Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
112. Mawar Merah


Saat istirahat makan siang, Angga menikmati bekal yang dibawakan oleh Mama Mutia seorang diri di dalam ruangan kerjanya. Biasanya ia akan makan siang bersama dengan Ardi tetapi saat ini Ardi sedang makan siang di luar bersama dengan istri dan anaknya.


Sebenarnya ia merindukan masakan Arisa yang tidak kalah enak dari masakan Mama Mutia tetapi ia tidak ingin sang istri terlalu lelah jika harus memasak untuknya dan juga Arisa harus banyak istirahat.


Setelah selesai makan siang, Angga memikirkan hadiah apa yang akan ia bawa untuk sang istri saat pulang nanti karena ia sudah berjanji akan membawa sesuatu. Daripada bingung, Angga pun mencoba mencari tahu di internet.


" Hadiah apa yang cocok untuk Arisa? " gumam Angga saat melihat-lihat saran yang muncul di layar ponselnya.


Di sana di sarankan untuk membersihkan perhiasan, tas, coklat, bunga dan masih banyak lagi. Angga sebenarnya ingin membelikan Arisa sebuah perhiasan tapi simpanannya selama ia bekerja masih belum terlalu banyak dan juga harus menggunakan itu untuk kebutuhan lain. Sebenarnya yang dari hasil ia menjadi bodyguard Tya masih ada karena Arisa menyimpannya dengan baik dan menggunakannya dengan bijak, tetapi ia merasa itu adalah milik istrinya karena ia telah memberikan itu kepada Arisa. Walaupun Arisa sempat mengembalikannya saat ia tidak memiliki uang setelah kembali. Tidak mungkin ia menggunakan uang itu untuk membelikan hadiah untuk sang istri.


" Lebih baik aku membeli bunga saja. Lagipula Arisa tidak pernah menuntut untuk membeli barang-barang yang mewah " ucap Angga memutuskan untuk memberikan bunga untuk sang istri.


Selama ini memang Arisa tidak pernah menuntut untuk dibelikan sesuatu oleh dirinya dan dirinya pun tidak pernah memberikan sang istri sebuah hadiah. Tetapi semenjak ia kembali dan berusaha untuk menjadi suami yang baik, ia merasa memberikan sebuah hadiah untuk sang istri itu perlu.


***


Pada sore harinya, Angga langsung menuju ke sebuah toko bunga setelah ia pulang bekerja. Angga melihat-lihat bunga yang ada di toko itu karena ia tidak tahu ingin membeli bunga apa dan ia pun tidak tahu bunga yang disukai oleh sang istri karena selama menikah ia tidak pernah memberikan Arisa bunga.


" Arisa menyukai bunga apa? " gumam Angga bingung.


Hingga akhirnya matanya melihat bunga mawar merah dan ia memilih bunga itu untuk diberikan kepada sang istri. Bunga mawar merah yang menandakan rasa cinta, komitmen dan kasih sayang, ia rasa sangat tepat untuk Arisa.


" Tolong rangkai bunga mawar merah itu seindah mungkin " ucap Angga pada karyawan toko bunga itu.


" Baik, Tuan " jawab karyawan toko bunga itu.


Setelah itu karyawan toko bunga tersebut segera mengambil bunga-bunga mawar merah itu dan merangkainya sesuai dengan permintaan Angga.


" Maaf Tuan, apa ingin disertakan kartu ucapan? " tanya karyawan toko itu pada Angga.


" Iya. Tuliskan saja di sana " Untuk Istriku Tercinta, Arisa Wijayanto ". Dan berikan sebuah pita berwarna merah " jawab Angga.


Karyawan toko bunga itu pun tersenyum karena ia tidak menyangka pria yang terlihat dingin dan datar itu ternyata adalah pria yang cukup romantis.


" Ini Tuan " ucap karyawan toko bunga itu menyerahkan buket bunga mawar merah itu pada Angga.



Angga sangat puas dengan hasilnya yang terlihat sangat indah sesuai dengan keinginannya.


Setelah itu Angga langsung membayarnya dan ia segera masuk ke dalam mobil. Ia harus segera pulang karena ia sudah berjanji akan pulang tepat waktu.


" Semoga Arisa menyukainya " ucap Angga tersenyum melihat buket bunga mawar merah di sampingnya.


Sesampainya di rumah, ia bisa melihat jika istrinya itu sudah menunggu kepulangannya. Angga langsung turun tetapi ia menyembunyikan buket bunga mawar merah itu di belakang punggungnya.


" Assalamualaikum " ucap Angga menghampiri Arisa.


Arisa langsung meraih tangan kanan sang suami lalu menciumnya. Angga pun tak lupa memberikan kecupan di kening Arisa.


" Itu di belakang kamu apa, Mas? " tanya Arisa karena Angga menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.


Angga tersenyum lalu mengeluarkan buket bunga mawar merah itu dari belakang tubuhnya.


" Untuk istriku " ucap Angga memberikan buket bunga mawar merah tersebut pada Arisa.


Arisa menutup mulutnya tidak percaya karena sang suami memberikan sebuah buket bunga mawar merah untuk dirinya, sepertinya tadi pagi ia janjikan untuk membawakan sesuatu.


" Buat aku? " ucap Arisa seperti tidak percaya.


" Iya Sayang " jawab Angga tersenyum.


Arisa menerima buket bunga mawar merah itu dengan perasaan yang bahagia dan berbunga-berbunga. Apalagi saat ia membaca kartu ucapan yang ada di sana, semakin bahagia lah hati Arisa.


" Terima kasih ya, Suamiku Sayang " ucap Arisa memberikan kecupan di bibir sang suami sebagai ucapan terima kasihnya.


Angga ingin sekali menahannya agar tidak hanya sekedar kecupan tetapi ia sadar mereka sedang ada di teras. Bisa saja ada seseorang yang melintas di depan rumah mereka dan melihatnya.


" Kamu menyukainya? " tanya Angga pada Arisa.


" Sangat suka, Mas " jawab Arisa menghirup wangi dari bunga mawar itu.


" Kamu kok bisa tau sih kalau aku suka bunga mawar, khususnya mawar merah ini " ucap Arisa karena tidak menyangka Angga akan mengetahui bunga kesukaannya dan ia pun tidak pernah memberitahukan itu pada sang suami.


" Apapun tentang kamu pasti aku tau, Sayang " jawab Angga tersenyum.


Padahal Angga memilih bunga mawar merah itu hanya karena merasa cocok untuk Arisa dan ternyata bunga itu adalah bunga kesukaan sang istri.


" Kamu kok jadi romantis banget sih, Mas " ucap Arisa setelah mendengar ucapan sang suami.


" Aku akan romantis dan menjadi apapun jika itu bisa membuat kamu bahagia " jawab Angga.


Arisa merasa terharu mendengar itu dan langsung memeluk sang suami dengan erat. Angga pun segera membalas pelukan Arisa dan memberikan kecupan di puncak kepalanya.


Setelah itu Angga mengajak Arisa untuk masuk ke dalam rumah karena angin sore semakin kencang. Selain itu ia juga harus segera mandi karena ia merasa tubuhnya sudah sangat lengket.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘