Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
61. Membujuk Arisa


Hingga saat sore hari pun, Arisa masih belum mau makan sesuatu. Bahkan sekarang wajahnya terlihat sangat pucat karena tidak ada yang masuk ke dalam perutnya. Tya dan Nyonya Dewi sudah berusaha membujuk Arisa lagi untuk makan tetapi Arisa tetap menolaknya. Seharian ini Arisa hanya terdiam di atas tempat tidur. Ia hanya akan turun dari tempat tidur saat melaksanakan sholat saja.


" Mas Angga " gumam Arisa dengan mata yang berkaca-kaca.


Air matanya selalu saja jatuh ketika mengingat suaminya yang sekarang entah bagaimana.


Terdengar suara pintu kamar di ketuk yang membuat Arisa tersadar dari lamunannya.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum. Arisa, ini Abang " ucap seseorang dari luar yang adalah Reno.


" Walaikumsalam " jawab Arisa pelan.


Pintu kamar itu terbuka dan memperlihatkan Reno bersama dengan Siska di sampingnya. Tangis Arisa kembali pecah saat melihat kakaknya. Reno dengan segera menghampiri Arisa dan memeluknya untuk memberinya kekuatan. Sedangkan Siska berdiri di samping tempat tidur.


" Bang, Mas Angga. Aku gak mau kehilangan suami aku, Bang " ucap Arisa dalam tangisnya.


" Iya Sayang, kita semua juga gak mau kehilangan Angga. Sekarang kita harus berdoa dan berusaha mencari Angga agar Angga cepat ditemukan dengan keadaan selamat " jawab Reno mengusap punggung Arisa agar merasa lebih tenang.


Arisa menumpahkan tangisnya di dalam pelukan Reno. Reno membiarkan Arisa menumpahkan semua tangisnya dan berharap setelah ini ia akan lebih tenang. Ia juga merasakan sakit melihat adik satu-satunya harus mengalami hal seperti ini. Ia hanya bisa berharap Angga segera ditemukan dengan keadaan selamat.


" Adik Abang ini kuat dan pasti bisa melewati ini semua. Abang akan selalu ada buat kamu dan Allah juga selalu ada di sisi kita semua. Allah kasih ujian ini ke kamu karena percaya kamu bisa melewatinya jadi kamu harus kuat " ucap Reno menghapus sisa-sisa air mata Arisa setelah adiknya itu sedikit lebih tenang.


Arisa menganggukkan kepalanya karena yang diucapkan Reno itu benar. Arisa bisa sedikit tenang setelah kakak laki-lakinya itu datang.


Setelah itu, Reno menyingkir dan memberikan kesempatan pada istrinya untuk memeluk dan bicara pada Arisa.


" Kakak yakin kamu pasti kuat. Kakak juga sangat berharap Kak Angga bisa berkumpul lagi dengan kita semua " ucap Siska setelah memeluk Arisa.


" Iya Kak " jawab Arisa mencoba untuk tersenyum.


Arisa memang harus lebih kuat, apalagi ia memiliki keyakinan jika suaminya itu pasti akan kembali.


Terlihat Tya masuk ke kamar itu membawa sebuah nampan berisi makanan untuk Arisa. Ia meminta Reno dan Siska membujuk Arisa lagi agar ia mau makan.


" Bang, tolong bujuk Arisa buat makan. Dia belum makan apapun dari pagi dan kami semua gak ada yang bisa bujuk dia " ucap Tya pada Reno.


" Baiklah. Abang pastikan dia makan sekarang " jawab Reno mengambil alih nampan dari tangan Tya.


" Kalau begitu, aku keluar dulu ya Mas. Kamu harus bujuk Arisa sampai mau makan " ucap Siska beranjak dari duduknya.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Setelah itu, Siska pun keluar dari kamar itu bersama dengan Tya dan meninggalkan Arisa bersama Reno. Reno meletakkan nampan itu di atas nakas lalu ia duduk di tempat tidur agar lebih mudah untuk menyuapi Arisa.


Reno mengambil piring yang berisi makanan dan berusaha membujuk Arisa untuk makan.


Arisa segera menggelengkan kepalanya. " Aku gak lapar, Bang " tolak Arisa lagi-lagi.


Arisa memang sama sekali tidak berselera untuk makan atau melakukan apapun. Yang ia inginkan adalah pergi mencari Angga tetapi sebuah orang melarangnya.


" Kamu harus makan supaya kamu gak sakit. Lihat muka kamu sudah pucat dan kalau kamu masih gak mau makan bisa-bisa kamu dirawat di rumah sakit. Sekarang makan walaupun pun cuma sedikit " ucap Reno menyodorkan sendok ke mulut Arisa tetapi Arisa menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan rapat.


Reno menghela napasnya kasar. Arisa memang sangat susah dibujuk untuk makan jika sedang berada di keadaan yang sangat hancur dan terpukul seperti saat ini. Dulu ketika kedua orang tua mereka meninggal, Arisa yang masih kecil tidak mau makan sampai berhari-hari.


" Arisa, kalau kamu gak makan kamu malah jatuh sakit dan gak bisa ikut cari suami kamu. Sekarang buat berdiri aja kamu gak kuat apalagi buat pergi cari suami kamu. Jadi sekarang makan ya dan setelah badan kamu kuat, kita cari suami kami sama-sama " bujuk Reno lagi berharap Arisa mau makan kali ini.


" Beneran ya kita cari Mas Angga, Bang " ucap Arisa karena ia sangat ingin pergi mencari Angga.


" Iya, tapi sekarang kamu harus makan sampai habis " jawab Reno memberi syarat.


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Reno tersenyum tipis berhasil membujuk Arisa untuk makan. Reno mulai menyuapi Arisa hingga makanan di piring itu habis walaupun beberapa kali Arisa meminta menyudahi makannya dengan alasan kenyang tetapi Reno terus memaksanya.


" Sekarang kita cari Mas Angga kan, Bang " ucap Arisa pada Reno setelah selesai makan.


" Gak sekarang, Arisa. Kamu harus istirahat dulu sampai badan kamu kuat buat pergi " jawab Reno.


" Tapi Bang.... " Reno langsung memotong protes yang akan dilayangkan oleh Arisa.


" Pokoknya sekarang kamu istirahat dan terlalu banyak pikiran. Suami kamu akan ditemukan " ucap Reno mencoba untuk membuat Arisa tenang walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana nantinya.


Reno meminta Arisa beristirahat dan menyelimuti tubuh Arisa sebatas dada.


" Abang keluar dulu ya. Kamu istirahat " ucap Reno mengusap kepala Arisa.


Arisa pun menganggukan kepalanya walaupun ia merasa kecewa karena tidak bisa pergi mencari Angga sekarang.


Setelah itu Reno keluar dari kamar itu dengan membawa bekas makan Arisa.


" Ya Allah, tolong selamatkan suami hamba. Bawa dia kembali pada hamba. Aamiin " doa Arisa dengan air mata yang kembali menetes.


Arisa memejamkan matanya karena ia merasa sangat mengantuk saat ini. Sebenarnya Tya sudah memberikan sedikit obat tidur di air putih yang diminum oleh Arisa. Itu semua dilakukan agar Arisa bisa beristirahat barang sebentar karena semenjak pagi Arisa tidak benar-benar beristirahat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘