Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
34. Pergi Kencan


Pada sore harinya, Arisa menyambut Angga yang baru pulang ke rumah seperti biasa. Angga dan Arisa masuk ke dalam rumah setelah Arisa mencium tangan Angga dan tak lupa Angga memberikan ciuman di kening Arisa.


" Aku siapin air buat Mas Angga mandi " ucap Arisa saat mereka sudah memasuki kamar.


Arisa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Angga mandi, sedangkan Angga melepaskan pakaian bagian atasnya hingga ia bertelanjang dada.


" Airnya sudah siap, Mas " ucap Arisa keluar dari kamar mandi.


Arisa langsung menundukkan kepalanya karena melihat Angga yang bertelanjang dada, walaupun sudah sering melihat selama dua bulan ini tapi tetap saja dia malu.


" Terima kasih " ucap Angga mengusap kepala Arisa yang membuat semburat merah muncul di pipi Arisa.


Kemudian Angga mengambil handuk yang sudah Arisa siapkan sebelumnya lalu melenggang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja.


" Kenapa sih Mas, kamu setiap hari buat aku jatuh cinta sama kamu " gumam Arisa tersenyum menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup sempurna.


Setelah itu Arisa segera menyiapkan pakaian ganti untuk Angga lalu memilih duduk di sofa sembari menunggu Angga selesai mandi.


Beberapa saat kemudian, Angga sudah menyelesaikan kegiatan mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang membungkus tubuhnya bagian bawah. Angga merasa heran saat melihat Arisa berada di kamar karena biasanya Arisa akan keluar dari kamar saat ia mandi.


Sedangkan Arisa langsung memalingkan wajahnya karena malu kembali melihat pemandangan yang sebenarnya ingin ia pandangi hingga puas. Mengetahui Arisa yang sedang malu, Angga pun mengambil pakaian ganti di atas tempat tidur dan langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk memakainya. Ia belum terbiasa memakai pakaiannya di depan Arisa.


" Mas " panggil Arisa saat Angga keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


" Iya " jawab Angga lalu memasukkan handuk yang ia pakai ke keranjang pakaian kotor.


" Malam ini aku gak masak karena aku belum sempat belanja bulanan. Kalau kita makan malam di luar aja gimana? Sekalian jalan-jalan karena selama dua bulan kita menikah kan belum pernah jalan berdua. Anggap aja kita kencan buat pertama kalinya dan nanti pulangnya kita bisa belanja bulanan " ajak Arisa yang memang belum sempat belanja bulanan karena sibuk dengan kegiatan di kampus, padahal Angga sudah memberikan sebuah kartu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan juga kebutuhan pribadi dirinya.


Sebenarnya itu juga sebagai alasan Arisa yang ingin pergi berdua dengan Angga. Jujur saja ia ingin merasakan kencan bersama pasangan apalagi itu suaminya sendiri.


" Baiklah, nanti kita pergi " jawab Angga menyetujui ajakan Arisa.


Senyum Arisa pun langsung mengembang. " Beneran, Mas? " tanya Arisa memastikan.


" Hmm " jawab Angga.


Setelah itu mereka pun segera melaksanakan sholat magrib berjamaah dahulu sebelum pergi karena azan magrib sudah berkumandang.


Angga dan Arisa sedang bersiap-siap untuk pergi kencan mereka yang pertama. Tidak seperti biasanya yang selalu menggunakan setelan jas, sekarang Angga memilih memakai sebuah celana jeans yang dipadukan dengan sebuah hoodie walaupun masih berwarna hitam tapi itu membuat Angga semakin tampan dan lebih muda. Bahkan terlihat seumuran dengan Arisa walaupun usia mereka terpaut enam tahun. Sedang Arisa menggunakan celana kulot dan kemeja seperti biasanya saat ia akan pergi dan dipadukan dengan sebuah hijab pashmina.


" Ayo Mas " ajak Arisa saat melihat Angga yang sudah siap.


Angga memakai topi serta kaca mata berwarna hitam karena ia tidak ingin ada yang mengenalinya saat sedang pergi bersama Arisa.


" Kita pergi dengan motor kamu saja " ucap Angga sebelum mereka keluar dari rumah.


Arisa pun segera mengambil kunci motornya dan memberikannya pada Angga. Arisa merasa sangat senang Angga ingin menggunakan motor karena bukankah itu akan membuat mereka lebih dekat.


" Biar aku saja " ucap Angga saat Arisa terlihat kesulitan memasang pengait helm miliknya.


Arisa membiarkan Angga memasangkan pengait helm miliknya dan tersenyum melihat wajah Angga dari bawah karena memang ia hanya sebatas bahu Angga yang memang memiliki tubuh yang tinggi.


" Naiklah " ucap Angga meminta Arisa naik di bagian belakang.


Kemudian Angga menyalakan mesin motor itu dan melajukannya meninggalkan rumah mereka.


" Kita akan makan malam dimana? " tanya Angga saat mereka sudah berada di jalan raya.


" Aku lagi pengen mie ayam langganan aku Mas. Sudah lama aku gak makan mie ayam " jawab Arisa.


" Mas Angga gak keberatan kalau kita ke sana? " tanya Arisa karena takut Angga tidak menyukai tempat makan di pinggir jalan.


" Tunjukkan jalannya " ucap Angga yang menunjukkan jika dirinya tidak keberatan jika Arisa mengajaknya ke sana.


Arisa pun menunjukkan jalan untuk menuju warung mie ayam yang menjadi langganannya.


Sesampainya di sebuah warung mie ayam, Arisa pun mengajak Angga untuk masuk ke dalam warung yang berada di pinggir jalan dan bersebelahan dengan pedagang makanan lain.


" Kita duduk di pojok sana aja ya, Mas " ucap Arisa menunjuk meja yang berada di pojok karena ia tahu jika Angga tidak ingin sampai ada yang mengenali mereka.


Angga pun menganggukan kepalanya.


" Kamu duduk di sana duluan. Biar aku yang pesan mie ayamnya " ucap Arisa pada Angga.


Angga menurut dan langsung menuju meja yang berada di pojok itu, sedangkan Arisa memesan dua mangkuk mie ayam untuk dirinya dan Angga.


Beberapa saat kemudian, Arisa pun menyusul Angga dengan membawa sebuah nampan yang berisi dua mangkuk mie ayam dan dua botol air mineral.


" Kamu suka mie ayam kan? " tanya Arisa setelah meletakkan mie ayam itu di hadapan Angga.


" Suka " jawab Angga.


Arisa tidak merasa khawatir lagi Angga tidak menyukainya dan Angga juga tidak menolak saat saat mengajaknya untuk makan mie ayam.


" Ini tuh mie ayam paling enak yang pernah aku makan. Setelah Mas Angga coba aku yakin Mas Angga pasti setuju sama yang aku bilang " ucap Arisa duduk di samping Angga.


" Aku aku coba " ucap Angga mengambil sumpit untuk memakai mie ayam itu.


Bukan pertama kalinya untuk Angga makan di warung pinggir jalan seperti ini karena ia juga sering beberapa kali makan makanan seperti ini bersama dengan Teno di saat mereka bosan dengan makanan di restoran.


" Gimana? Enak kan? " tanya Arisa setelah Angga mencoba mie ayam itu.


" Iya, enak " jawab Angga.


Arisa tersenyum lalu setelah itu mereka pun melanjutkan memakan mie ayam itu yang memang terasa sangat enak di lidah mereka.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘