Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
36. Belanja


Setelah merasa sudah aman, Angga mengarahkan motor yang ia kendarai ke sebuah supermarket karena ia teringat dengan ucapan Arisa yang berkata mereka harus berbelanja bulanan. Angga memberhentikan motornya di depan sebuah supermarket.


" Turunlah, bukankah kita harus berbelanja bulanan " ucap Angga pada Arisa.


Arisa pun turun dari motor dan melepas helm di kepalanya.


Sebenarnya Arisa sudah sangat penasaran dan ingin bertanya alasan mengapa mereka pergi terburu-buru dan seperti sedang di kejar sesuatu, tapi Arisa memilih menanyakan saat mereka sampai rumah nanti.


" Ayo " ajak Angga karena Arisa hanya diam berdiri di sampingnya.


" Iya Mas " jawab Arisa.


Angga dan Arisa pun masuk ke dalam ke dalam supermarket itu dan mulai mencari semua kebutuhan mereka untuk satu bulan. Pertama-tama Arisa menuju tempat beras dan perbumbuan serta persabunan dengan Angga yang mendorong troli di belakangnya.


" Mas Angga mau mie instan yang mana? " tanya Arisa pada Angga saat mereka berada di tempat mie instan dan makanan ringan.


" Terserah kamu saja. Aku menyukai semuanya " jawab Angga yang memang bukan pemilih makanan.


Arisa pun memasukkan beberapa jenis mie instan ke dalam troli yang sekiranya Angga akan menyukainya.


Setelah itu mereka lanjut menuju tempat sayur dan buah-buahan serta daging dan ikan. Arisa membeli beberapa kilo daging sapi karena ia ingin membuat sup bola-bola daging untuk sarapan besok pagi.


" Mas Angga gak mau sesuatu? Atau mau aku masakin apa gitu buat besok? " tanya Arisa karena dari tadi Angga hanya diam mengikutinya.


" Tidak, apapun yang kamu masak aku akan memakannya " jawab Angga.


Angga memang tidak pernah meminta dimasakkan sesuatu oleh Arisa dan setiap apapun yang Arisa masak Angga pasti memakannya sampai habis.


Setelah sekiranya mengambil semua yang dibutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga mereka selama sebulan, Angga dan Arisa pun menuju kasir untuk membayarnya.


" Biar aku saja yang membayarnya " ucap Angga saat semua belanjaan mereka sudah dihitung oleh kasir.


" Tapi ini kan kamu sudah kasih aku kartu buat belanja kebutuhan rumah tangga kita Mas " jawab Arisa sudah mengeluarkan kartu yang diberikan Angga.


" Pakailah untuk kebutuhan kamu atau untuk berbelanja lagi saat tidak bersamaku " ucap Angga langsung memberikan kartu miliknya pada kasir.


Arisa pun hanya bisa menurut saja dan membiarkan Angga untuk membayarnya.


" Eh Mas, aku mau beli es krim dulu. Kamu mau juga? " tanya Arisa yang tiba-tiba saja menginginkan es krim.


" Boleh " jawab Angga.


Arisa mengambil dua buah cup es krim dengan rasa vanilla untuk dirinya dan juga Angga.


" Kali ini biar aku yang bayar. Kamu kan sudah bayar belanjaan kita " ucap Arisa pada Angga sebelum suaminya itu yang membayarnya.


Arisa mengeluarkan uang cash yang ada di dompetnya dan membayar es krim itu.


Kemudian setelah itu, Angga dan Arisa memilih duduk di bangku yang ada di depan supermarket untuk menikmati es krim yang Arisa beli. Sebelumnya mereka sudah membawa belanjaan mereka ke motor yang jaraknya tidak jauh dari mereka duduk sekarang.


" Kamu suka kan rasa vanilla, Mas? " tanya Arisa memberikan satu cup es krim pada Angga.


Angga menganggukkan kepalanya dan menerima es krim dari tangan Arisa.


" Maaf karena aku mengajak kamu cepat pergi jadi kencan kita berantakan " ucap Angga pada Arisa.


" Gak papa, Mas. Lain kali kita kan bisa kencan lagi " jawab Arisa tersenyum.


" Tapi kenapa kamu tiba-tiba ajak aku pergi dari taman, Mas? Kayak lagi dikejar sesuatu aja " tanya Arisa sangat penasaran.


" Aku akan jelaskan jika nanti kita sudah sampai di rumah " ucap Angga yang tidak mungkin mengatakannya di tempat terbuka seperti ini.


Setelah es krim yang mereka makan habis, Angga langsung mengajak Arisa untuk pulang. Ia tidak ingin nanti ada musuhnya lagi dan melihat keberadaannya dan Arisa.


***


Sesampainya di rumah, Angga dan Arisa langsung meletakkan semua belanjaan mereka di dapur. Arisa akan merapikan besok saja karena sekarang sudah malam dan ia ingin segera beristirahat.


Arisa masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu dan mengganti pakaiannya dengan piyama panjang. Ia memang selalu memakai piyama panjang saat tidur karena ia masih malu jika harus memakan pakaian yang pendek di depan Angga.


Setelah Arisa keluar, bergantian Angga masuk ke dalam kamar mandi juga mengganti pakaiannya dengan piyama yang sudah disiapkan oleh Arisa.


" Mas, sekarang cerita sama aku. Apa yang sebenarnya terjadi tadi di taman? " tanya Arisa saat Angga sudah naik ke atas tempat tidur karena ia sudah sangat penasaran.


" Aku melihat beberapa musuhku juga berada di sana. Aku tidak ingin sampai mereka tahu keberadaan kita dan pasti akan menyerang kita. Jika aku sendiri, aku akan bisa melawan mereka. Tapi tadi aku sedang bersama kamu, aku hanya takut mereka menyakiti kamu nanti. Aku takut tidak bisa melindungi kamu " jawab Angga jujur.


Lagipula Arisa sudah tahu masalah yang ia hadapi dari awal sehingga pernikahan mereka harus di rahasiakan.


Arisa merasa terkejut karena memang kehidupan suaminya itu tidak aman dan bebas seperti dirinya. Ia juga harus siap dengan itu dan segala sesuatu yang mungkin harus ia hadapi ke depannya.


" Sampai kapan kita harus seperti ini, Mas? Dan kamu juga akan selalu dalam bahaya kalau mereka masih berkeliaran dengan bebas " ucap Arisa yang merasa khawatir dengan Angga.


" Aku juga tidak tahu. Mereka mempunyai orang-orang pendukung yang sama hebatnya dengan Tuan Gunawan jadi tidak mudah menghadapi mereka " jawab Angga.


Musuh yang Angga hadapi ini sebenarnya adalah anak buah dari lawan bisnis Tuan Gunawan yang ingin menjatuhkan Wicaksono Group. Dan mereka semakin menjadi karena pada penyerangan dua bulan yang lalu salah satu dari mereka tewas saat melawan Angga. Mereka melawan Angga sebagai pembunuh orang itu padahal pada kenyataannya temannya sendirilah yang menusuknya dengan pisau hingga tewas.


" Kenapa gak lapor polisi aja sih, Mas? " ucap Arisa pada Angga.


" Tidak semudah itu. Jika aku melaporkan mereka pada polisi, mereka akan bebas dengan mudah dengan uang tebusan dari atasan mereka. Aku harus menyelesaikan masalah ini pada akarnya yaitu pada lawan bisnis Tuan Gunawan agar mereka tidak bisa macam-macam lagi " jawab Angga.


" Tapi itu sangat berbahaya, Mas " ucap Arisa yang sedikit banyak tahu tentang kejamnya dunia bisnis.


" Tidak, tenanglah. Kamu juga harus percaya jika aku bisa menghadapi mereka " jawab Angga agar Arisa tidak khawatir.


" Sekarang lebih baik kita tidur " ucap Angga.


Angga menarik Arisa ke dalam pelukannya dan mereka pun tidur dengan berpelukan seperti biasanya. Walaupun masih merasa khawatir dan tidak tenang tetap karena kenyamanan yang Angga berikan melalui pelukannya, lama-kelamaan Arisa pun mulai terlelap.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘