
Pada saat hari menjelang sore, Arisa duduk di kursi yang ada di teras. Dia menunggu Rini yang berkata ingin datang dan membawakan dirinya rujak bebek. Tadi Rini mengubunginya dan menanyakan apa yang diinginkan olehnya dan terlintas rujak bebek dalam otaknya.
" Kamu ngapain di luar, Sayang? " tanya Mama Mutia yang tadi sedang mencari menantunya yang ternyata berada di teras.
" Nunggu Rini, Ma. Dia bilang mau datang terus bawa rujak bebek " jawab Arisa.
Entah mengapa setiap menyebut rujak bebek, ia menjadi tidak sabar untuk memakannya.
" Ya udah, kalau gitu Mama masuk dulu. Kamu tetap di sini dan jangan kemana-mana " ucap Mama Mutia pada Arisa.
" Iya Ma " jawab Arisa.
Mama Mutia akan memasak untuk makan malam. Arisa sudah menawarkan diri untuk membantunya tetapi Mama Mutia dengan tegas melarangnya. Arisa juga sebenarnya sangat bisa karena dari pagi hanya beristirahat tanpa melakukan apapun. Mama Mutia benar-benar melarangnya melakukan apapun karena tidak ingin dirinya kelelahan.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya sebuah motor yang sudah pasti milik sahabatnya berhenti di depan rumah itu. Rini melepaskan helmnya lalu turun dari motor dan membawa kantong plastik di tangannya.
" Assalamualaikum " ucap Rini menghampiri Arisa.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
" Lama banget sih, Rin " ucap Arisa mencebikkan bibirnya karena terlalu lama menunggu.
" Ya maaf, Ris. Ngantri ini buat dapetin rujak bebek yang kamu mau " jawab Rini menunjukkan kantong plastik berisi rujak bebek untuk Arisa.
Rini memang harus menunggu lama demi mendapatkan rujak bebek itu karena gerobak rujak yang ia datangi cukup ramai tadi.
" Hmm gak papa deh, yang penting dapet " ucap Arisa meraih kantong plastik dari tangan Rini.
Arisa benar-benar tidak sabar untuk mencoba rujak bebek itu.
" Ya dapet lah, demi calon ponakan aku tuh " jawab Rini mengusap perut Arisa yang masih rata.
" Aduh, makasih ya Tante Rini yang cantik " ucap Arisa pada Rini dengan suara anak kecil.
" Sama-sama ponakan Tante " jawab Rini lalu mereka berdua pun tertawa.
Kemudian Arisa mengajak Rini untuk masuk ke dalam rumah. Mereka menuju dapur karena Arisa ingin segera memakan rujak bebek itu.
" Eh, Rini " ucap Mama Mutia saat Arisa dan Rini memasuki dapur.
Rini tersenyum menghampiri Mama Mutia dan mencium tangannya.
Mama Mutia sudah mengenal Rini karena Rini cukup sering datang ke rumah untuk bertemu dengan Arisa.
" Kenapa sekarang jarang main ke sini? " tanya Mama Mutia pada Rini.
" Akhir-akhir ini kerjaan Rini lagi banyak banget Tante, jadi jarang main ke sini " jawab Rini karena ia sedang sangat sibuk.
Setelah itu Rini duduk di meja makan bersama dengan Arisa yang baru kembali mengambil mangkuk.
" Kamu yang ini, yang pedesnya sedang. Jangan yang terlalu pedes karena itu gak baik buat kamu dan calon ponakan aku " ucap Rini mencegah Arisa yang ingin mengambil rujak bebek yang cukup pedas.
" Iya,iya " jawab Arisa menurut karena ia tidak ingin membahayakan calon anaknya.
Arisa dan Rini pun menikmati rujak bebek itu. Rini juga menawarkannya kepada Mama Mutia karena ia membeli lebih untuk orang yang ada di rumah itu.
Tak lama kemudian, Angga yang baru pulang bekerja langsung menghampiri mereka yang terlalu asik mengobrol hingga tidak mendengar kedatangannya. Angga langsung mendekati Arisa dan mencium keningnya, tak lupa Arisa mencium tangan suaminya itu walaupun ia cukup malu karena ada Rini di sana. Angga juga menghampiri Mama Mutia untuk mencium tangannya.
" Kamu sedang memakan apa? " tanya Angga pada Arisa.
" Rujak bebek, Mas. Arisa yang bawa tadi " jawab Arisa menunjukkan rujak bebek di mangkuknya.
Angga melirik Rini sebentar dengan wajah datarnya, sedangkan Rini hanya tersenyum canggung.
Arisa pun akhirnya meninggalkan Rini sebentar karena ia harus menemani Angga dan menyiapkan keperluannya.
" Rin, aku temani Mas Angga sebentar " ucap Arisa pada Rini.
Rini pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Angga dan Arisa pun segera pergi ke kamar mereka. Angga melepaskan jas dan juga sepatunya lalu mengambil handuk yang diberikan oleh Arisa.
" Setelah ini aku keluar lagi ya, Mas. Gak enak ninggalin Rini terlalu lama " ucap Arisa pada Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga.
" Tapi ingat, jangan makan rujak terlalu banyak " ucap Angga memperingati istrinya.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Setelah itu Angga pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Arisa menyiapkan pakaiannya ganti untuk suaminya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Baru setelahnya Arisa kembali keluar karena tidak ingin meninggalkan sahabatnya yang merupakan tamu terlalu lama.
" Suami kamu mana? Gak papa kamu tinggalin? " tanya Rini karena Arisa kembali seorang diri.
" Mas Angga lagi mandi. Dia udah ngebolehin juga kok " jawab Arisa.
Arisa kembali melanjutkan memakan rujak bebek hingga habis satu mangkuk.
" Udah, Ris. Kamu udah makan satu bungkus loh " larang Rini saat Arisa ingin membuka satu bungkus lagi rujak bebek itu.
" Satu lagi, Rin. Aku masih pengen " ucap Arisa yang masih menginginkan rujak bebek itu.
" Sudah cukup, kamu tidak boleh memakannya terlalu banyak " ucap Angga yang baru saja datang.
Angga duduk di samping Arisa dan menjauhkan rujak bebek itu dari istrinya.
" Please, Mas. Anak kita masih pengen lagi " bujuk Arisa memasang wajah seimut mungkin agar Angga mengizinkannya.
Dan ternyata cara itu memang berhasil, Angga mengizinkannya walaupun hanya setengah saja.
" Baiklah, tapi hanya setengahnya saja " ucap Angga karena tidak tega.
" Iya Mas " ucap Arisa tersenyum senang.
Rini menatap Arisa tidak percaya karena ia tidak pernah melihat Arisa seperti itu hanya untuk bisa memakan rujak bebek itu lagi.
" Apa semua ibu hamil gini ya? " ucap Rini dalam hati.
Setelah itu pun mereka mengobrol walaupun sedikit tidak bebas karena ada Angga di sana.
Saat hari semakin sore, Arisa pun segera pamit pulang karena ia harus sampai rumah sebelum hari berganti malam.
" Terima kasih ya, kamu udah mampir dan beliin rujak bebek juga " ucap Arisa saat mengantarkan Rini hingga teras.
" Sama-sama, Ris " jawab Rini tersenyum.
Rini pun langsung menaiki motornya dan melajukannya meninggalkan rumah Angga dan Arisa. Sedangkan Angga mengajak Arisa untuk masuk ke dalam rumah karena udara di luar semakin dingin.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π