
Dua jam berlalu, tetapi kobaran api belum juga padam karena memang cukup luas area hutan yang terbakar akibat dampak ledakan bom. Seorang polisi meminta Tuan Gunawan dan yang lainnya untuk pulang ke rumah masing-masing terlebih dahulu dan mereka serta sebuah tim yang dikerahkan akan mencari Angga yang entah masih hidup atau tidak. Hari juga sudah hampir pagi dan mereka juga harus pulang untuk beristirahat sebentar dan memberikan kabar pada orang rumah.
" Teno, Ardi, sebaiknya kita pulang terlebih dahulu dan menunggu kabar dari mereka nanti " ucap Tuan Gunawan pada Ardi dan Teno.
" Tuan dan Tuan Muda pulang lah lebih dulu. Saya akan tetap di sini sampai bisa menemukan Angga " tolak Teno karena ia masih ingin mencari Angga.
" Saya tahu kamu sangat terpukul dengan kejadian ini, tapi kita harus segera pulang karena kita harus memberitahu istri Angga tentang ini. Nanti kita akan kembali ke sini lagi " ucap Tuan Gunawan agar Teno bersedia pulang terlebih dahulu.
Akhirnya Teno pun bersedia untuk pulang bersama dengan Tuan Gunawan dan Ardi, tapi ia akan segera kembali nanti.
" Tunggu, Tuan " ucap Arden menghampiri Tuan Bahadur dan yang lain dengan polisi yang selalu menjaga di sampingnya.
" Ada apa? " tanya Tuan Gunawan pada Arden.
Arden mengeluarkan sebuah kartu nama dan surat yang sempat ia tulis lalu memberikannya kepada Tuan Gunawan.
" Saya minta tolong hubungi orang ini dan jemput kedua orang tua Angga di sana. Angga berpesan agar bisa mempertemukan kedua orang tuanya dengan istrinya. Saya tidak bisa melakukan itu karena saya harus pergi ke kantor polisi dan bertanggung jawab atas semua kesalahan saya. Saya mohon Tuan, bantu saya " ucap Arden memohon pada Tuan Gunawan.
Mereka sangat terkejut saat mendengar jika orang tua Angga masih hidup karena yang mereka tahu jika Angga adalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki siapa pun di dunia ini sehingga Tuan Gunawan memutuskan untuk merawatnya.
" Saya tahu kalian terkejut tetapi saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Saya mohon pertemuan mereka dengan istri Angga " ucap Arden melihat keterkejutan di wajah mereka.
" Baiklah " jawab Tuan Gunawan menerima kartu nama dan surat yang diberikan Arden.
Ternyata Tuan Gunawan juga mengenali siapa yang ada di kartu nama itu. Seorang dokter hebat yang sangat sulit untuk ditemui karena terkenal sangat sibuk.
Setelah itu Arden pun pergi bersama dengan polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama ini. Sedangkan Tuan Gunawan serta Ardi dan Teno juga segera pulang dan mereka harus siap-siap menjelaskan tentang kejadian ini pada orang rumah terutama Arisa karena Angga tidak kembali bersama mereka. Di sepanjang perjalanan, mereka semua terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mereka merasa sangat terpukul dengan kejadian ini yang harus mengorbankan Angga.
***
Arisa segera berlari menuruni tangga saat mendengar suara mobil memasuki halaman rumah Keluarga Wicaksono. Arisa sangat berharap itu adalah Angga yang kembali dengan selamat. Tya segera menyusul Arisa dan meminta Mbok Inem yang kebetulan bangun untuk menjaga Aditya. Nyonya Dewi juga segera keluar dari sejujurnya ia juga tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan mereka semua.
" Assalamualaikum " ucap Tuan Gunawan saat memasuki rumah setelah pengawal membukakan pintu utama.
" Walaikumsalam " jawab Arisa serta Tya dan Nyonya Dewi.
Arisa segera menghampiri mereka disusul oleh Tya dan Nyonya Dewi lalu mencari keberadaan suaminya.
" Apa semua sudah baik-baik saja? " tanya Nyonya Dewi pada Tuan Gunawan.
Tuan Gunawan pun menganggukan kepalanya. " Semua sudah baik-baik saja " jawab Tuan Gunawan.
Semua orang yang tinggal di rumah pun merasa lega termasuk Tya yang berada di samping Ardi. Mereka bertiga cukup banyak mengalami luka lebam akibat perkelahian yang tadi mereka lakukan tapi tidak parah sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Arisa terus mencari keberadaan Angga hingga ia keluar dari rumah tetapi ia tidak juga melihat suaminya itu.
" Ayah, Kak Ardi, Kak Teno. Mas Angga dimana? " tanya Arisa pada mereka bertiga karena tidak kunjung melihat suaminya.
" Mas Angga mana? Suamiku mana? " tanya Arisa dengan suara yang bergetar karena pikiran buruk kembali muncul di kepalanya karena melihat respon dan juga ekspresi wajah mereka saat ia menanyakan Angga.
Tya langsung menghampiri Arisa dan mengusap lembut lengannya agar Arisa tenang terlebih dahulu.
" Arisa, kami tidak menginginkan ini tapi Angga... " Tuan Gunawan menghentikan ucapannya karena ia merasa tidak sanggup menyampaikannya karena ia juga merasa sangat terpukul dan bersalah.
" Suamiku kenapa, Ayah? Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana Mas Angga? " tanya Arisa karena ia ingin segera bertemu dengan suaminya itu.
" Kami tidak tahu Angga bagaimana sekarang karena mobil yang ia bawa terdapat bom di dalamnya dan meledak. Kami tidak tahu Angga selamat atau tidak karena pemadam kebakaran dan polisi sedang mencoba memadamkan api akibat ledakan itu " jawab Tuan Gunawan menjelaskan keadaan Angga.
Deg.
Arisa merasa seperti disambar petir di siang hari mendengar itu dari Tuan Gunawan. Tubuhnya terasa lemas dan hampir terjatuh jika saja Tya tidak memeganginya. Arisa menggelengkan kepalanya dan menolak untuk percaya walaupun air mata sudah mengalir deras di pipinya.
" Enggak, enggak mungkin. Mas Angga pasti baik-baik aja dan dia kembali bersama kalian, kan. Sekarang suamiku masih berada di mobil kan. Aku akan memanggilnya " ucap Arisa tidak bisa mempercayai itu.
Arisa ingin segera pergi keluar tetapi Tya menahannya dan langsung memeluknya. Bukan hanya Arisa yang terkejut dan merasa sangat sedih tapi Tya dan juga Nyonya Dewi.
" Arisa, tenanglah. Kita harus berdoa agar Kak Angga bisa selamat " ucap Tya pada Arisa.
" Enggak, Kak. Suamiku pasti selamat dan dia baik-baik saja. Ayah pasti bohong kan " ucap Arisa memberontak dari pelukan Tya.
Arisa kembali menatap Tuan Gunawan dan berharap Tuan Gunawan mengatakan jika apa yang disampaikannya itu bohong.
" Maafkan Ayah, Arisa. Ayah tidak bisa mencegah dan menyelematkan Angga " ucap Tuan Gunawan yang merasa bersalah melihat Arisa yang begitu hancur.
Sedangkan Ardi dan Teno hanya bisa terdiam dan semakin terpukul melihat betapa hancurnya Arisa. Mereka juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa mencegah Angga.
" Mas Angga, jangan tinggalin aku " teriak Arisa dengan tangis yang semakin keras.
Beberapa detik kemudian, Arisa terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri membuat mereka semua panik.
" Arisa " ucap mereka semua langsung menghampiri Arisa.
Teno segera mengangkat tubuh Arisa dan membawanya ke kamar tamu. Sedangkan Ardi segera menghubungi Dokter Diki untuk bisa datang saat itu juga karena mereka khawatir dengan keadaan Arisa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π