Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
101. Kabar Gembira


Sementara itu, Angga yang sedang mendampingi Ardi melakukan meeting di sebuah restoran langsung dibuat panik saat mendapatkan kabar dari Leon jika Arisa pingsan dan sedang dilarikan ke rumah sakit. Beruntung meeting sudah hampir selesai dan Ardi juga mengizinkan Angga untuk pergi menyusul Arisa ke rumah sakit.


" Semoga kamu baik-baik saja, Sayang " ucap Angga cemas.


Angga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan beruntung jalanan sedang lenggang karena belum memasuki jam pulang kantor.


Sesampainya di rumah sakit, Angga langsung berlari ke administrasi dan menanyakan dimana istrinya berada. Setelah mengetahuinya, Angga pun langsung pergi ke ruang perawatan Arisa. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Angga langsung masuk saja karena sangat khawatir.


Di dalam ruangan itu ada Rini yang sangat terkejut dengan kedatangan Angga. Rini langsung berdiri saat melihat Angga dan menjauh dari brankar Arisa. Sedangkan Angga langsung menghampiri istrinya yang masih belum sadarkan diri.


" Sayang, sadarlah. Jangan membuatku khawatir " ucap Angga mengusap kepala Arisa.


Angga menoleh dan melihat sahabat istrinya di sana.


" Terima kasih sudah membawa istri saya ke rumah sakit " ucap Angga pada Rini.


" Sama-sama, lagipula Arisa itu sahabat saya " jawab Rini sedikit canggung karena ia belum pernah berbicara dengan Angga sebelumnya.


" Istri saya kenapa? Mengapa dia belum sadar juga? " tanya Angga ingin tahu apa yang terjadi pada istrinya.


" Untuk itu saya tidak tahu karena dokter ingin menyampaikan langsung pada Anda. Arisa akan sadar nanti karena sekarang dia butuh istirahat " jawab Rini.


Angga pun menganggukan kepalanya.


" Bagaimana istri saya bisa pingsan? " tanya Angga karena ia ingin mengetahui penyebabnya.


Rini pun menceritakan tentang Arisa yang sudah terlihat tidak sehat sejak berangkat bekerja dan tetap dipaksakan untuk bekerja. Rini juga mengatakan tentang ia yang menemani Arisa ke toilet dan Arisa tidak sadarkan diri di sana.


Angga mengusap wajahnya kasar dan merutuki kebodohannya karena ia membiarkan Arisa tetap pergi bekerja. Padahal tadi pagi ia sudah melarang Arisa untuk pergi bekerja tapi Arisa tetap kekeh dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


Tak lama kemudian, pintu ruang perawatan itu pun terbuka dan terlihat perawat di sana. Perawat itu memberitahukan jika dokter ingin bertemu dengan Angga dan memberitahukan tentang keadaan Arisa.


" Saya titip Arisa sebentar " ucap Angga pada Rini karena ia tidak tenang jika harus meninggalkan istrinya sendiri.


" Baik " jawab Rini.


Setelah itu Angga keluar dari ruang perawatan Arisa dan mengikuti perawat untuk menemui dokter.


" Selamat sore, Dok " sapa Angga saat memasuki ruangan dokter.


" Selamat sore, Tuan Angga " balas dokter itu yang merupakan dokter Diki.


" Silahkan duduk, Tuan Angga " ucap Dokter Diki mempersilahkan Angga untuk duduk.


Angga pun langsung duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dokter Diki.


" Bagaimana dengan istri saya, Dok? Apakah ada sesuatu yang mengkhawatirkan? " tanya Angga pada Dokter Diki.


" Sedikit, tapi ada sebuah kabar gembira " jawab Dokter Diki tersenyum.


" Kabar gembira? " ucap Angga bingung karena istrinya sedang sakit dan Dokter Diki mengatakan ada kabar gembira.


" Iya Tuan. Arisa sekarang sedang mengandung dan usia kandungannya sudah lima minggu. Dokter Sinta sudah memeriksanya tadi dan untuk lebih jelasnya lagi Anda dan Arisa bisa menemui Dokter Sinta besok " jawab Dokter Diki.


Deg.


Hati Angga menghangatkan mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter Diki. Bahkan air matanya hampir saja keluar jika ia tidak menahannya. Apa yang ia harapkan sudah dikabulkan oleh Tuhan dan sebentar lagi akan hadir malaikat kecil di keluarganya.


" Benarkah, Dokter? " tanya Angga memastikan.


" Iya Tuan. Selamat Anda akan menjadi seorang ayah " ucap Dokter Diki tersenyum.


Angga benar-benar bahagia saat ini dan ia tidak sabar untuk menemui istrinya.


" Terima kasih banyak, Dokter " ucap Angga dengan senyum di wajahnya.


Dokter Diki menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dokter Diki ikut merasa bahagia karena ia sudah menganggap Arisa seperti adiknya sendiri dan ia tahu penderitaan Arisa saat kehilangan anaknya.


" Untuk sekarang Arisa harus tetap di rawat di rumah sakit karena keadaannya yang sangat lemah " ucap Dokter Diki pada Angga.


" Baik, Dokter " jawab Angga.


Setelah itu Angga pun langsung keluar dari ruangan Dokter Diki. Ia juga harus segera memberikan kabar kepada kedua orang tuanya dan kakak iparnya untuk memberitahukan tentang keadaan Arisa dan memberikan kabar bahagia kepada mereka semua.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘