
Sementara itu, mobil yang membawa Arisa berhenti di sebuah hotel berbintang lima. Arisa yang masih tidak sadarkan diri di bawa masuk ke sebuah kamar yang ada di hotel itu.
" Tuan, ini gadis yang Anda inginkan " ucap salah satu orang itu yang membopong tubuh Arisa.
Ternyata memang di salah satu kamar hotel ada seorang pria yang memerintahkan orang-orang itu untuk menculik Arisa.
" Bagus, letakkan dia di atas tempat tidur " ucap pria itu.
" Baik, Tuan " jawabnya.
Orang itu membaringkan tubuh Arisa di atas tempat tidur dan melepaskan tas yang masih terpasang di tubuh Arisa.
" Sekarang kalian pergilah " usir pria itu setelah orang suruhannya membaringkan Arisa di atas tempat tidur.
Kelima orang itu pun langsung pergi keluar dari kamar hotel itu. Pria itu dengan segera mengunci pintu kamar itu saat orang-orang itu sudah keluar.
Kemudian pria itu mendekati Arisa yang berada di atas tempat tidur. Pria itu duduk di tepi tempat tidur lalu mengusap wajah Arisa yang masih belum sadarkan diri.
" Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku dan tidak akan ada alasan lagi kamu selalu menolakku, Arisa " ucap pria itu dengan senyum licik.
Pria itu bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya selagi menunggu Arisa sadar.
Beberapa saat kemudian, Arisa mulai membuka matanya dan ia memegangi kepalanya yang terasa pusing. Arisa mencoba untuk mendudukkan tubuhnya walaupun sedikit sulit. Ia sangat bingung dan melihat ke sekeliling dimana ia berada sekarang.
" Aku dimana? " ucap Arisa bingung dengan tangan yang masih memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Di saat Arisa merasa kebingungan, ia mendengar suara pintu terbuka dan itu berasal dari kamar mandi.
Ceklek.
Arisa langsung menoleh ke arah kamar mandi dan dari sana keluar seorang pria yang hanya menggunakan boxer di tubuhnya. Arisa pun segera mengalihkan pandangannya dan perasaannya berubah menjadi tidak enak.
" Kamu sudah bangun, Sayang? " ucap pria itu tersenyum saat melihat Arisa sedang duduk di atas tempat tidur.
Arisa terkejut saat pria itu memanggilnya "Sayang" dan ia merasa mengenali suara dari pria itu. Arisa memberanikan diri untuk melihat wajah pria itu dan ia sangat dibuat terkejut saat ia cukup mengenali siapa pria itu.
" Rio? " ucap Arisa sangat terkejut.
Pria itu memang adalah Rio. Dia sudah merencanakan untuk menculik Arisa dan menjadikan Arisa sebagai miliknya karena Arisa terus menerus menolaknya.
" Iya Sayang. Ini aku " jawab Rio tersenyum smirk yang membuat Arisa takut.
" Rio, kenapa aku bisa di sini? Dan kenapa juga ada kamu? " tanya Arisa mencoba bersikap tenang.
Rio tersenyum dan berjalan mendekati Arisa, sedangkan Arisa malah semakin takut dan turun dari tempat tidur untuk menjauh.
" Tenang, Sayang. Aku bawa kamu ke sini karena kita akan melewati sesuatu yang sangat indah dan setelah ini kamu akan menjadi milikku " ucap Rio dengan tatapan seolah ingin memangsa Arisa.
Arisa ketakutan di buatnya dan ia semakin berjalan mundur saat Rio semakin takut.
" Maaf Rio, tapi aku harus pulang sekarang " ucap Arisa lalu meraih tas miliknya yang ada di atas nakas.
" Tidak bisa, kamu tidak boleh pulang dan harus menjadi milikku " jawab Rio semakin mendekat.
Merasa dalam bahaya, Arisa pun langsung berlari menuju pintu kamar itu untuk segera pergi tapi sayangnya pintu kamar itu sudah dikunci dan tidak dapat dibuka.
" Kamu gak bisa pergi kemana-mana, Sayang " ucap Rio karena Arisa terus berusaha membuka pintu yang sudah dikuncinya.
" Gak akan. Aku sudah menunggu saat-saat ini dan aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja " jawab Rio yang berjalan semakin dekat kepadanya.
Melihat itu Arisa semakin ketakutan, ia terus berusaha membuka pintu kamar itu tetapi hasilnya tetap sama.
" Daripada kamu capek-capek berusaha buka pintu itu, lebih baik sekarang kamu ikut aku ke tempat tidur dan nikmati permainan kita nanti " ucap Rio ingin segera menjadikan Arisa miliknya.
Rio menarik tangan Arisa tetapi Arisa terus memberontak karena ia ingin pergi dari sana karena ia sudah cukup mengerti apa yang akan Rio lakukan kepadanya dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi.
" Rio, aku mohon. Lepasin aku dan biarin aku pergi " ucap Arisa memohon dengan tangisnya.
" Gak akan, Arisa. Aku lakukan ini juga karena kamu yang terus menolak dekat sama aku dan kamu cuma perlu menikmati semuanya sekarang " jawab Rio.
Karena Arisa yang terus memberontak, Rio pun segera mengangkat tubuh Arisa dan membawanya ke tempat tidur. Arisa mencoba melawan dan membebaskan diri dengan memukul tubuh Rio tapi itu seperti tidak ada gunanya.
Rio membanting tubuh Arisa di atas tempat tidur dan naik ke atasnya mengungkung tubuh Arisa yang lebih kecil dibandingkan dengan dirinya. Arisa mendorong tubuh Rio dengan sekuat tenaga tapi tidak berarti apa-apa karena tenaga Rio jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.
" Rio, jangan lakukan ini sama aku. Aku mohon " ucap Arisa yang tidak tahu harus bagaimana lagi tapi ia harus bisa mencegah Rio untuk melakukannya karena selain karena dirinya sudah memiliki suami, itu juga tidak sepantasnya mereka lakukan.
" Jangan harap " jawab Rio.
Rio mendekatkan wajahnya ke arah wajah Arisa dan Arisa segera memalingkan wajahnya.
" Jangan menolakku lagi sekarang " ucap Rio mencengkeram kuat wajah Arisa karena Arisa menolaknya.
" Akh, Rio lepasin. Aku mohon " ringis Arisa dengan suara yang begitu pilu.
Rio tidak menghiraukan Arisa lalu dan malah mencium bibir Arisa dengan paksa. Arisa terus menolak dengan air mata yang terus mengalir karena merasa gagal menjaga dirinya. Arisa menutup rapat mulut dan terus menggelengkan kepalanya agar ciuman paksa Rio terlepas.
" Aku bilang jangan menolakku lagi " bentak Rio lalu menampar wajah Arisa hingga sudut bibir Arisa berdarah.
Plak.
Arisa merasa pipinya sangat panas dan sudut bibirnya juga terasa sangat perih. Ia hanya berharap Angga datang untuk menyelamatkan dirinya sekarang tapi sepertinya akan mustahil karena ia tidak bisa menghubungi Angga.
" Mas Angga, aku mohon cepat datang " ucap Arisa dalam hati penuh harap.
" Ya Allah, tolong selamatkan hamba " lanjut Arisa berdoa.
Karena tidak ingin menundanya lagi Rio melepaskan hijab dan kemeja Arisa dengan paksa hingga Arisa setengah telanjang sekarang. Arisa menutup tubuh bagian atasnya yang hanya terbungkus bra dan suara tangis yang semakin pilu. Sedangkan Rio begitu terpaku melihat tubuh Arisa yang sangat menggoda walau masih ada beberapa penghalangnya.
" Sekarang nikmatilah, Sayang " ucap Rio dengan mata yang penuh dengan kabut gairah.
Arisa menggunakan sisa tenaga untuk mendorong tubuh Rio dan mencoba kabur tetapi tetap saja tenaganya tidak sekuat itu. Rio menjadi sangat marah karena lagi-lagi Arisa mencoba untuk menolaknya.
Tanpa membuang waktu lagi, Rio memegang kedua tangan Arisa agar tidak bisa berusaha menolaknya lagi dan mulai mencumbu tubuh Arisa. Arisa hanya bisa menangis sekarang karena memang ia tidak bisa melawan lagi. Rasa bersalah dan kata maaf Arisa ucapkan dalam hati untuk Angga. Arisa belum bisa memberikan hak Angga sebagai suami dan sekarang akan direnggut paksa oleh pria lain.
" Mas Angga, maafkan aku. Aku gagal menjaga diri dan menjadi istri kamu " ucap Arisa dalam hati dengan rasa bersalah yang begitu besar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π