
Angga meringis saat merasakan punggung tangannya terluka karena menangkis pisau yang dilayangkan Jessica untuk melukai putrinya yang tidak mengerti apa-apa. Angga menatap Jessica tajam dan penuh amarah karena wanita itu ingin melukai putrinya.
" Beraninya kau. Aku tidak akan pernah mengampunimu " ucap Angga mendorong tubuh Jessica dengan satu tangannya lalu mengunci pergerakannya.
Angga tidak akan membiarkan Jessica melukai putrinya bahkan untuk menyentuhnya pun tidak akan Angga izinkan.
" Angga, maafkan aku. Aku melakukan ini semua karena ingin bersamamu " ucap Jessica dengan bibir bergetar karena ketakutan melihat kemarahan Angga.
Brak.
Pintu apartemen itu terbuka dan memperlihatkan Reno, Ardi dan Teno. Mereka berusaha untuk mendobrak pintu apartemen itu saat mendengar jika Jessica akan melukai putri Angga dan Arisa dari penyadap suara yang berada di tubuh Angga. Angga sengaja memasangnya untuk meminta pertolongan di saat seperti ini.
" Tolong amankan wanita ini, dia ingin melukai putriku " ucap Angga saat melihat mereka.
Dengan cepat Ardi dan Teno memegang kedua tangan Jessica dan mengamankannya agar tidak menyakiti putri Angga dan Arisa.
" Kalian tidak apa-apa? " tanya Reno memastikan keadaan Angga dan putrinya.
" Kami baik-baik saja, Bang. Beruntung aku bisa menangkis pisau yang wanita ini arahkan pada putriku " jawab Angga.
Angga memeluk erat putrinya yang masih terus menangis, mungkin karena lapar dan juga merasa ketakutan.
" Lepaskan aku. Aku ingin bersama Angga " teriak Jessica memberontak.
Angga menatap tajam ke arah Jessica dan ia tidak akan membiarkan Jessica lepas begitu saja.
" Kak, tolong serahkan dia ke polisi. Aku sudah mengirim bukti penculikan putriku dan aku juga akan mengirim rekaman suara jika wanita ini ingin mencelakai putriku " ucap Angga pada Teno.
" Kamu tenang saja, Kakak akan mengurusnya " jawab Teno karena ia juga ingin memberikan pelajaran pada orang yang telah berani menculik keponakannya.
" Tidak, Angga. Aku mohon jangan bawa aku ke kantor polisi, aku mohon. Aku mencintaimu, Angga " teriak Jessica tapi Angga sama sekali tidak menghiraukannya.
Setelah itu Angga segera pergi dari apartemen itu bersama dengan Reno karena ia harus segera mempertemukan putrinya dengan Arisa. Sedangkan Ardi dan Teno membawa Jessica ke kantor polisi setelah sebelumnya melapor kepada pihak keamanan apartemen itu.
" Tenanglah, Sayang. Kita akan segera pulang dan bertemu Mama " ucap Angga mencoba menenangkan putrinya yang terus menangis di tengah perjalanan.
Reno yang sedang menyetir menoleh sebentar ke arah adik ipar dan keponakannya. Ia benar-benar tidak tega melihat bayi yang masih merah itu terus menangis. Reno pun menambah kecepatan mobil itu agar mereka bisa cepat sampai di rumah Angga dan Arisa.
***
Sementara itu, Arisa terus menangis di pelukan Mama Mutia. Arisa sangat hancur dan ia berharap suaminya itu cepat kembali dengan membawa putri mereka.
" Ma, kalau putriku tidak kembali bagaimana? Aku tidak ingin kehilangan putriku lagi " ucap Arisa dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
" Kamu tidak boleh berkata seperti itu, Sayang. Angga pasti akan membawa putri kalian kembali " ucap Mama Mutia yang sangat sedih.
Bahkan Mama Mutia sampai lemas dan hampir terjatuh saat mendengar jika cucunya diculik oleh seseorang.
" Belum, Siska. Tidak satu pun dari mereka yang menjawab panggilan telepon dari Papa " jawab Papa Hari.
Siska pun semakin cemas mendengar itu dan ia hanya bisa terus berdoa agar mereka semua bisa membawa pulang putri Angga dan Arisa dengan selamat. Siska dan Rini juga berusaha untuk menenangkan Arisa dan memberinya kekuatan.
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah itu. Arisa melepaskan pelukan Mama Mutia dan langsung berlari keluar dari rumah. Tangis Arisa semakin pecah saat melihat Angga keluar dari mobil dengan menggendong putri mereka. Suaminya itu berhasil membawa kembali putri mereka dengan selamat.
" Putriku " ucap Arisa dalam tangisnya.
Dengan cepat Arisa menghampiri Angga dan mengambil alih putrinya dari gendongan sang suami.
" Putriku, kamu kembali sama Mama, Sayang " ucap Arisa mendekap erat tubuh mungil itu dan menciuminya.
Arisa benar-benar bersyukur suaminya berhasil menyelamatkan putri mereka hingga sekarang berada di dalam pelukannya. Semua orang pun merasa lega dan bersyukur putri Angga dan Arisa kembali pada mereka.
" Terima kasih Ya Allah, Engkau masih melindungi putri hamba. Engkau juga mengembangkan putri hamba ke dalam pelukan hamba ini " ucap Arisa dalam hati sangat bersyukur.
" Sayang, sebaiknya kita masuk ke dalam. Putri kita terus menangis dan sepertinya dia sangat lapar " ucap Angga pada Arisa.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Setelah itu Angga menuntun Arisa yang menggendong putri mereka masuk ke dalam rumah dan diikuti yang lainnya.
" Ma, tolong hubungi Dokter Diki. Aku ingin Dokter Diki memeriksa putriku " ucap Angga pada Mama Mutia sebelum masuk ke dalam kamar.
Angga sangat khawatir dan ingin memastikan kondisi sang putri dengan memanggil Dokter Diki.
Kemudian Angga dan Arisa pun masuk ke dalam kamar mereka karena Arisa harus menyusui putrinya.
" Cup, cup, cup, Sayang. Mama sudah di sini dan Mama gak akan membiarkan kamu jauh dari Mama lagi " ucap Arisa menenangkan putrinya.
Arisa naik ke atas tempat tidur dengan dibantu oleh Angga dan ia mencari posisi yang nyaman untuk menyusui. Arisa melepaskan hijabnya lalu ia membuka dua kancing gamis dan mengeluarkan salah satu ***********. Arisa segera mengarahkannya ke mulut sang putri dan putrinya itu langsung melahapnya dengan rakus, sepertinya memang putrinya itu sangat lapar setelah kurang lebih tiga jam jauh darinya.
" Mas, maafkan aku. Aku lalai menjaga putri kita hingga dia diculik " ucap Arisa menyalahkan dirinya.
" Tidak, Sayang. Ini bukan salahmu dan yang terpenting sekarang putri kita sudah kembali dengan selamat " jawab Angga tidak ingin istrinya itu menyalahkan dirinya sendiri.
Arisa menganggukkan kepalanya karena memang yang terpenting putrinya sudah kembali dengan selamat dan ia tidak akan membiarkan putrinya itu jauh lagi darinya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya π