
Satu minggu telah berlalu tetapi sampai saat ini Angga belum juga ditemukan. Semua orang sudah sangat pesimis bahwa Angga akan selamat, kecuali Arisa dan Mama Mutia. Dua wanita paling berarti dalam hidup Angga itu masih yakin jika Angga pasti akan kembali.
Polisi dan orang-orang yang bertugas untuk mencari Angga terpaksa menghentikan pencarian dan menyatakan jika Angga telah tewas dalam kejadian itu. Sangat besar kemungkinan jika Angga ikut terbakar dalam kobaran api yang sangat besar sehingga tidak satu pun mereka menemukan jejak dari Angga. Mereka hanya menemukan beberapa puing mobil yang sudah hangus terbakar dan tidak utuh lagi. Dengan berat hati Tuan Gunawan harus menyampaikan itu semua kepada keluarga mereka terutama Arisa dan orang tua Angga.
Siang itu, Tuan Gunawan mengumpulkan mereka semua di ruang keluarga untuk menyampaikan mengenai Angga yang telah dinyatakan tewas dalam kejadian satu minggu yang lalu.
" Saya tau ini adalah berita yang akan membuat kita semua sangat sedih tetapi saya harus tetap menyampaikannya pada kalian semua " ucap Tuan Gunawan menghentikan ucapannya dan melihat mereka semua satu per satu.
Entah mengapa Arisa merasa ini adalah suatu hal yang sangat buruk untuknya. Ia sudah menduga-duga beberapa hal tetapi apakah ia siap mendengarnya dari Tuan Gunawan.
" Polisi dan orang-orang yang kita tugaskan untuk mencari Angga tidak dapat menemukan Angga sampai sekarang. Oleh sebab itu, maka mereka menyatakan jika Angga tewas dalam kejadian itu dan dari hasil penyelidikan kemungkinan besar Angga terbakar dan tidak ada lagi jasadnya " ucap Tuan Gunawan melanjutkan apa yang harus ia sampaikan.
Deg.
Arisa merasa dunianya terasa berhenti berputar mendengar itu. Hatinya masih mengatakan jika Angga masih hidup dan belum meninggal.
" Enggak, Mas Angga gak mungkin pergi ninggalin aku buat selama-lamanya. Aku yakin Mas Angga pasti kembali dan hatiku juga mengatakan itu. Aku gak akan percaya sampai aku liat sendiri jasad Mas Angga " ucap Arisa berdiri dari duduknya dengan air mata yang jatuh ke pipinya.
Arisa menolak untuk mempercayai itu semua karena ia belum melihat Angga dengan kedua matanya.
" Maafkan Ayah, Arisa. Tapi Angga sudah tiada dan itu karena menyelamatkan perusahaan serta keluarga kita. Ayah minta maaf, Arisa " ucap Tuan Gunawan dengan rasa bersalah yang begitu besar.
" Enggak, Mas Angga masih hidup. Mas Angga gak meninggal " ucap Arisa dengan tangis yang mulai terdengar.
Hatinya terasa remuk dan perih saat orang-orang di sana menganggap Angga sudah tiada. Ia juga tidak bisa menerima jika Angga meninggalkannya begitu saja untuk selama-lamanya.
Nyonya Dewi segera memeluk Arisa dan memberikan kekuatannya untuk menerima semua ini.
" Sayang, kamu harus kuat. Kamu harus ikhlas dan terima karena Angga sudah tiada agar Angga juga tenang di sana " ucap Nyonya Dewi pada Arisa.
" Mas Angga masih hidup. Aku akan cari Mas Angga sendiri " ucap Arisa melepaskan diri dari pelukan Nyonya Dewi.
Arisa berlari ingin keluar untuk mencari Angga karena ia yakin Angga belum meninggal. Semua orang pun panik, Ardi dan Teno segera mengejar Arisa.
" Arisa, jangan pergi " ucap Teno berhasil menangkap Arisa.
" Lepasin, aku mau cari Mas Angga. Aku mau cari suamiku " ucap Arisa ingin menghempaskan tangan Teno tetapi tidak bisa karena Teno memegangnya cukup kuat.
" Arisa tolong dengerin, Kakak. Kakak tau ini berat buat kamu, buat kita semua. Tapi kita harus ikhlas supaya Kak Angga tenang. Kak Angga pasti sedih liat kamu seperti ini " ucap Ardi pada Arisa agar Arisa tidak gegabah pergi seperti ini.
Ardi dan Teno serta semuanya juga merasa sangat berat dengan ini semua tapi mereka harus mengikhlaskan kepergian Angga dengan cara seperti ini.
" Arisa, kamu harus mengikhlaskan Angga jika kamu sayang sama Angga " ucap Teno ketika Arisa mulai melemah dan tidak memberontak lagi.
" Mas Angga " ucap Arisa lirih dengan air mata yang terus mengalir.
Tatapan mata Arisa berubah kosong dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Hancur sudah impian-impian Arisa hidup bahagia bersama Angga dan keluarga kecil mereka. Arisa merasa tidak memiliki harapan untuk hidup kembali setelah ini. Cinta pertama yang merupakan suami tercintanya dinyatakan telah tiada.
" Cepat kembali, Mas. Buktikan jika keyakinanku ini benar " ucap Arisa dalam hati masih berharap Angga kembali padanya.
Arisa tidak akan terima dan mempercayai siapapun yang mengatakan Angga telah tiada sebelum ia melihat jasad Angga.
Ardi dan Teno yang melihat Arisa hanya terdiam dengan tatapan kosong merasa sangat tidak tega.
" Arisa, sebaik-baiknya kita masuk dan kamu tenangkan diri kamu " ucap Teno membantu Arisa untuk berdiri.
Arisa tidak merespon apapun hanya terdiam dan mengikuti Ardi dan Teno saat Teno menuntunnya untuk masih ke dalam rumah.
" Sayang, kamu bawa Arisa ke kamarnya " ucap Ardi pada Tya.
" Iya Mas " jawab Tya.
Tya segera mendekati Arisa dan membawa Arisa ke kamarnya. Tya membantu Arisa untuk naik ke atas tempat tidur.
" Arisa, Kakak yakin kamu bisa melewati semua ini. Kamu harus menjadi perempuan yang kuat " ucap Tya pada Arisa lalu menghapus air matanya.
Tya juga merasa sangat sedih dan kehilangan karena selama ini Angga adalah orang yang menjaganya dan menemaninya kemana pun saat tidak ada Ardi. Tya sudah menganggap Angga sebagai kakak kandungnya.
***
Tidak jauh berbeda dengan Arisa, Mama Mutia juga merasa sangat hancur dan terpukul. Mama Mutia terus menangis di dalam pelukan Papa Hari.
" Kita harus ikhlas, Sayang. Anak kita adalah anak yang sangat hebat jadi kita tidak boleh mempersulit dirinya dengan terus bersedih seperti ini. Untuk hari ini kamu boleh menangis sepuasnya tapi tidak untuk hari-hari seterusnya. Kita harus menerima jika memang anak kita telah tiada " ucap Papa Hari menguatkan Mama Mutia.
" Aku akan berusaha, Mas " jawab Mama Mutia dengan isak tangisnya.
Jika Arisa tetap yakin jika Angga masih hidup dan tidak menerima semua ini, Mama Mutia akan berusaha untuk mengikhlaskan Angga. Walaupun hatinya yakin dan berharap Angga masih hidup tetapi kenyataannya putranya itu tidak bisa ditemukan hingga sekarang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π