
Pria yang merupakan seorang ketua kelompok mafia itu sangat terkejut dengan apa yang Angga katakan. Ia juga merasa pernah bertemu dengan Angga, apalagi jika dilihat dari tatapan Angga yang sepertinya sangat membenci dirinya. Wajah Angga juga mengingatkan dirinya dengan seseorang yang ia temui di masa lalu dan sekarang masih ia sembunyikan.
" Apa jangan dia anak kecil itu? " batin pria itu mencoba untuk menangkis setiap pukulan Angga yang sedang menyerangnya dengan membabi buta.
Flashback on.
Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda miskin bernama Arden terpaksa harus bergabung dengan sekelompok mafia karena ketua dari kelompok mafia itu sudah menyelamatkan nyawanya dari pamannya yang ingin membunuhnya. Untuk membalas budi, Arden terpaksa menjadi seorang mafia dan harus menuruti semua perintah sang ketua. Arden yang saat itu baru berusia tujuh belas tahun hanya bisa patuh karena untuk menolak ia tidak mampu, ia juga takut jika sang ketua akan membunuhnya.
Suatu ketika, sang ketua memerintahkan Arden untuk merampok semua rumah atas permintaan seseorang yang sudah membayar mereka. Sang ketua merasa Arden sudah mampu menjalankan tugas itu karena kemampuan Arden sudah sangat meningkat setelah ia melatihnya langsung. Sang ketua juga memerintahkan Arden untuk membunuh semua orang yang tinggal di rumah itu.
" Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bisa menghilangkan nyawa orang lain " tolak Arden karena ia merasa tidak mampu dan ia juga tidak ingin melakukan perbuatan keji itu.
" Kamu sudah berani menolak perintah saya. Kamu masih bisa hidup itu karena saya menyelamatkan kamu jadi turuti semua perintah saya atau kamu akan saya bunuh " ucap sang ketua pada Arden.
Arden pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menjalankan semua perintah sang ketua walaupun sangat bertentangan dengan hatinya.
Di malam itu, Arden bersama anggota mafia yang lain pergi ke rumah yang sudah menjadi target mereka. Mereka memasuki rumah itu dengan menyamar sebagai perampok dengan tujuan utama membunuh semua orang yang tinggal di rumah itu.
" Kalian siapa? " tanya seorang anak lelaki berusia tujuh tahun yang keluar dari kamarnya.
Terlihat anak laki-laki itu sangat ketakutan saat melihat banyak orang dewasa berpakaian serba hitam memasuki rumahnya. Saat itu hanya Arden yang menyadari keberadaan anak laki-laki itu.
" Papa, Mama, ada orang jahat masuk ke rumah kita " teriak anak laki-laki itu memanggil kedua orang tuanya.
Teriakan anak itu membuat anggota mafia yang lain mendekat dan juga sepasang suami istri keluar dari kamarnya. Mereka sangat terkejut saat melihat ada perampok memasuki rumah mereka.
" Siapa kalian? " ucap sang suami pada Arden.
Arden hanya diam hingga seorang temannya memintanya segera melakukan tugasnya.
" Cepat lakukan tugasmu atau nyawamu akan melayang di tangan ketua " ucap teman Arden.
Arden tidak punya pilihan lain dan segera mengeluarkan pedang dari balik pakaiannya untuk membunuh mereka semua.
" Sayang, jaga Angga " ucap sang suami pada istrinya untuk menjaga anak mereka.
" Iya Mas " jawab sang istri langsung memeluk anak mereka yang sedang ketakutan.
Arden menyerang pria itu dan masih bisa dilawan karena pria itu memiliki kemampuan bela diri yang sangat bagus. Arden cukup kewalahan hingga akhirnya ia menusukkan pedangnya ke perut pria itu saat pria itu lengah hingga darah segar keluar dari perut pria itu.
" Suamiku " teriak sang istri saat melihat suaminya tertusuk.
" Papa " teriak anak laki-laki berlari mendekati ayahnya.
Sedangkan Arden menatap pria yang berhasil ia tusuk dengan pedang dengan tatapan tidak percaya dan tangan yang gemetar. Anggota mafia yang lain tidak membantu Arden sama sekali karena tugas itu memang untuk Arden. Mereka hanya bertugas menemani dan mengambil barang-barang berharga milik di rumah itu.
" Ini akan lebih mudah jadi kami tinggal dulu " ucap teman Arden lalu pergi untuk mengambil barang-barang berharga.
Arden tidak memperdulikan mereka karena fokusnya sekarang pada pria yang ia berusaha bunuh.
Di sebelahnya, anak laki-laki itu juga terus menangis dan memeluk sang ayah.
" Tolong maafkan saya. Saya harus menjalankan tugas ini untuk membunuh kalian " ucap Arden dengan rasa bersalah yang sangat besar.
Sepasang suami istri itu menatap ke arah Arden, mereka tidak menyangka bahwa Arden akan meminta maaf. Sang suami pun menjadi mengerti jika ini semua memang sudah direncanakan walaupun ia tidak tahu siapa yang memerintahkan Arden.
" Kamu bisa membunuh saya, tetapi tolong jangan istri dan anak saya. Tolong jaga mereka " ucap Sang suami dengan menahan sakit di perutnya.
" Mohon maaf Tuan, saya harus membunuh kalian semua " jawab Arden tidak bisa menyanggupi permintaan pria itu.
Dengan memejamkan matanya, Arden pun menyerang dan menusuk perut sang istri hingga sepasang suami istri itu tidak sadarkan diri dengan tubuh yang berlumuran darah.
" Mama " teriak anak laki-laki melihat ibunya juga ditusuk.
Anak laki-laki itu menatap penuh kebencian pada Arden yang sudah membunuh kedua orang tuanya.
" Paman jahat, Paman sudah membunuh Papa dan Mama " teriak anak laki-laki itu pada Arden.
Arden hanya bisa mengatakan kata maaf berkali-kali tetapi harus segera menyelesaikan tugasnya sebelum teman-temannya kembali.
Saat Arden ingin membunuh anak laki-laki itu, Arden merasa tidak tega dan melihat anak laki-laki itu seperti dirinya. Akhirnya Arden pun memutuskan untuk menyelamatkan anak laki-laki itu. Arden memukul tengkuk anak laki-laki itu sehingga ia tidak sadarkan diri. Arden membuat seolah-olah anak laki-laki itu juga berhasil ia bunuh dengan memberikan darah kedua orang tuanya ke pakaian anak laki-laki itu.
" Maafkan aku " ucap Arden sangat merasa bersalah telah menghilangkan nyawa seseorang.
Arden mencoba memeriksa denyut nadi sepasang suami istri itu dan ternyata mereka masih hidup. Arden sangat bersyukur akan hal itu dan ia memutuskan untuk menyelamatkan mereka dan menyembunyikannya di tempat yang aman. Arden juga menolak saat teman-temannya akan membantunya membuang sepasang suami istri itu yang mereka kira sudah meninggal. Arden beralasan akan membuangnya sendiri karena itu tugasnya.
Arden membawa mereka ke rumah seorang temannya yang memiliki orang tua dokter untuk mengobati mereka tetapi ia tidak membawa anak laki-laki itu bersamanya. Arden meninggalkannya di tepi jalan. Besar kemungkinan jika suatu saat ia pasti akan ketahuan dan Arden tidak ingin membahayakan anak laki-laki itu. Arden yakin ada orang baik yang akan menemukannya dan merawatnya.
" Maafkan aku. Suatu saat aku akan mempertemukanmu lagi dengan kedua orang tuamu saat waktunya sudah tepat " ucap Arden sebelum meninggalkan anak laki-laki yang merupakan Angga kecil di tepi jalan.
Sejak saat itu, Arden hanya bisa berdoa agar anak laki-laki itu baik-baik saja dan ia terus menyembunyikan orang tua Angga hingga saat ini. Orang tua Angga masih hidup dan berada di tempat yang aman.
Flashback off.
Arden merasa sangat bersyukur melihat anak laki-laki yang hampir ia bunuh tumbuh dewasa dan menjadi seorang pria yang kuat. Ia ingin segera mempertemukan Angga dengan kedua orang tuanya.
Sebenarnya sejak sang ketua meninggalkan dunia, Arden sudah menggantikan posisi sang ketua. Sejak saat itu Arden mencoba mencari Angga tetapi tidak membuahkan hasil karena Angga adalah bagian dari keluarga Wicaksono yang identitasnya dirahasiakan. Arden akan meninggalkan dunia mafia setelah ia mempertemukan Angga dengan kedua orang tuanya dan ia sangat senang di pertemukan dengan Angga sekarang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π