
Dini hari Arisa terbangun dan masih di dalam pelukan Angga. Arisa tersenyum saat melihat wajah Angga yang semakin tampan saat sedang tertidur seperti ini. Ia begitu mengangumi ciptaan Tuhan itu yang kini menjadi suaminya.
" Ist, kok malah liatin Mas Angga terus sih " ucap Arisa dalam hati.
Semburat merah di pipinya pun terlihat, untung saja Angga masih tidur sehingga ia tidak harus merasa malu.
Arisa melihat jam yang masih menunjukkan pukul dua dini hari dan ia akan melaksanakan sholat tahajud. Ia ingin mengajak Angga untuk sholat tahajud berjamaah karena selama mereka menikah, Angga dan Arisa belum pernah sholat bersama.
Kemudian Arisa menyingkirkan tangan Angga dari pinggangnya dengan perlahan dan ia pun mendudukkan tubuhnya. Baru setelah itu ia akan membangunkan Angga untuk melaksanakan sholat tahajud berjamaah dan ia ingin Angga benar-benar menjadi imamnya.
" Mas Angga " ucap Arisa memanggil Angga agar bangun.
Tidak ada respon apapun dari Angga dan Arisa berusaha untuk membangunkan Angga lagi.
" Mas Angga bangun, kita sholat tahajud berjamaah ya " ucap Arisa dengan suara yang lebih keras dan menggoyangkan lengan kekar Angga.
Benar saja setelah itu Angga perlahan mulai membuka matanya karena merasa tidurnya terganggu.
" Ada apa? " tanya Angga dengan suara yang serak khas orang bangun tidur.
" Kita sholat tahajud berjamaah ya, Mas. Aku mau Mas Angga bukan cuma imam buat rumah tangga kita tapi juga imam dalam sholat aku " ucap Arisa tersenyum.
Hati Angga berdesir mendengar itu apalagi senyum manis Arisa yang ia lihat saat dini hari seperti ini. Ia pun menjadi merasa gugup saat melihat kembali senyum itu di wajah cantik Arisa.
" Hmm " jawab Angga datar untuk menutupi rasa gugupnya.
Arisa tersenyum karena Angga tidak menolak ajakannya. " Kalau gitu, Mas Angga ambil air wudhu lebih dulu biar aku siapkan baju Mas Angga " ucap Arisa pada Angga.
Tanpa menjawab, Angga langsung bangkit dan turun dari tempat tidur. Angga pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu seperti yang Arisa katakan. Sedangkan Arisa juga menyusul turun dari tempat tidur dan menyiapkan pakaian dan peralatan sholat untuk dirinya dan Angga.
Setelah Angga selesai mengambil air wudhu kini giliran Arisa. Arisa masuk ke dalam kamar mandi dan tak lama kemudian ia keluar dengan wajah yang lebih segar. Angga terlihat sudah rapi dengan pakaian koko sarung serta peci di kepalanya. Angga menata sajadah mereka sembari menunggu Arisa menggunakan mukenanya.
" Sudah siap? " tanya Angga pada Arisa.
Arisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Kemudian Angga dan Arisa bersiap untuk melaksanakan sholat tahajud berjamaah. Walaupun ilmu yang ia miliki tidak sebanyak Reno dan ia tidak sereligus itu tapi sudah cukup pantas menjadi imam yang baik untuk Arisa. Bukan surah panjang yang Angga lantunan tapi suara Angga yang merdu saat melantunkannya membuat hati Arisa bergetar. Ia kagum dan tidak menyangka jika Angga memiliki suara yang seindah itu. Bahkan bacaan ayat-ayat itu Angga ucapkan dengan benar.
" Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Terima kasih Engkau telah mengirimkan hamba seorang istri yang begitu baik seperti Arisa walaupun cara Engkau menyatukan kami dengan cara yang tidak kami inginkan. Tapi hamba yakin jika memang dia jodoh hamba yang terbaik. Hamba hanya berharap bisa menjadi suami dan imam yang baik untuk dirinya, yang selalu melindungi serta menjaganya. Aamiin " ucap Angga dalam doanya.
Tak jauh berbeda dengan Angga, Arisa juga berdoa dan mengucapkan syukur karena telah menghadirkan Angga sebagai laki-laki baik untuknya.
" Ya Allah, pemilik alam semesta ini. Hamba sangat bersyukur karena Engkau telah menjadikan Mas Angga sebagai suami hamba. Walaupun kami belum lama saling mengenal tapi hamba yakin dia laki-laki yang baik. Hamba mohon jagalah rumah tangga kami dan hamba berharap agar bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Angga. Aamiin ya rabbal alamin " ucap Arisa lalu menangkupkan kedua tangannya di wajahnya.
Arisa tersenyum setelah mengangkat wajahnya tapi ia tertegun saat Angga mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan bibirnya di keningnya. Arisa memejamkan matanya meresapi hangatnya ciuman yang Angga berikan untuk yang kedua kalinya setelah saat hari pernikahan mereka. Arisa tidak menyangka Angga akan mencium keningnya saat ini.
" Kenapa rasanya aku sangat bahagia " ucap Arisa dalam hati.
" Aku akan melakukan ini mulai sekarang karena kita akan belajar untuk saling mencintai dan bukankah ini salah satu langkah awalnya " ucap Angga juga dalam hati.
Angga dan Arisa sama-sama salah tingkah dan suasana pun berubah menjadi canggung setelah Angga melepaskan ciuman itu. Tiba-tiba saja Angga mendapat dorongan untuk mencium kening Arisa dan memang itu seharusnya yang dilakukan oleh pasangan suami istri.
" Pasangan suami istri juga melakukan itu, kan? " ucap Angga setelah kecanggungan itu.
Arisa tidak berani mengangkat wajahnya yang sudah merah padam. Arisa hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang terus menunduk.
" Kalau Mas Angga ngantuk, Mas Angga bisa tidur lagi. Aku mau ambil air wudhu lagi dan mengaji sambil menunggu waktu subuh " ucap Arisa berdiri dari duduknya.
Arisa melepaskan mukena miliknya lalu masuk kembali ke kamar mandi. Ia ingin mengaji sembari menunggu waktu subuh tiba dan ia harus mengambil air wudhu karena sudah bersentuhan dengan Angga.
Saat Arisa keluar dari kamar mandi ternyata Angga masih berada pada tempatnya dan tidak tidur kembali.
" Mas Angga gak tidur lagi? " tanya Arisa lalu memakai mukena kembali.
" Tidak, aku ingin mendengar kamu mengaji " jawab Angga.
Selain karena tidak bisa tidur kembali, ia juga ingin mendengarkan Arisa yang mengaji.
" Kalau gitu kita mengaji bersama " ucap Arisa mengambil Al-Qur'an miliknya lalu duduk di samping Angga.
" Aku ingin mendengarkan kamu saja. Aku tidak pintar mengaji seperti kamu " jawab Angga.
" Mas jangan bilang seperti itu, aku juga masih belajar. Bacaan dan suara Mas Angga tadi bagus banget kok " ucap Arisa agar Angga tidak merendahkan dirinya.
Angga tersenyum. " Tapi kali ini aku hanya ingin mendengarkan kamu saja " jawab Angga.
Setelah itu Arisa pun mulai mengaji dengan Angga yang mendengarkan di sampingnya. Angga merasa kagum dengan bacaan Arisa yang begitu bagus dan suara yang indah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π