
Keesokkan paginya, Arisa menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Angga. Arisa memasak sayur bening bayam dengan ayam goreng dan sambel, menu yang sangat rumahan dan sederhana. Ia juga sudah menyiapkan semua keperluan Angga dan sekarang Angga sedang bersiap-siap di dalam kamar.
Saat Arisa ingin memanggil Angga untuk sarapan, Angga sudah terlihat berjalan menuju meja makan. Angga duduk di kursi yang biasa ia duduki dan Arisa pun duduk di sampingnya.
" Hari ini aku masak sayur bening bayam, Mas Angga suka kan? " tanya Arisa pada Angga.
" Iya " jawab Angga singkat.
Arisa pun mengambil makanan untuk Angga terlebih dahulu lalu untuk dirinya sendiri dan mereka pun sarapan tanpa ada suara dan fokus memakan makanan masing-masing.
" Mas Angga, temen aku ngajak ketemu nanti. Aku boleh gak pergi sebentar nanti? " ucap Arisa meminta izin pada Angga untuk bertemu dengan Rini.
Kemarin Rini memang mengirimi pesan pada Arisa mengajak untuk bertemu karena Arisa sudah beberapa hari tidak ada kabar karena Arisa sibuk dengan pernikahan dadakannya itu.
" Boleh, tapi jangan pulang terlalu sore dan hati-hati " jawab Angga.
Arisa tersenyum mendengar itu, ternyata Angga tidak melarangnya untuk bertemu dengan teman-temannya.
" Terima kasih ya, Mas. Aku akan ada di rumah sebelum Mas Angga pulang kerja " ucap Arisa tersenyum.
Angga pun hanya menganggukkan kepalanya lalu berdiri dari duduknya.
" Aku berangkat dulu " pamit Angga.
" Iya Mas, aku antar ke depan " jawab Arisa.
Angga dan Arisa pun berjalan berdampingan menuju pintu utama rumah itu.
" Mas Angga hati-hati ya, selalu berdoa dan waspada karena pekerjaan Mas Angga ini banyak resikonya dan bahaya " ucap Arisa pada Angga di depan pintu utama.
" Iya. Kamu juga hati-hati saat pergi " balas Angga.
Arisa menganggukkan kepalanya lalu meraih tangan Angga dan menciumnya karena Angga tidak ada inisiatif untuk memberikan tangannya hingga saat ini.
" Assalamualaikum " ucap Angga.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
Setelah itu Angga langsung masuk ke dalam mobil untuk menuju kediaman Keluarga Wicaksono dan Arisa membantu membuka lalu menutup pagar rumah itu agar Angga tidak harus bolak-balik turun dari mobil.
Arisa masuk ke dalam rumah kembali setelah mobil Angga tidak terlihat lagi. Ia akan merapikan rumah dan beristirahat sebentar sebelum ia pergi untuk bertemu dengan Rini.
***
Angga baru sampai di Kediaman Keluarga Wicaksono dan ternyata Tya sudah menunggunya di depan pintu utama. Angga pun segera turun dari mobil dan menghampiri Tya yang sedang bersama putranya.
" Maaf saya terlambat, Nona Muda " ucap Angga merasa bersalah.
" Enggak kok, Kak. Adit ngajak main di luar jadi sekalian nunggu Kak Angga " jawab Tya.
Setelah itu Angga menyiapkan mobil yang biasa ia pakai untuk mengantar Tya dan Tya masuk ke dalam rumah utama untuk menitipkan Aditya kepada Nyonya Dewi.
" Silahkan, Nona Muda " ucap Angga membukakan pintu mobil untuk Tya setelah Tya keluar.
Angga menutup pintu mobil itu kembali setelah Tya masuk dan ia pun masuk lalu duduk di kursi kemudi. Angga langsung menjalankan mobil itu menuju kampus tempat Tya kuliah. Angga juga sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengikuti mereka dari jarak yang cukup jauh sesuai perintah Ardi kemarin untuk berjaga-jaga jika orang-orang kemarin mengejar mereka lagi.
Selain itu juga Angga sudah menempatkan anak buahnya untuk menjaga anggota keluarga Wicaksono dan juga Arisa tanpa Arisa ketahui. Ia tidak ingin terjadi hal buruk pada istrinya itu karena ia tidak bisa selalu berada di samping, ia memiliki tugas yang lain untuk menjaga Tya.
Sesampainya di kampus, seperti biasa Angga mengantar Tya sampai Tya masuk ke dalam kelasnya. Angga pergi ke taman kampus yang mana masih bisa terlihat kelas Tya. Ia harus lebih waspada sekarang dan tidak boleh lengah.
Angga pun mencoba menghubungi anak buahnya dan ternyata Arisa belum keluar dari rumah sama sekali setelah dirinya pergi.
Satu jam berlalu dan ponsel Angga mendapatkan sebuah pesan dari Arisa. Angga pun langsung membuka pesan itu.
" Assalamualaikum Mas, aku berangkat ke cafe Melati sekarang. Aku cuma mau kasih tau itu biar Mas Angga tau aku dimana " ucap Arisa dalam pesannya.
Angga pun segera membalas pesan dari Arisa. " Walaikumsalam. Iya, pergilah " balas Angga singkat.
***
Sementara itu setelah mendapatkan balasan pesan dari Angga, Arisa langsung keluar dari rumah untuk berangkat ke sebuah cafe tempat ia janjian dengan Rini. Walaupun tadi pagi ia sudah meminta izin pada Angga tetap saja Arisa mengirimkan pesan agar Angga tahu dimana keberadaan. Siapa tahu Angga akan khawatir, jika tidak dia cuma berniat memberikan kabar sebagai seorang istri kepada suaminya.
Arisa melajukan motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah yang baru dua hari ini menjadi tempat tinggalnya dan Angga. Cafe yang ia tuju memang tidak terlalu jauh dari rumahnya sekarang. Cukup waktu dua puluh menit saja Arisa sudah sampai di cafe itu.
Arisa turun dari motornya lalu masuk ke dalam cafe itu dan mencari keberadaan Rini. Ternyata Rini sudah duduk di salah satu meja bersama dengan kekasihnya.
" Assalamualaikum " ucap Arisa setelah menghampiri pasangan kekasih itu.
" Walaikumsalam " jawab Rini dan Doni.
Arisa pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan tepat di depan Rini.
" Ya sudah kalau gitu, aku ke temen-temen aku dulu ya " ucap Doni pada Rini.
" Iya Sayang " jawab Rini.
Doni hanya menemani Rini menunggu Arisa datang dan Doni pun kembali kepada teman-temannya yang juga ada di cafe itu.
Arisa hanya tersenyum melihat interaksi Rini dengan kekasihnya itu. Ia sebenarnya tidak mendukung Rini yang berpacaran seperti itu karena memang kan dilarang dalam agama, tapi ia tidak ingin terlalu cepat ikut campur urusan sahabatnya itu dan ia lakukan hanya mengingatkan saja.
" Kenapa gitu liatinnya? Iri ya? " canda Rini saat melihat tatapan Arisa pada dirinya dan Doni.
" Sedikit sih, tapi gak papa " jawab Arisa tersenyum.
" Makanya cari pacar, Bu " ucap Rini menggoda Arisa karena sahabatnya itu memang anti untuk pacaran.
" Gak mau cari pacar, maunya cari suami " jawab Arisa.
" Terus udah ketemu suaminya? " tanya Rini dengan nada mengejek.
" Sudah " jawab Arisa tapi hanya dalam hati karena ia belum mendapatkan izin dari Angga untuk memberitahu perihal pernikahannya pada sahabatnya itu.
" Udah deh gak usah ngejek aku terus " ucap Arisa memasang wajah pura-pura kesal.
" Iya deh iya " jawab Rini tertawa melihat wajah kesal Arisa.
Setelah itu mereka pun memesan minuman dan juga beberapa cemilan untuk menemani mereka mengobrol.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π