
Angga baru selesai mandi dan menghampiri Arisa yang sedang duduk di tepi tempat tidur. Angga mengambil pakaian ganti yang siapkan oleh sang istri dan memakainya dihadapannya. Angga sudah tidak malu lagi memakai pakaiannya dihadapan Arisa, hanya saja terkadang Arisa yang merasa malu. Seperti saat ini, Arisa langsung memalingkan wajahnya saat Angga melepaskan handuk di pinggangnya begitu saja dan memakai pakaiannya tanpa malu.
" Sayang, Mama dimana? Aku tidak melihatnya tadi " tanya Angga setelah meletakkan handuk yang ia gunakan di keranjang pakaian kotor.
" Mama tadi tiba-tiba harus berangkat butik karena ada seseorang yang mau ketemu Mama " jawab Arisa.
Mama Mutia memang tiba-tiba saja harus pergi ke butiknya saat seorang karyawan mengatakan jika ada klien penting yang ingin bertemu dengannya.
Angga pun menganggukan kepalanya mengerti.
" Karena Mama belum pulang juga, jadi untuk makan malam aku aja ya yang masak Mas " ucap Arisa karena sebelumnya suaminya itu tidak mengizinkannya memasak setelah hamil.
" Jangan, kita pesan saja untuk makan malam. Aku tidak ingin kamu merasa lelah nanti " larang Angga tidak ingin sang istri kelelahan.
" Aku aja yang masak ya, Mas. Aku udah lama gak masak, emang kamu gak rindu sama masakan aku? " bujuk Arisa agar diizinkan memasak.
" Aku gak bakal lelah kalau cuma masak. Atau kalau enggak, kamu bantuin aku masak biar kamu bisa mastiin aku gak lelah. Boleh ya, Mas? Please " lanjut Arisa memasang wajah seimut mungkin agar suaminya itu luluh.
Angga menghela napasnya, seperti biasa ia tidak akan bisa menolak permintaan istrinya jika sudah seperti ini. Apalagi ia juga sudah sangat merindukan masakan sang istri yang sudah sangat cocok di lidahnya.
" Baiklah. Aku akan membantu kamu " ucap Angga akhirnya.
Arisa pun tersenyum senang karena akhirnya sang suami mengizinkannya untuk memasak.
" Terima kasih ya, Mas " ucap Arisa senang memeluk tubuh Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga mengusap rambut panjang Arisa yang tergerai.
Setelah itu Angga dan Arisa langsung pergi ke dapur, tapi Arisa tidak lupa memakai hijab instan miliknya karena tidak lama setelah Angga sampai rumah, Papa Hari pun pulang.
" Kita akan memasak apa? " tanya Angga saat Arisa mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas.
" Sapi lada hitam, tumis brokoli, sama perkedel jagung " jawab Arisa meletakkan bahan-bahan yang telah ia ambil di atas meja.
" Kamu mau dimasakin sesuatu? " tanya Arisa barang kali sang suami ingin makanan lainnya.
" Tidak. Apapun masakan kamu itu pasti enak dan aku akan memakannya " jawab Angga karena memang ia menyukai semua masakan Arisa.
Arisa pun tersenyum. Ia bersyukur mendapatkan suami seperti Angga yang tidak pernah protes saat ia memasak makanan apa saja dan selalu memakannya sampai habis.
" Jadi apa yang perlu aku bantu sekarang? " tanya Angga pada Arisa.
" Tolong kamu cuci beras dan masak nasi ya, Mas " ucap Arisa memberikan perintah pada sang suami.
" Baiklah " jawab Angga.
Angga segera mengambil beras dan menaruhnya ke dalam sebuah wadah. Angga mengambil beras sesuai takaran yang biasa Mama Mutia masak untuk sekali makan lalu segera mencucinya hingga bersih. Setelah bersih, Angga langsung menaruhnya ke dalam penanak nasi dan mengatur di mode memasak.
" Lalu sekarang apa lagi? " tanya Angga pada Arisa yang sedang mulai menumis bumbu untuk sapi lada hitam.
" Kupas jagung terus potong sampai terpisah dari bonggolnya " jawab Arisa.
Angga langsung melakukan apa yang dikatakan oleh istrinya. Ia benar-benar membantu Arisa memasak dan melakukan lebih banyak pekerjaan agar nanti istrinya tidak akan kelelahan.
" Iya Pa. Mama kan gak ada di rumah, jadi aku sama Mas Angga yang masak buat makan malam " jawab Arisa sembari memasukkan daging sapi ke dalam wajan dengan bumbu yang sudah matang.
Sedangkan Angga tidak menjawab karena sedang begitu fokus mengupas jagung dan membersihkan dari rambut-rambut halusnya.
" Kalau gitu Papa pergi jemput Mama dulu " pamit Papa Hari akan menjemput Mama Mutia di butik.
" Iya Pa " jawab Arisa.
" Assalamualaikum " ucap Papa Hari.
" Walaikumsalam " jawab Angga dan Arisa.
Setelah Papa Hari pun langsung pergi untuk menjemput Mama Mutia.
Arisa mengangkat sapi lada hitam yang sudah matang dan memasukkan ke dalam sebuah wadah.
" Ini sudah, Sayang " ucap Angga menunjukkan jagung yang sudah ia potong.
" Kalau gitu kamu taruh dulu, Mas. Nanti aku buat bumbu dan tepung buat perkedelnya setelah mencuci brokoli ini " ucap Arisa karena ia baru saja akan mencuci brokoli.
" Aku yang akan mencucinya dan menumisnya. Jika hanya menumis brokoli, aku bisa " ucap Angga agar istrinya mengurus perkedel jagung itu karena ia tidak tahu bumbu apa saja yang digunakan.
" Baiklah " jawab Arisa.
Arisa memberikan wadah berisi brokoli itu kepada Angga untuk dicuci, sedangkan dirinya membuat bumbu untuk perkedel.
Arisa menghaluskan bumbu-bumbu untuk membuat perkedel dengan menggunakan cobek. Walaupun ada blender, tetapi entah mengapa rasanya akan lebih enak jika menghaluskannya dengan cobek.
Setelah bumbu untuk perkedel jagung di haluskan, Arisa memasukkan ke wadah yang cukup besar lalu memasukkan tepung secukupnya. Tak lupa juga Arisa menuangkan air tetapi jangan sampai terlalu cair dan mengadukan hingga merata. Setelah merata, Arisa segera memasukkan jagung yang sudah dipotong oleh Angga tadi.
Arisa segera mengambil penggorengan dan meletakkannya di atas kompor di samping Angga. Arisa menuangkan minyak goreng dan setelah panas, Arisa langsung menggoreng perkedel jagung itu hingga selesai.
" Akhirnya selesai semua masakan kita " ucap Arisa saat ketiga masakannya dan Angga sudah matang, begitu juga dengan nasinya.
Setelah itu, Arisa langsung menatanya di meja makan dan ia menyuruh Angga untuk mandi lagi karena tubuhnya sudah bau bumbu-bumbu dapur karena memasak. Arisa juga akan mandi saat selesai menata makanan itu dan berganti dengan sang suami.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π