
Arisa terus memeluk tubuh Angga dengan begitu erat dan seolah tidak ingin melepaskannya sedikit pun. Angga sebenarnya menyukai jika istrinya yang biasanya terkesan malu-malu kini terus menempel kepadanya, tetapi ia juga merasa tubuhnya sangat gerah dan lengket setelah seharian bekerja dan ia butuh membersihkan tubuh sekarang.
" Sayang, bagaimana? Apa perutmu masih kram? " tanya Angga karena hampir satu jam ia terus mengusap perut istrinya itu.
" Enggak, Mas. Kramnya sudah hilang " jawab Arisa.
Rasa kram di perutnya sudah benar-benar hilang sejak beberapa saat yang lalu tetapi ia tetap dia karena merasa sangat nyaman saat tangan Angga terus mengusap perutnya.
" Syukurlah " ucap Angga merasa lega karena ternyata kram itu sementara saja sehingga ia tidak perlu membawa Arisa ke rumah sakit.
" Jika seperti itu, lepaskan dulu pelukanmu. Aku ingin membersihkan tubuh sebentar " ucap Angga karena merasa tubuh sudah sangat gerah.
" Gak mau " tolak Arisa malah semakin mempererat pelukannya.
Entah mengapa Arisa merasa sangat nyaman dalam pelukan Angga dan tidak ingin melepaskannya.
" Sebentar saja, aku merasa tubuhku sudah sangat lengket. Lagipula tubuhku bau jadi sebaiknya aku mandi agar wangi dan kamu lebih nyaman memelukku " bujuk Angga agar istrinya itu melepaskan barang sejenak untuk membersihkan diri.
" Gak mau. Kamu lebih wangi kalau sedang berkeringat dan belum mandi seperti ini " jawab Arisa masih tidak ingin melepaskan pelukannya.
Angga menghela napasnya dan mencoba bersabar menghadapi istrinya yang semakin aneh setiap harinya, mungkin saja itu pengaruh karena dirinya sedang mengandung.
" Tolong Sayang, sebentar saja. Setelah itu kamu bisa peluk tubuhku sepuasnya. Kamu tau sendiri jika aku tidak akan bisa tidur jika tidak mandi " bujuk Angga sekali lagi karena memang benar ia tidak akan bisa tidur jika tidak mandi.
Akhirnya Arisa pun mengalah dan melepaskan pelukannya. Ia juga tidak tega jika Angga tidak bisa tidur karena tidak mandi.
" Lima menit. Pokoknya lima menit kamu harus selesai mandi " ucap Arisa tidak ingin ditinggal lama-lama oleh suaminya.
" Iya Sayang " jawab Angga bernapas lega karena istrinya itu mau melepaskannya.
Setelah itu Angga segera pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk dan membersihkan tubuhnya dengan cepat. Sedangkan Arisa menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu.
Tepat pada menit kelima, Angga keluar dari kamar mandi sesuai dengan janjinya pada Arisa. Arisa meneguk salivanya saat melihat suaminya yang begitu seksi dengan air yang berjatuhan mengenai dadanya yang bidang. Tiba-tiba saja ia ingin menyentuhnya dan mengajak Angga untuk bertempur di atas tempat tidur.
" Astaghfirullah, aku mikirin apa sih " rutuk Arisa dalam hati.
Arisa memberikan pakaian ganti pada Angga yang sudah ia ambilkan dan Angga segera memakainya.
" Sepertinya gak usah pakai baju deh, Mas " ucap Arisa menahan tangan Angga saat ingin mengenakan kaos miliknya.
" Aku lebih suka kamu seperti ini " lanjut Arisa dengan suara pelan karena malu.
Angga tersenyum lalu melempar kaosnya ke atas meja rias karena ia tidak akan memakainya.
Arisa semakin mendekat hingga tubuhnya menempel. Arisa menyentuh dada bidang suaminya dan mengusapnya. Angga memejamkan mata karena hanya dengan usapan di dadanya itu hasratnya bangkit, apalagi ia sudah berpuasa cukup lama sejak Arisa dinyatakan hamil.
" Memang itu yang aku mau, Mas " jawab Arisa tersenyum menggoda.
" Dokter Sinta mengatakan kita tidak boleh melakukannya, Sayang " ucap Angga agar istrinya itu tidak menghancurkan imannya.
" Boleh aja kalau gak terlalu sering dan gak kasar, Mas " jawab Arisa yang entah mengapa sangat menginginkannya hingga tidak seperti Arisa yang biasanya.
Tangan Arisa yang satunya bergerak mengusap roti sobek Angga dan bergerak ke bawah secara perlahan dengan gerakan yang menggoda. Benar-benar menggoda iman Angga yang setipis tisu jika sudah berhubungan dengan olahraga ranjang bersama dengan sang istri, hingga akhirnya Angga pun kalah.
" Kamu yang meminta, Sayang " bisik Angga dengan suara serak menahan gairah.
Arisa pun tersenyum senang karena ia bisa meruntuhkan pertahanan suaminya yang memang sangat mudah goyah jika mengenai hal seperti ini.
Angga mencium bibir Arisa dengan penuh gairah. Ia benar-benar sudah terpancing oleh istrinya itu yang hanya mengusap dada dan perutnya. Tangan Angga masuk ke dalam pakaian Arisa dan mulai mencari benda kenyal kesukaannya yang kini bertambah besar saja. Angga membuka pengait bra milik Arisa dan ingin menyentuh dada sangat istri.
Tapi, tiba-tiba saja Arisa menahan tangan Angga dan melepaskan ciuman mereka.
" Kenapa, Sayang? " tanya Angga pada Arisa.
" Magrib, Mas. Kita sholat magrib dulu " jawab Arisa karena memang azan magrib sudah terdengar.
Tubuh Angga pun seketika lemas karena saat hasratnya sedang naik tiba-tiba harus dihentikan.
" Lalu ini bagaimana, Sayang? Kamu sudah membangunkannya " ucap Angga menunjuk junior yang sudah berdiri tegak di balik celananya.
" Kamu mandi aja lagi pakai air dingin biar dia tidur " jawab Arisa dengan entengnya.
Angga menatap tidak percaya sang istri yang pergi begitu saja setelah membuat juniornya berdiri tegak. Ingin rasanya Angga mengumpat tapi berusaha ia tahan. Sedangkan Arisa tertawa kecil melihat suaminya yang frustasi karena gagal bertempur di atas ranjang. Sebenarnya ia pun merasa sangat tersiksa, tapi bagaimana lagi mereka harus melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.
Akhirnya Angga pergi ke kamar mandi dengan langkah gontai. Ia harus mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar juniornya kembali tertidur.
" Kasian padahal, tapi ya gimana lagi. Yang sabar ya, Suamiku " ucap Arisa tertawa kecil melihat Angga yang masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah itu Arisa segera menyiapkan peralatan sholat untuk mereka dan pakaian ganti untuk Angga yang mandi untuk yang kedua kalinya hari itu. Arisa menunggu Angga untuk bergantian mengambil air wudhu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π