Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
132. Jadikan Aku Istrimu


Di tengah perjalanan, Angga mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Angga segera menjawab panggilan telepon itu karena bisa saja itu dari wanita yang menculik putrinya.


Benar saja saat panggilan telepon itu tersambung terdengar suara seseorang wanita yang cukup Angga kenali.


" Halo Angga " ucap wanita itu dari ujung telepon.


Tangan Angga mengepal kuat saat mengingat jika wanita itu yang sudah menculik putrinya yang bahkan baru berumur dua hari.


" Dimana kau? Kembalikan putriku " ucap Angga berusaha menahan emosinya.


" Tenanglah, putrimu aman bersamaku. Datanglah ke apartemenku seorang diri jika kamu menginginkan putrimu. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu " ucap wanita itu langsung mematikan panggilan telepon itu.


Angga semakin mengepalkan kedua tangannya hingga meremas ponsel di genggamannya.


" Apa itu wanita yang menculik putrimu? " tanya Teno karena ia sempat mendengar pembicaraan Angga.


" Iya Kak " jawab Angga.


Ting.


Terdengar suara notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Angga dan itu ternyata alamat yang dikirimkan oleh wanita itu.


" Wanita bodoh, berani-beraninya dia menculik putriku. Dia belum tahu siapa aku " ucap Angga sangat emosi.


Tanpa wanita mengirimkan alamat apartemen itu, Angga sudah tahu dimana keberadaannya. Wanita itu benar-benar bodoh berani menculik putrinya tanpa mencari tahu dulu siapa dirinya.


Sesampainya di apartemen dimana wanita itu membawa putri Angga dan Arisa, mereka langsung turun dari mobil dan disusulkan oleh Reno dan Ardi yang turun dari mobil masing-masing.


" Aku akan masuk sendiri ke unit apartemen itu sendiri karena wanita itu memintaku untuk datang sendiri. Kalian tetap ikut masuk tapi tolong awasi dari jauh karena aku takut wanita itu akan melukai putriku jika melihat kalian " ucap Angga pada Reno serta Ardi dan Teno.


Setelah itu mereka pun langsung masuk ke dalam gedung apartemen itu dan menuju dimana unit apartemen wanita itu berada.


Ting tong ting tong.


Angga memencet bel apartemen itu dan berusaha untuk sabar menunggu wanita itu membuka pintu itu.


Ceklek.


Pintu itu terbuka dan menampilkan seorang wanita yang tersenyum pada Aska.


" Akhirnya kamu datang juga " ucap wanita itu pada Angga.


" Jangan banyak bicara. Dimana putriku? " tanya Aska menatap tajam wanita itu.


Wanita itu tersenyum. " Masuklah, putrimu ada di dalam " ucap wanita itu membuka pintu lebih lebar.


Angga masuk ke dalam apartemen itu agar ia bisa bertemu dengan putrinya secepatnya.


Saat masuk ke dalam sebuah kamar, Angga melihat putrinya berada di atas tempat tidur dan sedang menangis. Angga pun segera menghampiri bayi itu dan menggendongnya.


" Sayang, ini Papa. Tenanglah " ucap Angga memeluk tubuh mungil sang putri.


" Putri baik-baik saja bersamaku karena aku tidak mungkin melukai bayi yang akan menjadi putriku juga " ucap wanita itu pada Angga.


Angga langsung menoleh ke arah wanita yang sudah menculik putrinya dan menatapnya tajam.


" Apa maksudmu? Ini ada putriku dan istriku " ucap Angga tidak terima wanita itu mengatakan jika putrinya akan menjadi putri wanita itu.


Hati Angga terasa panas mendengar itu karena tidak ada wanita lain yang akan menjadi istrinya karena istrinya hanya satu, yaitu Arisa.


" Jangan pernah bermimpi, bahkan aku tidak mengenalmu " ucap Angga masih berusaha menahan emosinya.


" Aku memang bermimpi dan hari ini aku akan mewujudkannya " jawab wanita itu.


" Kamu mungkin tidak mengenalku tapi aku mengenal dirimu. Kamu adalah pria yang menyelamatkanku saat aku akan bunuh diri dan kamu juga pria yang berhasil membuatku jatuh cinta saat pertama kali melihatmu " lanjut wanita itu.


Wanita itu bernama Jessica. Wanita yang diselamatkan oleh Angga saat hendak mengakhiri hidupnya di rumah sakit. Ia jatuh cinta kepada Angga sejak saat itu dan terus mencari Angga tetapi ia tidak pernah menemukannya. Hingga satu bulan yang lalu ia mendapatkan informasi jika Angga berada di Indonesia dan telah memiliki seorang istri, bahkan akan segera memiliki seorang anak. Hati Jessica sangat hancur dan ia bertekad untuk mendapatkan Angga apapun caranya.


" Tolong jadikan aku istrimu, aku bahkan rela jika harus menjadi istri keduamu. Aku akan menyayangi putrimu seperti putri kandungku sendiri " ucap Jessica dengan tatapan memohon.


Angga menatap Jessica tidak percaya setelah mendengar apa yang ia katakan. Sampai kapan ia tidak akan pernah menikah lagi karena ia hanya menginginkan Arisa yang menjadi istrinya.


" Tidak akan pernah. Aku tidak sudi menjadikan wanita yang menculik putriku sebagai istri dan aku juga sangat mencintai istriku " jawab Angga.


Angga segera beranjak keluar dari kamar itu karena ia harus membawa putrinya pergi, apalagi putrinya itu terus menangis dan sepertinya merasa lapar karena terpisah cukup lama dari ibunya.


" Angga, tunggu. Aku mohon, jangan tolak aku " ucap Jessica mengejar Angga.


Saat Angga ingin keluar dari apartemen itu, ternyata pintunya terkunci dan ia pastikan jika Jessica lah yang menguncinya.


" Buka pintu ini sekarang " ucap Angga menatap tajam Jessica.


" Aku tidak akan membuka pintu itu sebelum kamu berjanji untuk menjadikanku sebagai istrimu " jawab Jessica tidak akan membiarkan Angga pergi begitu saja.


" Buka sekarang " bentak Angga sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Jessica ketakutan saat melihat wajah kemarahan dari Angga tapi ia tetap tidak ingin membuka pintu apartemen itu.


" Tidak. Kamu harus menjadi milikku terlebih dahulu " jawab Jessica walaupun ketakutan.


Angga tertawa sinis mendengar itu dan membuat Jessica semakin takut tapi ia harus bisa mendapatkan Angga.


" Bagaimana aku bisa menjadikanmu sebagai istriku, hah? Kamu adalah wanita yang jahat dan merupakan penculik putriku " ucap Angga pada Jessica.


" Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu dan aku harus mendapatkanmu " jawab Jessica.


" Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka aku akan membawa putriku mati bersamaku " lanjut Jessica tersenyum licik.


Jessica mengambil pisau buah dari atas meja dan langsung berlari mendekati Angga lalu mengarahkan pisau itu pada bayi tidak berdosa itu. Angga tidak bisa menghindar karena gerakan Jessica cukup cepat.


Jlep.


Angga membelalakkan matanya saat melihat darah segar tepat di depan matanya akibat serangan yang dilakukan oleh Jessica.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘