
Angga mengemudikan mobil dengan kecepatan cukup tinggi sehingga tidak sampai memakan waktu tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah. Angga dan Arisa bisa melihat beberapa buah mobil di depan rumah mereka dan itu adalah mobil milik anggota keluarga Wicaksono. Angga sudah bisa mengetahui siapa saja yang datang dari mobil-mobil itu.
" Ayo Mas " ajak Arisa yang melihat Angga terdiam sembari memperhatikan mobil-mobil yang ada di sana.
Angga pun menganggukan kepalanya.
Angga dan Arisa berjalan menuju teras rumah dan mereka bisa mendengar suara ramai dari orang yang berada di rumah itu. Sepertinya Papa Hari dan Mama Mutia juga pulang karena akan ada orang yang datang ke rumah itu.
" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan saat memasuki rumah karena pintu rumah itu terbuka lebar.
" Walaikumsalam " jawab mereka semua yang langsung menoleh ke arah pintu utama.
Angga bisa melihat keluarga Wicaksono ada di sana dan juga ada Teno yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
" Ini benar-benar adikku? Angga? " ucap Teno memegang kedua bahu Angga dengan mata yang berkaca-kaca.
Teno dan semua orang tidak menyangka jika selama ini Angga masih hidup dan sekarang berada di hadapan mereka.
Angga menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah itu Teno pun langsung memeluk adik angkatnya itu yang selama ini sudah dianggap tiada. Teno yang sudah bertahun-tahun hidup bersama Angga tentu saja sangat senang dan bersyukur adiknya itu masih hidup.
" Kakak gak nyangka kamu masih hidup, tapi kakak sangat bersyukur karena ternyata kakak gak kehilangan adik kakak ini " ucap Teno setelah melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.
" Iya Kak, aku juga merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan kalian " jawab Angga tersenyum.
Kemudian Angga melihat Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi yang sudah berdiri dari duduknya lalu menghampiri mereka. Angga membungkukkan tubuhnya memberikan hormat tetapi Tuan Gunawan langsung memeluk Angga dan Angga pun langsung membalas pelukan itu.
" Maafkan Ayah, Angga. Ini semua karena Ayah sehingga kamu harus mengalami ini semua " ucap Tuan Gunawan pada Angga.
" Tidak Tuan, jangan menyalahkan diri Anda. Ini sudah pilihan saya dan takdir yang harus saya jalani, saya melakukan ini juga untuk membalas kebaikan Tuan dan Nyonya kepada saya selama ini " jawab Angga.
Tuan Gunawan pun menganggukan kepalanya.
" Setelah ini jangan panggil saya dan istri saya dengan sebutan Tuan dan Nyonya. Kami ini juga orang tua kamu, panggil kami Ayah dan Ibu sama seperti Ardi. Kali ini tidak ada penolakan dan juga saya tidak ingin dibantah " ucap Tuan Gunawan karena ia menganggap Angga adalah anaknya.
" Baik Tuan, eh maksud saya Ayah " jawab Angga masih belum terbiasa.
Semua orang yang ada di sana pun tersenyum melihat itu.
" Anak Ibu baik-baik saja? " tanya Nyonya Dewi mengusap wajah Angga.
" Saya baik-baik saja, Bu. Ibu tidak perlu khawatir " jawab Angga tersenyum.
Nyonya Dewi pun memeluk Angga merasa bersyukur karena ia juga merasakan hancurnya saat kehilangan Angga.
Kini Angga beralih kepada pasangan suami istri yang tidak banyak berubah tetapi sekarang lebih terlihat dewasa.
" Kak Angga " ucap Ardi saat Angga berdiri di hadapannya.
Ardi dan Tya pun langsung memeluk Angga secara bersamaan dan Tya menangis di dalam pelukan Angga. Tya tentu saja merasa sangat senang karena orang yang selalu menjaganya dan sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya kini telah kembali.
" Kalian baik-baik saja? " tanya Angga pada Ardi dan Tya.
" Tidak ada hal yang buruk terjadi padamu, Tya? " tanya Angga khawatir karena sebelum kejadian itu ia yang selalu menjaga Tya.
" Tidak, Kak. Mas Ardi selalu menjagaku dengan baik " jawab Tya tersenyum.
Angga pun tersenyum dan merasa lega setelah mendengar itu.
" Ayah, Bunda, Om ini siapa? " tanya seorang anak laki-laki sekitar berusia enam tahun.
Angga langsung menunduk dan melihat anak laki-laki itu yang sudah ia ketahui siapa dari wajahnya. Itu adalah Aditya yang merupakan anak dari Ardi dan Tya. Angga tersenyum melihat Aditya yang sudah tumbuh menjadi anak yang sangat tampan.
" Sayang, ini adalah Om Angga. Om Angga ini yang selalu menjaga Bunda dan Adit saat Adit masih bayi " jawab Tya memperkenalkan Angga pada putranya.
Aditya menatap wajah Angga dan sepertinya ia sedang berpikir sesuatu.
" Adit tau Om ini, Bun. Adit pernah lihat fotonya di rumah kita " ucap Aditya setelah mengingat ia pernah melihat wajah Angga.
Angga tersenyum dan menjajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Aditya.
" Om Angga sangat senang kamu tumbuh dengan baik dan bisa bertemu denganmu " ucap Angga pada Aditya.
" Aku juga senang bertemu Om Angga " jawab Aditya dan langsung memeluk Angga.
Angga tentu saja langsung membalas pelukan itu dan membawa Aditya ke dalam gendongannya.
Kemudian pandangan Angga beralih pada seorang bayi perempuan yang sedang digendong oleh istrinya. Arisa memang mengambil alih bayi yang tadi sedang digendong oleh Tya.
" Itu putri kami, Kak. Namanya Ariska Raila Putri Wicaksono dan dia baru saja lahir ke dunia tiga bulan yang lalu " ucap Ardi saat melihat pandangan Angga tertuju pada putrinya di gendongan Arisa.
Ternyata selama lima tahun kepergiannya kehidupan orang-orang di sekitarnya cukup berubah, seperti Ardi dan Tya yang mempunyai seorang putri. Angga menjadi tidak sabar dan ingin segera memiliki anak seperti mereka.
Angga berjalan menghampiri Arisa agar bisa melihat putri Ardi dan Tya dengan lebih jelas. Angga mengusap pipi Raila yang sedang tertidur.
" Adik Raila cantik kan, Om? Cantiknya sama kayak Tante Arisa sama Bunda " ucap Aditya yang masih berada di dalam gendongan Angga.
Angga tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka pun duduk sofa yang ada di ruang tamu dan mengobrol saling menanyakan kabar.
" Jadi bagaimana kamu bisa selamat dan bertahan dari ledakan itu? " tanya Tuan Gunawan karena ia belum mengetahui apa yang Angga lewati selama lima tahun ini.
Angga pun menceritakan semua yang terjadi setelah ledakan itu dan dirinya yang ditolong oleh Antonio dan Celine. Ia juga menceritakan jika dirinya sempat koma selama empat tahun dan Antonio serta Celine yang merawatnya.
Mereka semua bersyukur karena Angga ditolong oleh orang baik sehingga sekarang bisa berkumpul lagi dengan mereka semua.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π