Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
31. Sesuatu yang Tertinggal


Hari-hari berlalu dan tidak terasa dua bulan sudah Angga dan Arisa menikah dan tinggal bersama. Hubungan Angga dan Arisa juga semakin dekat dan selayaknya suami istri pada umumnya walaupun sampai sekarang mereka belum melakukan hubungan di atas ranjang. Mereka selalu melaksanakan sholat berjamaah jika Angga sedang berada di rumah dan selalu menyempatkan untuk makan bersama. Angga juga selalu mengecup kening Arisa saat setelah sholat ataupun pulang dan pergi kerja, mereka juga selalu tidur dengan saling berpelukan.


Tanpa mereka sadari dari semua yang mereka lakukan bersama itu sudah menimbulkan rasa aneh di hati masing-masing. Angga bahkan sekarang sering terlihat tersenyum saat sedang bersama dengan Arisa dan ia sudah tidak terlalu kaku lagi.


Angga juga melakukan pekerjaannya dengan lancar karena setelah malam saat mengejar mobil yang ia kendarai bersama Tya, para musuh Tuan Gunawan dan Ardi tidak pernah melakukan suatu hal yang buruk pada mereka. Tetapi walaupun begitu, Angga terus berjaga-jaga.


Selain itu juga Arisa sudah mulai kuliah dan hari ini adalah hari pertama ia masuk kuliah setelah satu minggu yang lalu melakukan masa perkenalan di kampus yang akan menjadi tempat ia menuntut ilmu.


" Mas, hari ini apa kamu mengantar Kak Tya ke kampus? " tanya Arisa sembari memasang jarum di hijab segi empat yang ia pakai.


" Iya, Nona Muda Tya memiliki jadwal kuliah sepertinya hari ini " jawab Angga yang juga sedang bersiap-siap dengan memakai jam di pergelangan tangannya.


" Kenapa? Apa kamu ingin berangkat bersama kami? " tanya Angga menoleh pada Arisa.


" Enggak Mas, gak enak sama Kak Tya. Aku berangkat sendiri aja bawa motor " jawab Arisa.


Walaupun sudah cukup akrab karena beberapa kali bertemu Tya tapi tetap saja ia masih merasa sungkan karena Tya adalah istri dari majikan suaminya.


Setelah itu Angga dan Arisa keluar dari kamar mereka dan sarapan bersama. Baru setelah itu mereka akan pergi ke tujuan masing-masing. Arisa akan langsung pergi ke kampus sedangkan Angga harus pergi ke kediaman Keluarga Wicaksono terlebih dahulu untuk menjemput Tya lalu mengantarnya ke kampus. Tak lupa juga Arisa memberikan kotak bekal yang ia siapkan untuk dirinya dan Angga. Arisa memang selalu membuatkan bekal untuk Angga setiap harinya karena Angga berkata menyukainya.


" Aku berangkat dulu. Jika ingin pergi ke suatu tempat setelah kuliah, beri aku kabar " ucap Angga setelah Arisa mengunci pintu rumah mereka.


" Iya Mas. Kamu hati-hati dan semangat kerjanya " jawab Arisa tersenyum memberikan semangat pada Angga.


Angga tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya.


Seperti biasa Arisa mencium tangan Angga sebelum Angga pergi.


" Assalamualaikum " ucap Angga.


" Walaikumsalam " jawab Arisa.


Kemudian Angga pun masuk ke dalam mobilnya tapi belum sempat menutup pintu mobil itu, Angga turun kembali dan menghampiri Arisa.


" Kenapa, Mas? Ada yang ketinggalan? " tanya Arisa melihat Angga kembali.


" Iya, ada yang tertinggal " jawab Angga.


" Apa, Mas? Biar aku ambilin ke dalam " tanya Arisa ingin pergi kembali masuk ke dalam rumah.


" Tidak perlu " cegah Angga menahan tangan Arisa.


Setelah itu Angga menarik kepala Arisa dan langsung memberikan sebuah ciuman di kening Arisa. Angga baru mengingat jika ia belum mencium kening Arisa sebelum ia pergi. Sedangkan Arisa tertegun karena ia juga tidak menyadari jika Angga belum mengecup keningnya.


" Aku lupa belum mencium keningmu saat ingin pergi " ucap Angga setelah mencium kening Arisa.


Mobil yang dikendarai oleh Angga keluar dari halaman rumah dan pergi. Sedangkan Arisa tersenyum sambil memegang dadanya karena jantungnya masih berdetak begitu kencang karena perlakuan Angga kepadanya.


" Apa aku sudah cinta sama Mas Angga? " gumam Arisa bertanya pada dirinya sendiri.


Arisa merasakan hal yang berbeda saat bersama Angga, jantungnya lebih sering berdetak kencang dan merasa sangat bahagia hanya dengan perlakuan-perlakuan kecil yang dilakukan Angga walaupun terkadang masih kaku. Angga juga selalu muncul dalam pikiran dan ia juga akan merasa rindu jika seharian tidak bertemu Angga.


" Bukannya ini malah bagus, kan? Tapi apa Mas Angga juga sudah cinta sama aku? " ucap Arisa karena ia maupun Angga belum ada yang mengatakan perasaan mereka.


Karena tidak ingin terlambat karena memikirkan hal itu, Arisa pun segera menaiki motornya dan memakai helm miliknya. Lalu setelah itu ia langsung melajukannya meninggalkan rumah setelah menutup pagar rumah dengan aman.


Jarak rumah itu lebih dekat dari kampus jika dibandingkan dari rumah Reno sehingga dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, Arisa sudah sampai di kampus. Arisa memarkirkan motornya di parkiran kampus.


Tiba-tiba terdengar suara orang yang memanggilnya dan itu adalah Rini. Rini sedang bersama dengan kekasihnya dan dua temannya di sana. Arisa pun beranjak pergi untuk menghampiri mereka.


" Kalian baru sampai juga? " tanya Arisa pada Rini saat sudah berada di dekat mereka.


Arisa tidak mengucapkan salam karena mungkin ada beberapa diantara mereka yang non muslim.


" Iya Ris " jawab Rini.


Setelah itu salah satu dari mereka mencoba berkenalan dengan Arisa karena memang Arisa hanya mengenal Rini dan Doni saja. Orang itu adalah orang pernah ingin berkenalan dengan Arisa saat di cafe sekitar dua bulan yang lalu.


" Kenalin aku Rio " ucap teman Doni itu mengulurkan tangannya pada Arisa.


" Arisa " balas Arisa tersenyum tapi ia tidak membalas uluran tangan Rio.


Arisa menangkupkan tangannya di depan dadanya karena memang tidak bisa bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrim untuknya.


Melihat itu, Rio pun menurunkan tangannya dengan kecewa. Ia sebenarnya sudah ingin berkenalan dengan Arisa dari lama tapi Arisa seperti terus menghindarinya. Rio menyukai Arisa sejak pertama kali bertemu saat mereka sama-sama menemani Doni dan Rini yang sedang kencan.


" Gue Lino " ucap teman Doni satu lagi tanpa berniat bersalaman dengan Arisa karena melihat respon yang diberikan Arisa pada Rio tadi.


Arisa hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk menghargai mereka.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kelas masing-masing sebelum mata kuliah yang akan mereka ikuti dimulai. Mereka juga berada di fakultas yang sama tapi jurusan yang berbeda. Arisa masuk ke dalam kelas bersama dengan Rini yang satu jurusan dengan dirinya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘