Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
56. Ternyata Masih Hidup


Arden berlari menjauh dari gedung perusahaan untuk membawa Angga menjauh dari sana karena Angga pasti mengejarnya. Ia harus berbicara dengan Angga dan anggotanya yang lain tidak boleh mendengarnya karena itu akan menggagalkan rencananya untuk membubarkan kelompok mafia itu.


" Jangan lari, badjingan " teriak Angga mengejar Arden yang berlari menjauh.


Bagaimana pun ia harus bisa membalaskan dendam kepada orang yang sudah membunuh kedua orang tuanya tanpa ia ketahui jika kedua orang tuanya masih hidup dan disembunyikan oleh Arden untuk melindunginya. Angga masih mengingat jelas wajah itu sehingga ia mudah mengenali Arden karena Arden juga tidak banyak berubah.


Setelah cukup jauh, Arden pun menghentikan langkahnya. Ia melihat Angga yang berdiri tidak jauh dari dirinya masih dengan tatapan kebencian. Wajar Angga seperti itu karena yang Angga tahu jika ia adalah pembunuh kedua orang tuanya.


" Jangan coba-coba untuk lari karena kamu akan mati di tanganku " ucap Angga pada Arden.


" Kamu bisa membunuhku nanti tetapi tolong dengarkan aku. Ada hal penting yang harus kamu ketahui " ucap Arden terima jika Angga akan membunuhnya.


Arden tidak takut lagi untuk mati karena rasa penyesalan membuat sebuah keluarga terpisah sangat menyiksa dirinya. Ia terus saja dihantui rasa bersalah setiap saat hingga hidupnya tidak tenang. Ia tidak masalah jika ia harus mati tetapi ia harus mempertemukan Angga dengan kedua orang tuanya terlebih dahulu.


" Tidak ada yang perlu aku dengarkan lagi dari seorang pembunuh seperti dirimu " ucap Angga menyerang Arden kembali.


Arden mau tidak mau harus melawan Angga agar ia tidak terbunuh sebelum mempertemukan Angga dengan kedua orang tuanya. Tetapi ia tetap mencoba berbicara dengan Angga agar Angga mau mendengarkannya.


" Aku mohon, ini sangat penting. Kedua orang tuamu masih hidup dan mereka aman di bawah perlindunganku " ucap Arden yang berhasil menghentikan Angga.


Deg.


Angga berhenti menyerang Arden dan terdiam setelah mendengar itu. Ia sebenarnya tidak percaya dengan apa yang Arden katakan tapi ia sangat berharap kedua orang tuanya memang masih hidup. Ia menatap Arden dengan tatapan tajam dan menuntut penjelasan.


" Tolong dengarkan aku dulu. Kamu bisa membunuhku setelah aku mempertemukanmu dengan kedua orang tuamu. Aku hanya ingin sedikit menebus rasa bersalahku pada kalian. Selama ini aku mencarimu tetapi aku tidak pernah bisa menemukanmu karena ternyata kamu bagian dari Wicaksono Group, jadi pantas saja sulit untuk diketahui. Aku sangat senang bertemu denganmu sekarang. Jadi tolong dengarkan aku " ucap Arden pada Angga.


" Apa ini benar? Apa Papa dan Mama masih hidup? " ucap Angga dalam hati.


Karena ia sangat penasaran dan ingin tahu mengenai kedua orang tuanya, Angga pun tersedia untuk mendengarkan Arden dan akan memutuskannya nanti. Sekarang yang terpenting dalam otaknya adalah ingin tahu bagaimana keadaan orang tuanya.


" Aku akan mendengarkan apa yang ingin kamu katakan tapi jangan harap kamu bisa lepas dariku setelah ini, walaupun memang benar orang tuaku masih hidup. Apa yang kamu lakukan pada kami itu sudah menghancurkan hidupku " ucap Angga akhirnya.


" Aku mengerti. Setelah ini apapun yang ingin kamu lakukan padaku, aku tidak akan melawan " jawab Arden tanpa ragu.


Setelah itu, Arden pun menceritakan masa lalunya hingga ia terpaksa harus membunuh keluarga Angga hingga ia mencoba mencari Angga setelah sang ketua meninggalkan dunia. Ia juga menjelaskan jika kedua orang tua Angga sekarang dalam keadaan baik-baik saja di sebuah tempat. Mereka hanya meminta Arden untuk mencari keberadaan Angga dan menjaganya karena mereka yakin anak mereka masih hidup. Arden juga berusaha menjamin keselamatan mereka di sana sehingga sampai saat ini, itu semua tidak ada yang mengetahui selain Arden dan temannya yang merupakan adik dari dokter yang merawat kedua orang tua Angga.


" Papa, Mama " gumam Angga meneteskan air matanya.


Angga segera menghapus air matanya dan ingin meminta Arden membawanya bertemu dengan kedua orang tuanya.


" Bawa aku menemui kedua orang tuaku sekarang " ucap Angga pada Arden.


" Tidak bisa sekarang " jawab Arden yang membuat Angga kembali emosi.


Angga menarik kerah pakaian Arden dan melayangkan tatapan tajam karena merasa Arden telah mempermainkannya.


" Kamu jangan main-main denganku " ucap Angga berusaha masih menahan emosinya.


" Aku akan mengantarmu ke tempat mereka tetapi kita harus menyelamatkan perusahaan tuanmu karena kami sudah meletakkan sebuah bom yang tidak bisa dijinakkan pada ruang direktur karena perintah Tuan Mike. Kita harus segera kembali ke gedung perusahaan dan membawa bom itu ke hutan atau laut yang tidak terdapat banyak manusia karena bom itu sangat berbahaya. Waktu yang tersisa hanya sekitar tiga puluh menit lagi jadi kita harus cepat " ucap Arden pada Angga karena ada hal yang lebih penting.


Arden harus menyelamatkan perusahaan itu dan mengabaikan perintah Tuan Mike yang sudah membayar mereka karena sekarang ia sudah menemukan Angga. Ia juga akan segera mengirimkan bukti-bukti kejahatan mereka kepada polisi agar ia bisa menebus semua kesalahannya di penjara dan membubarkan kelompok mafia agar tidak ada lagi sebuah kelompok yang bayar untuk melakukan kejahatan.


Mata Angga membola mendengar itu. Karena rasa dendamnya ingin membalas kematian kedua orang tuanya, Angga melupakan tugas utamanya untuk melindungi Wicaksono Group dan keluarga Wicaksono.


" Itu tidak boleh terjadi. Aku harus menyelamatkan mereka " ucap Angga langsung berlari menuju gedung perusahaan.


Angga tidak memperdulikan Arden lagi sekarang karena yang terpenting baginya harus bisa menyelamatkan keluarga Wicaksono walaupun nyawa sebagai taruhannya. Ia rela melakukan apa saja untuk orang yang telah berjasa untuk hidupnya.


Sedangkan Arden segera menyusul Angga dan ia akan membantunya karena ia yang telah memasang bom itu. Akan lebih mudah dan cepat jika ia yang melakukannya karena bom itu harus segera dibawa pergi jauh sebelum meledak tiga puluh menit lagi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘