Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
49. Memperkenalkan Angga


Setelah selesai sarapan, Angga langsung membereskan bekas makan mereka dan mencucinya bersama dengan peralatan masak tadi yang ia gunakan. Arisa ingin membantunya tetapi Angga melarangnya dengan keras dan tidak membiarkan Arisa melakukan apapun. Akhirnya Arisa hanya bisa duduk manis dan memperhatikan apa saja yang Angga lakukan.


" Aku akan antar kamu ke kamar dan beristirahatlah " ucap Angga setelah semuanya selesai.


" Gak mau, Mas. Aku tuh sudah gak papa " tolak Arisa.


Karena Arisa tidak ingin pergi ke kamar untuk beristirahat, mereka pun pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Beruntung hari ini adalah akhir pekan sehingga mereka bisa menghabiskan waktu berdua, apalagi Angga tidak ingin meninggalkan Arisa sendiri saat Arisa masih sakit karena ulahnya. Walaupun begitu, ia tetap harus bersiap jika saja Ardi dan Tya atau anggota keluarga Wicaksono yang lainnya memberikan tugas kepadanya.


" Mas Angga hari ini libur, kan? " tanya Arisa tiba-tiba saat mereka sedang menonton televisi.


" Iya " jawab Angga menoleh ke arah Arisa.


" Kenapa? " tanya Angga.


" Aku mau aja kamu ke suatu tempat dan mempertemukan kamu sama seseorang, Mas " jawab Arisa.


Angga mengerutkan keningnya bingung sekaligus penasaran Arisa ingin mengajaknya kemana dan bertemu dengan siapa.


" Kemana? Dan dengan siapa? " tanya Angga pada Arisa.


" Nanti juga kamu bakal tau, Mas. Yang penting kamu mau pergi sama aku " ucap Arisa tidak ingin memberitahu Angga sekarang.


" Baiklah, kita pergi " jawab Angga yang ingin tahu Arisa ingin membawanya kemana dan bertemu dengan siapa.


Angga pun mematikan televisi yang tadi mereka tonton dan segera pergi ke kamar untuk bersiap-siap pergi.


***


Angga dan Arisa sudah siap lalu mereka pun segera masuk ke dalam mobil untuk menuju tempat yang Arisa maksud. Arisa menyebutkan nama daerah itu dan ia akan mengatakan lebih jelas lagi jika sudah hampir sampai.


" Sebenarnya Arisa ingin membawaku kemana? Dan bertemu siapa? " tanya Angga pada dirinya sendiri di dalam hati.


Setelah sudah sampai di daerah itu, Angga sedikit bingung karena Arisa mengatakan sebuah tempat yang tidak lain adalah sebuah tempat pemakaman. Angga cukup bingung apa yang akan mereka lakukan di sana tetapi ia hanya diam hingga Arisa mengatakannya sendiri kepada dirinya.


" Kita beli bunga dulu ya, Mas " ucap Arisa saat mereka baru turun dari mobil dan Angga pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Arisa berjalan di belakang Angga tetapi Angga segera menghentikan langkahnya dan menggandeng tangan Arisa. Angga merasa tempat itu cukup aman dan tidak akan ada musuh-musuhnya di sana.


Arisa sedikit terkejut tetapi ia segera tersenyum saat tangan besar Angga terus menggandengnya sampai mereka berada di tempat yang menjual bunga tabur.


" Sebenarnya Arisa ingin aku bertemu siapa? " batin Angga bertanya-tanya karena Arisa mengajaknya memasuki area pemakaman setelah membeli bunga.


" Kita sudah sampai, Mas " ucap Arisa pada Angga.


Angga melihat nama yang tertulis di batu nisan makam itu dan ia sedikit terkejut saat di sana tertulis nama ayah dari Arisa dan di sebelahnya nama ibunya yang berarti itu adalah makam kedua mertuanya. Sekarang Angga baru mengerti jika Arisa ingin ia menemui ayah dan ibunya yang sudah meninggal.


" Jadi Arisa membawaku ke makam kedua orang tuanya " ucap Angga di dalam hati.


Kemudian Angga berjongkok mengikuti Arisa yang sudah lebih dulu berjongkok di atas makam kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum, Ayah, Ibu " salam Arisa menatap kedua makam itu.


" Maafin Arisa yang sudah lama banget gak datang buat jengukin Ayah sama Ibu. Hari ini Arisa datang lagi karena Arisa kangen banget sama Ayah sama Bunda dan Arisa gak cuma datang sendiri " ucap Arisa melirik Angga yang berada di sebelahnya.


" Hari ini Arisa datang bersama suami Arisa yang Arisa bilang sebelum hari pernikahan kami. Namanya Mas Angga, dia laki-laki yang sangat baik dan juga suami yang baik buat Arisa. Jadi mulai sekarang Ayah sama Ibu gak perlu khawatir lagi karena selain Bang Reno, sekarang ada Mas Angga yang bakal jagain Arisa " lanjut Arisa tersenyum tetapi ia juga mengusap air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya.


Setiap datang ke makam kedua orang tuanya, Arisa selalu merasa sedih karena ia hanya bisa menghabiskan waktu sedikit bersama mereka dan ia juga tidak mengingatnya dengan begitu jelas karena saat itu ia masih berusia empat tahun. Biasanya setiap minggu atau paling lama satu bulan sekali ia mengunjungi makam kedua orang tuanya tetapi karena ia cukup sibuk dan Angga pun begitu sehingga ia baru bisa datang kembali dan sekaligus memperkenalkan Angga yang sudah menjadi suaminya. Terakhir ia ke makam kedua orang tuanya adalah pagi hari sebelum pernikahannya dan Angga untuk meminta izin dan restu.


Angga hanya diam di sebelah Arisa dan membiarkan Arisa berbicara pada kedua orang tuanya. Ia hanya merangkul dan mengusap pundak Arisa ketika Arisa mulai mengeluarkan air matanya.


" Mas, aku sengaja ajak Mas Angga ke sini untuk bertemu kedua orang tuaku. Selama kita menikah, aku belum memperkenalkan kamu pada mereka " ucap Arisa pada Angga.


Angga menganggukkan kepalanya lalu mengusap sisa-sisa air mata di wajah Arisa.


" Assalamualaikum, Ayah, Ibu. Perkenalkan nama saya Angga, saya adalah suami dari putri kalian. Saya berjanji akan menjaga Arisa semampu saya dan selalu berusaha untuk membahagiakan Arisa. Jadi mulai sekarang kalian tidak perlu khawatir lagi karena sekarang sudah ada saya yang akan menjaganya " ucap Angga pada kedua mertuanya di tempat peristirahatan terakhir mereka.


Setelah mengatakan itu, Angga menoleh ke arah Arisa dan melihat Arisa yang meneteskan air matanya kembali. Angga menarik kepala Arisa agar bersandar di dadanya dan menumpahkan tangisnya di sana. Benar saja, Arisa pun langsung menangis. Arisa menangis karena ia sangat merindukan kedua orang tuanya.


" Jangan menangis lagi. Kita bisa lebih sering mengunjungi kedua orang tuamu jika kamu merindukan mereka " ucap Angga setelah Arisa tenang dan mengusap air mata Arisa dengan kedua ibu jarinya.


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Setelah itu mereka pun menaburkan bunga yang tadi mereka beli dan tak lupa mereka membacakan doa untuk kedua orang tua Arisa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘