Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
64. Bertemu Orang Tua Angga


Saat mereka sudah selesai makan malam bersama, bertepatan dengan Ardi dan Teno yang baru sampai rumah. Arisa yang awalnya ingin pergi ke kamarnya pun ikut keluar menyambut mereka karena Nyonya Dewi mengatakan ada yang ingin bertemu dengan dirinya. Arisa cukup penasaran siapa itu karena tidak ada yang mengetahui keberadaannya sekarang selain keluarga Wicaksono dan kakaknya.


" Siapa yang mau bertemu sama Arisa, Bu? " tanya Arisa pada Nyonya Dewi.


" Nanti juga kamu tahu, Sayang. Mereka akan menjadi orang yang penting bagi kamu " jawab Nyonya Dewi.


Arisa pun semakin dibuat penasaran oleh ucapan Nyonya Dewi.


Saat ia sampai di ruang tamu bersama Nyonya Dewi, Arisa bisa melihat sepasang suami istri dan seperti masih seusia dengan Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi sedang duduk di ruang tamu. Saat melihat wajah mereka, Arisa seketika memundurkan langkahnya.


Deg.


" Siapa mereka? Kenapa Bapak itu mirip Mas Angga? " ucap Arisa dalam hati.


" Atau mereka keluarga Mas Angga. Tapi Mas Angga bilang kalau dia gak punya keluarga selain keluarga Wicaksono. Lalu siapa mereka? " lanjut Arisa sebenarnya sangat penasaran.


Kedua orang tua Angga juga melihat ke arah Arisa. Mereka sangat yakin jika itu adalah istri dari Angga karena Ardi sudah memperkenalkan Tya sebagai istrinya dan tidak ada wanita muda lainnya di rumah itu. Papa Hari dan Mama Mutia pun langsung berdiri dari duduknya.


" Arisa, kemari Nak " ucap Tuan Gunawan pada Arisa.


Arisa menoleh pada Nyonya Dewi dan Nyonya Dewi pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Arisa segera mendekat pada Tuan Gunawan dan dua orang yang belum ia ketahui siapa mereka.


" Arisa, ini adalah Pak Hari dan Bu Mutia. Mereka adalah kedua orang tua dari Angga yang artinya adalah mertuamu " ucap Tuan Gunawan pada Arisa yang sudah berada di sisinya.


Mata Arisa langsung membola mendengar itu karena Angga mengatakan jika kedua orang tuanya telah tiada karena di bunuh.


" Ayah, tapi Mas Angga mengatakan jika kedua orang tuanya telah tiada " ucap Arisa masih belum bisa percaya.


" Kami juga sebelumnya juga mengira seperti itu tetapi sebuah kebenaran terungkap dan kedua orang tua Angga masih hidup. Mereka selama ini dijaga dan disembunyikan hingga keadaan aman. Kami akan menjelaskannya semua padamu nanti " ucap Tuan Gunawan pada Ardi.


Arisa menatap kedua orang tua Angga yang baru ia ketahui hari ini dengan mata berkaca-kaca.


" Alhamdulillah. Arisa sangat senang dan bersyukur kalau orang tua Mas Angga masih hidup " ucap Arisa merasa bersyukur.


Walaupun sekarang Angga entah dimana dan bagaimana tetapi ternyata ada hal lain yang baik.


Arisa segera mendekat kedua orang tua Angga dan mencium tangan mereka. Sedangkan Bu Mutia sudah menangis melihat istri dari putranya itu.


" Saya Arisa, istri Mas Angga. Maafkan kami menikah tanpa restu dari kalian " ucap Arisa memperkenalkan dirinya.


" Tidak apa-apa, Nak. Kami sangat senang bisa bertemu denganmu " jawab Papa Hari.


Mama Mutia mengusap lembut wajah Arisa. " Kamu cantik sekali, Sayang " ucap Mama Mutia dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Mama Mutia pun langsung memeluk Arisa dan Arisa langsung membalas pelukan itu. Dua wanita berbeda usia itu berpelukan dan menangis. Mereka berdua adalah orang yang paling terluka dengan kejadian ini. Dua wanita yang sangat Angga cintai.


" Kamu harus kuat, Sayang. Mama yakin Angga pasti kembali " ucap Mama Mutia pada Arisa karena hati kecilnya mengatakan jika putranya akan kembali.


" Iya Ma " jawab Arisa lalu melepaskan pelukan mereka.


Arisa tahu jika yang dirasakan Mama Mutia lebih sakit daripada dirinya. Ibu yang mengandung dan melahirkan suaminya dan belum sempat bertemu lagi setelah lama berpisah tetapi harus ada kejadian seperti ini.


" Iya Pak. Arden menyerahkan dirinya ke penjara dan ia juga mengirimkan semua bukti kejahatan mereka selama ini sehingga seluruh anggota kelompok mafianya tertangkap sekarang. Saya rasa Arden akan mendapatkan keringanan dalam hukumannya karena perbuatannya ini. Saya juga akan berusaha membantu agar tidak terlalu lama mendekam di penjara karena saya yakin dia adalah orang yang baik " jawab Tuan Gunawan.


Papa Hari pun menganggukan kepalanya mengerti.


Setelah itu Papa Hari dan Mama Mutia beristirahat di sebuah kamar yang sudah disiapkan. Mereka akan tinggal di sana untuk sementara selama keadaan masih belum aman. Mereka merasa sungkan jika harus menumpang di rumah keluarga Wicaksono terlalu lama.


" Sayang, tolong antar makan malam untuk kedua orang tua Angga " ucap Nyonya Dewi menyerahkan nampan berisi makanan kepada Tya.


Belum sempat Tya menerima nampan itu, Arisa sudah mengambil alih dari tangan Nyonya Dewi.


" Biar Arisa aja, Bu " ucap Arisa pada Nyonya Dewi.


" Tapi Ris, kamu harus istirahat " ucap Tya karena khawatir pada Arisa.


" Gak papa Kak, lagian cuma sebentar. Setelah ini aku langsung istirahat " jawab Arisa tersenyum.


Kemudian Arisa segera pergi ke kamar yang ditempati oleh kedua mertuanya. Arisa mengetuk pintu kamar itu terlebih dahulu.


Tok tok tok.


" Pa, Ma, ini Arisa " ucap Arisa di depan kamar.


Tak lama kemudian, pintu itu pun terbuka. Mama Mutia meminta Arisa untuk masuk.


" Kamu tidak perlu mengantarkan makanan untuk kami, Nak " ucap Papa Hari pada menantunya itu.


" Iya Sayang. Kamu harus istirahat kan, wajah kamu sangat pucat " tambah Mama Mutia mengusap lembut kepala Arisa yang tertutup jilbab.


" Tidak apa-apa, Ma, Pa " jawab Arisa lalu meletakkan nampan itu di atas meja yang ada di kamar itu.


Setelah itu Arisa kembali menghampiri Papa Hari dan Mama Mutia.


" Papa dan Mama makan saja lalu istirahat. Arisa keluar dulu " ucap Arisa pada kedua orang tuanya.


" Terima Sayang. Besok kita mengobrol ya, ada banyak sekali yang ingin Mama bicarakan dengan kamu " jawab Mama Mutia.


Arisa pun menganggukan kepalanya. Arisa segera keluar dari kamar itu dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


" Aku bersyukur Angga mendapatkan istri yang sangat baik, Mas " ucap Mama Mutia setelah Arisa keluar.


" Iya, meskipun kita tidak bisa bertemu putra kita tetapi kita masih bisa bertemu istrinya " jawab Papa Hari.


Setelah itu mereka berdua pun segera duduk di sofa dan menyantap makanan yang dibawakan oleh Arisa setelah itu beristirahat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘