
Seharian ini Angga melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan Ardi sangat terbantu. Angga akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan Wicaksono Group karena sudah sangat membantunya. Walaupun tubuhnya terasa sangat lelah karena kembali bekerja setelah sekian lama, tetapi ia merasa sangat senang.
Angga mengemudikan mobil untuk langsung pulang ke rumah dan tidak menjemput Arisa terlebih dahulu karena istrinya itu mengirimkan pesan jika sudah pulang lebih dulu bersama dengan Rini, sahabatnya.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, Angga pun sudah sampai di rumah. Angga langsung memasukkan mobil itu ke dalam halaman rumah karena ia tidak ada rencana untuk pergi keluar lagi.
" Assalamualaikum " ucap Angga menghampiri Arisa yang sudah berdiri di teras untuk menyambutnya dengan sebuah senyuman.
Arisa langsung keluar dari rumah saat mendengar suara mobil yang dipakai oleh Angga.
" Walaikumsalam " jawab Arisa dengan senyum manis di bibirnya.
Rasa lelah yang tadi Angga rasakan seakan hilang begitu saja saat melihat istrinya yang tersenyum manis menyambutnya. Memang benar jika Arisa adalah obat lelah dan letih untuk Angga.
Arisa mengulurkan tangannya lalu mencium tangan Angga. Angga pun memberikan kecupan di kening Arisa.
Kemudian Arisa mengambil alih tas kerja milik Angga dan mengajak Angga untuk masuk ke dalam rumah. Arisa bisa melihat jika Angga sangat lelah setelah seharian bekerja.
" Kamu sudah pulang, Sayang " ucap Mama Mutia baru keluar dari kamar dan melihat Angga.
" Iya Ma " jawab Angga lalu mencium tangan dan pipi Mama Mutia.
Setelah itu Angga pun pamit untuk pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri karena ia merasa tubuhnya sudah sangat gerah, diikuti oleh Arisa.
" Gimana hari pertama kerja, Mas? " tanya Arisa setelah meletakkan tas kerja Angga di atas meja riasnya.
" Semuanya lancar dan aku juga merasa sangat senang. Hanya saja aku juga merasa sangat lelah " jawab Angga mengendurkan dasi di lehernya.
Arisa menghampiri Angga dan membantunya melepaskan jas dan kemeja yang Angga gunakan.
" Alhamdulillah kalau gitu, Mas " ucap Arisa meletakkan pakaian kotor Angga di dalam keranjang pakaian kotor.
" Nanti malam aku pijitin biar lelahnya hilang. Sekarang kamu mandi dulu dan biar aku siapkan air buat kamu " lanjut Arisa.
Arisa masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Angga mandi dan langsung keluar saat sudah selesai.
" Sekarang kamu mandi gih. Aku mau bantuin Mama masak buat makan malam " ucap Arisa memberikan sebuah handuk bersih pada Angga.
Angga menganggukkan kepalanya lalu mengambil handuk dari tangan Arisa dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah Angga masuk ke kamar mandi, Arisa segera menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu. Baru setelah itu Arisa keluar dari kamar dan menuju dapur untuk membantu Mama Mutia memasak makan malam.
***
Hari sudah berganti malam dan teriknya sinar matahari telah berganti dengan cahaya bulan serta bintang-bintang yang menghiasi langit gelap. Setelah melaksanakan sholat magrib dan isya berjamaah, Angga dan Arisa serta Papa Hari dan Mama Mutia makan malam bersama seperti biasa. Mereka memang selalu menyempatkan makan bersama untuk menjaga keharmonisan keluarga mereka karena mereka semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
" Gimana pekerjaan kamu? " tanya Papa Hari pada Angga saat mereka baru saja selesai makan malam.
" Lancar, Pa " jawab Angga.
" Syukurlah. Papa hanya berpesan, kamu harus bekerja dengan baik dan jujur. Berikan yang terbaik untuk perusahaan Wicaksono Group dan keluarga Wicaksono. Mereka sudah sangat baik pada kita " ucap Papa Hari.
" Baik, Pa " jawab Angga.
Setelah itu Angga langsung pergi ke kamarnya karena Papa Hari juga masih memiliki perasaan yang harus dikerjakan. Angga pergi ke kamar terlebih dahulu karena Arisa harus membereskan meja makan bersama dengan Mama Mutia.
Angga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya sebentar selagi menunggu Arisa masuk ke dalam kamar.
" Loh, kamu belum tidur Mas? " ucap Arisa yang terkejut ternyata Angga belum tertidur.
" Belum, aku menunggumu " jawab Angga membuka kedua matanya.
" Naiklah dan tolong pijat tubuhku. Tubuhku terasa sangat pegal " pinta Angga.
Arisa menurut dan langsung naik ke atas tempat tidur. Arisa memijat tangan Angga dan Angga begitu menikmati pijatan dari tangan istrinya itu.
" Tolong kakiku juga " ucap Angga tanpa membuka matanya yang kembali terpejam.
Arisa langsung berpindah memijat kaki Angga seperti yang Angga katakan.
" Lebih naik ke atas " ucap Angga pada Arisa.
Arisa kembali menurut dan memijat kaki Angga naik ke atas.
" Lebih atas lagi " ucap Angga.
Lagi-lagi Arisa menurut hingga area pijatannya sudah hampir mengenai pangkal paha Angga.
" Atas lagi " ucap Angga lagi.
" Ini sudah sampai atas bagian kaki kamu, Mas " jawab Arisa karena memang sudah bagian atas kaki Angga.
Jika Arisa memijat lebih atas lagi maka kemungkinan besar akan mengenai junior milik Angga.
" Belum, Sayang. Seharusnya sampai di sini " ucap Angga meraih tangan Arisa hingga mengenai juniornya dan itu sepertinya yang Angga maksud dari Angga meminta Arisa lebih atas.
Mata Arisa membulat sempurna dan ingin segera menarik tangannya tetapi Angga menahannya, bahkan menekannya hingga Arisa bisa merasakan jika inti tubuh Angga itu mulai mengeras.
" Kamu modus ya, Mas " ucap Arisa memukul pelan paha Angga dengan tangannya yang lain.
Angga membuka matanya dan menarik sudut bibirnya. Sebenarnya ia tidak memiliki maksud seperti itu, tetapi saat Arisa mulai memijat kakinya ia merasa celananya mulai sesak. Dan ia melakukan modus agar Arisa menyentuh miliknya tetapi istrinya itu tidak mau jika tidak ia paksa.
" Tidak, Sayang. Hanya saja bagian itu juga pegal dan obatnya adalah kamu " jawab Angga tersenyum penuh arti.
Kemudian Angga bangkit dari tidurnya dan merapatkan tubuhnya dengan Arisa sehingga wajah mereka begitu dekat.
" Mas, ini tangannya lepas " ucap Arisa dengan wajah yang sudah sangat merah bak kepiting rebus.
Arisa merasa sangat malu sekaligus gugup karena ia merasa jika milik suaminya itu semakin mengembang.
" Tidak, kamu harus memijatnya " jawab Angga tepat di telinga Arisa.
Setelah itu Angga langsung bergerak cepat mengungkung tubuh Arisa dan menyerangnya dengan begitu panas. Melakukan hubungan suami istri juga menjadi salah satu pengobat lelah bagi Angga karena semua beban di tubuh dan otaknya serasa menghilang setelah ia merasakan pelepasannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π