
Setelah sampai di halaman belakang rumah dan duduk di bangku yang ada di sana, Arisa langsung memberikan banyak pertanyaan yang membuat Rini bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.
" Rin, kamu kok bisa mau nikah sama Kak Teno? Gimana bisa? Terus Doni gimana? Kamu udah putus dari dia atau kamu selingkuh? " tanya Arisa memberondong Rini dengan banyak pertanyaan.
Rini tertawa kecil melihat sahabatnya itu, setelah hamil memang Arisa menjadi lebih cerewet.
" Satu-satu kali tanyanya, Ris. Aku bingung mau jawab yang mana " ucap Rini pada Arisa.
Arisa menghela napasnya panjang. Ia sudah sangat penasaran tetapi Rini tidak segera menjawabnya.
" Oke yang pertama, kamu sama Doni gimana? " tanya Arisa satu per satu.
" Aku sama Doni sudah putus. Dia yang mutusin aku gara-gara aku minta dia buat cepat nikahin aku tapi dia belum siap. Ya gimana ya Rin, di umur aku yang hampir dua puluh enam tahun jelas aku minta cepet dinikahin. Aku gak mau jadi perawan tua " jawab Rini.
Satu bulan yang lalu.
Rini mengajak Doni untuk bertemu dan membicarakan hubungan mereka kedepannya. Mereka sudah menjalin hubungan sekitar enam tahun dan itu sudah cukup untuk mereka saling mengenal. Rini yang merasa umurnya sudah cukup untuk menikah tentu saja ingin meminta kejelasan dari hubungan mereka, apalagi ia juga sudah dituntut menikah oleh kedua orang tuanya.
" Aku gak bisa, Rin. Kamu tau kan kalau aku lagi merintis usaha aku, kalau kita nikah dalam waktu cepat bisa-bisa usaha aku terbengkalai. Tolonglah kamu ngertiin aku " ucap Doni yang lagi-lagi menolak untuk menikahi Rini dalam waktu dekat.
" Tapi kamu juga tolong ngertiin aku, Don. Semakin hari umur aku semakin bertambah dan orang tua aku juga minta aku buat cepat-cepat menikah " jawab Rini.
Doni mengusap wajahnya kasar. " Maaf Rin, tapi aku gak bisa. Kamu bisa minta laki-laki lain buat nikahin kamu dan itu bukan aku. Lebih baik sekarang kita putus " ucap Doni yang membuat hati Rini begitu sakit.
Setelah itu Doni langsung pergi meninggalkan Rini yang masih terdiam di bangku taman. Rini tidak berniat untuk mengejar Doni karena dikejar pun percuma karena Doni tidak akan berubah pikiran untuk segera menikahinya.
Rini meremas ujung kemejanya dan air matanya pun mulai menetes. Hatinya terasa sangat sakit karena orang yang sangat dicintainya tidak ingin menikahinya dan memilih memutuskan hubungan mereka.
" Kenapa, Don? Kenapa kamu malah milih putusin hubungan kita? " ucap Rini dalam tangisnya.
Jika beberapa waktu terakhir Rini masih berniat untuk menunggu Doni untuk menikahinya tetapi sekarang tidak lagi. Ia tidak bisa terus menunggu tanpa kepastian seperti itu dan mungkin ia akan menerima perjodohan dari kedua orang tuanya.
" Gak usah sedih, cowok kayak gitu gak pantes kamu tangisin " ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Rini.
Rini menoleh dan melihat siapa orang itu. Rini sangat terkejut karena ternyata itu adalah Teno yang ia kenal sebagai kakak ipar dari sahabatnya.
" Nih, hapus air mata kamu " ucap Teno memberikan sapu tangannya pada Rini.
Rini pun menerima sapu tangan itu. " Terima kasih, Kak " ucap Rini.
Rini menghapus air matanya dengan sapu tangan itu dan kembali menangis. Ia yang cengeng tentu saja akan terus menangis di saat hatinya sakit seperti ini.
Teno terkejut mendengar itu tapi beberapa detik kemudian ia langsung menganggukkan kepalanya.
Rini pun langsung memeluk Teno dan menumpahkan tangisnya di dada Teno. Teno yang merasa tidak tega mengusap punggung Rini dan mencoba menenangkannya.
Teno tahu bagaimana sakitnya hati Rini diputuskan saat meminta sebuah kepastian. Teno mendengar semua apa yang Rini dan Doni bicarakan, lebih tepatnya tidak sengaja mendengar. Ia yang sedang ingin beristirahat di taman dan duduk di kursi yang tidak jauh dari Rini dan Doni.
Setelah lebih tenang, Rini melepaskan pelukannya pada Teno. Rasa sesak di dadanya sedikit berkurang setelah meluapkan tangisnya.
" Terima kasih ya, Kak. Maaf juga kemeja Kakak jadi basah " ucap Rini mengusap kemeja Teno yang basah karena air matanya.
" Iya, gak papa " jawab Reno.
Setelah hari itu, Teno dan Rini sering bertemu tanpa sengaja hingga rasa cinta Rini pada Doni mulai hilang dan beralih pada Teno. Walaupun memiliki usia yang terpaut jauh dengan Teno yaitu sepuluh tahun, tapi itu membuat Rini nyaman bersama dengan Teno.
Apalagi saat Teno yang ternyata juga jatuh cinta kepadanya, bahkan sedari lama. Teno juga langsung mengutarakan niatnya untuk menikahi Rini setelah mereka dekat sekitar satu bulan. Orang tua Rini yang memang sudah menginginkan Rini segera menikah tentu saja langsung merestui mereka, apalagi mereka sudah mengetahui siapa Teno.
Meski awalnya sangat terkejut karena Teno tidak mengatakan apa-apa, tapi ia langsung menerima Teno karena ia pun memiliki perasaan yang sama dan orang tuanya begitu menyukai Teno.
" Sejak kapan kamu suka sama aku? " tanya Rini pada Teno saat mereka sedang berjalan berdua.
" Sejak pertama kali aku melihat kamu " jawab Teno sambil terus berjalan.
Teno memang sudah menyukai Rini sejak pertama kali bertemu saat Arisa memperkenalkan Rini sebagai sahabatnya. Saat itu Rini sudah memiliki kekasih yang tidak lain adalah Doni, sehingga Teno pun tidak mengejar Rini.
Rini tentu saja sangat terkejut karena ia mengira jika Teno mulai menyukainya saat mereka mulai dekat satu bulan terakhir.
" Oh iya, besok aku ingin mengajak kamu untuk bertemu dengan keluarga angkatku. Aku ingin memperkenalkanmu sebagai calon istriku walaupun mereka semua sudah mengenalmu " ucap Teno pada Rini.
Rini jelas mengetahui siapa yang dimaksud oleh Teno, yaitu Keluarga Wicaksono dan keluarga dari mertua sahabatnya.
Teringat sahabatnya, Rini tidak memberitahu Arisa tentang kedekatannya dengan Teno. Bukan tidak menganggap Arisa sebagai sahabat lagi, tetapi ia yang memang sedang sibuk dan ia juga tidak ingin mengganggu Arisa yang sedang fokus dengan kehamilannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π