Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
62. Orang Tua Angga


Sementara itu di hutan yang sudah berhasil dipadamkan apinya, Tuan Gunawan dan Ardi serta Teno sedang berusaha mencari Angga bersama dengan semua anggota organisasi mereka yang selama ini bawa pimpinan Angga dan para polisi. Hampir satu harian ini mereka menyusuri hutan tetapi Angga masih belum bisa ditemukan. Walaupun mungkin Angga tidak selamat mereka sangat ingin menemukan jasad Angga.


" Ardi, Teno, kalian hubungi orang ini dan jemput kedua orang tua Angga lalu bawa mereka ke rumah kita " ucap Tuan Gunawan memberikan sebuah kartu nama dan surat yang diberikan oleh Arden.


" Baik Ayah " jawab Ardi menerima kartu nama dan surat itu.


Sedangkan Tuan Gunawan harus pergi ke kantor karena kantor sekarang sedang kacau apalagi ada beberapa tempat yang rusak akibat kejadian semalam dan ia harus membereskannya.


Setelah itu Teno segera menghubungi nomor yang tertera di kartu nama itu. Awalnya orang itu tidak mengaku ketika mereka mengatakan tentang Arden tetapi setelah Teno menjelaskan semuanya orang itu pun mengerti dan segera memberikan alamat dimana kedua orang tua Angga disembunyikan.


" Kita bisa ke sana sekarang, Kak? " tanya Ardi setelah Teno mematikan sambungan telepon itu.


Teno pun menjawab dengan anggukan kepala.


Kemudian mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju tempat orang tua Angga disembunyikan yang berada di pinggiran kita Jakarta dan jarak penduduk.


***


Ardi dan Teno menempuh perjalanan sekitar kurang lebih satu jam, Ardi dan Teno sudah sampai di daerah yang dikatakan oleh orang yang menjaga kedua orang tua Angga. Ada seorang pria yang berdiri di tepi jalan, sepertinya itu adalah orangnya. Orang itu memang mengatakan jika akan menunggu di tepi jalan karena mereka harus melewati jalan setapak untuk mencapai tujuan.


Ardi maupun Teno cukup mengetahui orang itu karena ia adalah seorang dokter terkenal. Ardi dan Teno pun langsung turun dari mobil dan menghampiri orang itu.


" Selamat sore, Dokter Dito " sapa Teno pada orang itu yang bernama Dokter Dito.


" Selamat siang " balas Dokter Dito tersenyum.


Setelah itu Dokter Dito langsung mengantarkan Ardi dan Teno untuk menemui kedua orang tua Angga karena Teno sudah menjelaskan semuanya di telepon tadi termasuk tentang Arden yang saat ini berada di penjara. Dokter Dito adalah teman Arden yang Arden percayai untuk menjaga kedua orang tua Angga yang dulu dirawat oleh kakak dari Dokter Dito.


Sesampainya di sebuah rumah satu-satunya di daerah itu, Dokter Dito berbicara pada salah satu penjaga yang ada di sana. Rumah itu dijaga dengan begitu ketat mungkin karena Arden takut jika apa yang ia lakukan sampai diketahui dan mereka akan dalam bahaya.


" Mari masuk " ucap Dokter Dito pada Ardi dan Teno.


Ardi dan Teno pun masuk ke dalam rumah itu mengikuti Dokter Dito yang sudah masuk lebih dulu.


Baru saja mereka masuk ke rumah itu, dua orang sesuai Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi menghampiri mereka dan bisa dipastikan itu adalah orang tua Angga. Wajah Ayah Angga begitu mirip dengan Angga, bahkan sangat mirip sehingga membuat Ardi dan Teno yakin jika itu adalah kedua orang tua Angga.


" Dito, akhirnya kamu datang " ucap ayah dari Angga itu.


" Iya Kak, maaf ya aku sama Arden jarang jenguk kalian " jawab Dokter Dito.


Kemudian pandangan kedua orang tua Angga beralih pada Ardi dan Teno yang berdiri di belakang Dokter Dito.


" Dito, mereka siapa? " tanya ibu dari Angga heran melihat Ardi dan Teno.


Memang biasanya tidak ada orang yang Arden atau Dito bawa ke rumah itu selain para pengawal dan pembantu. Tetapi jika dari penampilan Ardi dan Teno tidak seperti para pengawal yang di sana.


Dokter Dito segera menyingkir dan memberikan kode pada Ardi dan Teno untuk memperkenalkan diri mereka.


" Perkenalkan saya Teno dan ini Ardi " ucap Teno memperkenalkan diri mereka.


" Saya Hari Lesmana dan ini istri saya Mutia " ucap Papa Hari memperkenalkan diri mereka juga.


" Sebenarnya kalian siapa? " tanya Papa Hari yang sudah sangat penasaran, begitu juga dengan Mama Mutia.


" Kami adalah keluarga angkat dari anak kalian, Angga " jawab Ardi.


Papa Hari dan Mama Mutia sangat terkejut mendengar itu tetapi mereka juga bahagia karena itu artinya putra mereka masih hidup. Bahkan mata Mama Mutia sudah berkaca-kaca dan sangat ingin bertemu putranya itu.


" Lalu dimana putraku? Apa dia datang bersama kalian? " tanya Mama Mutia mencari keberadaan putranya yang ia harap datang bersama dua pemuda itu.


Ardi dan Teno menggelengkan kepala mereka. Sangat berat bagi mereka jika harus menjelaskan yang sebenarnya karena mereka bisa melihat harapan bisa bertemu dengan Angga dari mata kedua orang tua Angga itu.


" Lalu dimana dia sekarang? " tanya Papa Lukman pada Ardi dan Teno.


" Jawabannya mungkin ada di surat ini karena orang yang menulisnya yang seharusnya memberikan jawaban itu " ucap Teno menyerahkan surat dari Arden itu.


Papa Hari menerima surat itu dan membukanya untuk membacanya bersama dengan istrinya.


Kak Hari, Kak Mutia.


Aku minta maaf atas semua kesalahanku pada kalian sehingga aku memisahkan kalian dengan putra kalian. Aku minta maaf tidak bisa menemui kalian lagi karena aku akan pergi ke penjara untuk menebus semua dosa dan kesalahanku. Aku sudah menemukan putra kalian dan aku langsung mengenalinya karena dia begitu mirip dengan Kak Hari. Tapi aku minta maaf karena tidak bisa menepati janjiku untuk mempertemukan kalian dengan Angga. Angga mengorbankan dirinya untuk keluarga angkatnya yang saat itu sedang menjadi target kejahatanku dan membawa bom yang aku pasang sehingga meledak bersamanya. Aku sudah berusaha mencegahnya tetapi aku terlambat. Ini semua salahku tapi masih berharap jika dia akan selamat. Aku minta maaf pada kalian karena sekali lagi aku memisahkan kalian dengan putra kalian. Aku benar-benar minta maaf.


Arden


Papa Hari dan Mama Mutia terduduk lemas setelah membaca surat itu. Harapan mereka untuk bertemu dengan putra mereka pupus begitu saja. Mereka tahu sepak terjang kelompok mafia Arden dan kemungkinan besar putra mereka tidak akan selamat.


" Mas, putra kita. Kita tidak akan bisa bertemu dengan dia " ucap Mama Mutia dalam tangisnya.


" Ini sudah takdir kita, Sayang " ucap Papa Hari memeluk Mama Mutia.


Papa Hari memang sudah siap jika memang harus kehilangan putranya tetapi walaupun begitu hatinya sangat hancur saat tahu putranya menjadi korban dari ledakan bom yang ia tahu sangat berbahaya itu.


" Maaf Tuan, kalian harus ikut kami. Ada seseorang yang harus kalian temui " ucap Teno setelah kedua orang tua Angga sedikit tenang.


" Siapa? " tanya Papa Hari karena mereka tidak mempunyai siapapun.


" Istri dari Angga " jawab Teno.


Kembali mereka dibuat terkejut karena mereka baru mengetahui jika Angga sudah menikah. Mama Mutia yang tadinya sudah putus asa kini merasa memiliki harapan baru walaupun sebagai ibu ia tetap merasa sangat hancur putranya harus berakhir seperti itu. Mama Mutia bahkan berharap Angga memiliki seorang anak yang mampu mengobati rasa rindunya pada putranya itu.


Setelah itu kedua orang tua Angga pergi ke rumah utama bersama dengan Ardi dan Teno untuk bertemu dengan istri Angga yang tidak lain adalah Arisa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘