dari mulut Zain dan juga kedua punggawanya.


“Yas, tolongin aku Yas“ Si Udin sudah tiarap dengan tangan menutupi wajah dan telinganya.


Aku geleng-geleng kepala, sambil berlalu kearah dapur, tidak mengerti dengan apa yang ada di fikiran pria-pria yang ada dihidupku kini, dan di masa lalu.


Setibanya di dapur, aku mengelus dadaku, aku merasa tidak percaya atas semua adegan yang baru saja aku tonton, aku duduk diatas kursi, sambil memperhatikan kue tart bergambar hello kitty, pesanan pelanggan yang akan merayakan ulang tahun anaknya, warnanya pink, sama seperti warna kesukaanku, bentuknya lucu sama kayak Zain, dia juga lucu, eh.


“Yas, kamu lihatkan kelakuan suami kamu??dia itu bar bar Yas, gak pantes jadi suami kamu, gak pantes dampingin kamu, dia itu masih bocah“ tiba-tiba Zain sudah duduk di atas kursi di hadapanku,


“Terus siapa yang pantas untuk jadi pendampingku?? kamu??” tanyaku berapi-api.


“Iya Yas, dari dulu selama lima tahun, akukan yang setia mendampingi kamu??” tanyanya penuh percaya diri.


“Setia??? kamu fikir orang yang menghamili perempuan lain tanpa pernikahan bisa dibilang setia??” Aku semakin berapi-api.


“Maaf Yas, waktu itu aku khilaf“ lagi, jawaban Udin membuatku muak.


“Oh, gituh?? apa sekarang semua yang kamu lakukan di tokoku juga khilaf Udin??” tanyaku mulai tak bisa mengontrol diri.


“Aku Zain Yas, bukan Udin“ sergahnya.


“Apapun namamu, tidak akan mengubah rasa kecewaku“ jawabku, aku sungguh sedang berusaha sekuat tenaga menahan air mataku.


“Apa lu?? masih disini aja, sana pergi!!“ tiba-tiba suara bocah itu terdengar lagi, dia menerobos masuk kedapur juga.


“Eeehhh, lu yang harusnya pergi!!“ Udin berdiri,


“Eeeehhhh, dasar pebinor lu ... Hiiiaaaatttttt!!!!!“


Pllllaaaakkkkkkkk!!!!!


“Bhhhhaaaaaaa ...” seketika tawa pecah dari kedua punggawa Zain.


“Zaiiiiiinnnnnnnn ... itukan kue tart pesanan pelanggan, yang mau di ambil sekarang, kenapa kamu lempar kuenya ke wajah si Udin sih????”


Bersambung............


readers....jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa....