Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
106. Undangan Makan Malam


Keesokan harinya, Angga akan pulang setelah semua pekerjaannya selesai. Tapi saat ia ingin pergi memasuki mobilnya, Ardi tiba-tiba menghampirinya.


" Ada apa, Tuan Muda? " tanya Angga pada Ardi.


" Ibu minta Kak Angga sama Arisa buat makan malam di rumah. Ajak Om Hari sama Tante Mutia juga " ucap Ardi menyampaikan pesan dari Nyonya Dewi untuk mengundang Angga dan Arisa untuk makan malam di rumah mereka.


" Baiklah, Tuan Muda. Kami akan datang " jawab Angga karena ia tidak mungkin menolak undangan makan malam dari Nyonya Dewi.


Setelah itu Angga dan Ardi berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing dan Angga harus menyampaikan undangan makan malam pada keluarganya.


Sesampainya di rumah, ternyata Papa Hari sudah sampai rumah. Angga pun langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan istrinya.


" Assalamualaikum " ucap Angga menghampiri ibu dan istrinya yang berada di dapur.


Arisa dan Mama Mutia langsung menoleh ke arah Angga. " Walaikumsalam " jawab Arisa dan Mama Mutia.


Angga mencium kening istrinya dan Arisa mencium tangannya. Setelah itu ia menghampiri Mama Mutia dan mencium tangannya.


" Ma, sebaiknya Mama tidak perlu memasak. Nyonya Dewi mengundang kita untuk makan malam bersama di rumah utama " ucap Angga agar sang ibu tidak perlu memasak untuk makan malam.


" Baiklah, kalau begitu. Mama tidak akan memasak untuk makan malam " jawab Mama Mutia tidak jadi memasak untuk makan malam.


" Tapi sepertinya Mama sama Papa, tidak bisa memenuhi undangan makan malam itu. Papa juga ada undangan makan malam dengan temannya dan Mama harus mendampingi Papa " lanjut Mama Mutia yang sudah menyanggupi undangan makan malam dari teman Papa Hari.


" Ya sudah, aku dan Arisa yang akan pergi ke rumah utama " jawab Angga.


Angga melirik Arisa yang dari tadi hanya mendengarkan mereka.


" Kamu tidak keberatan kan kita pergi ke rumah utama untuk memenuhi undangan dari Nyonya Dewi? " tanya Angga takut Arisa tidak ingin pergi.


Iya Mas, aku malah senang karena bisa bertemu dengan Adit juga Raila " jawab Arisa.


Arisa memang merasa senang karena ia sudah lama tidak bertemu dengan anak dari Ardi dan Tya itu.


***


Hari sudah berganti malam, Angga dan Arisa sudah berada di perjalanan menuju ke kediaman Keluarga Wicaksono.


" Aku sudah gak sabar bertemu dengan Adit dan Raila " ucap Arisa tidak sabar.


Angga melirik Arisa dan tersenyum. Ia merasa bahagia jika melihat istrinya tersenyum seperti itu.


" Tante kok jarang main ke sini? Tante sibuk banget ya? " ucap Aditya pada Arisa.


" Maaf ya, Sayang. Tante emang lagi sibuk " jawab Arisa.


Sebelumnya Arisa cukup sering datang ke sana untuk bertemu dengan Aditya dan Raila karena ia sering kesepian.


" Sayang, kenapa Om Angga sama Tante Arisa gak di suruh masuk " ucap Tya yang datang dengan menggendong Raila.


" Lupa Bunda, hehe " jawab Aditya tersenyum menunjukkan deretan giginya.


Raila yang berada di dalam gendongan Tya terlihat sangat senang saat melihat Angga. Ia mengulurkan tangannya seolah ingin meminta digendong oleh Angga.


" Boleh saya menggendong Nona Kecil, Nona Muda? " tanya Angga yang sudah sangat gemas dengan Raila.


" Boleh dong, Kak " jawab Tya.


Tya pun memberikan Raila untuk digendong oleh Angga. Angga dengan senang hati menggendong Raila apalagi Raila juga terlihat menyukai dirinya.


Setelah itu Tya langsung mengajak Angga dan Arisa untuk masuk ke dalam. Mereka menuju ruang makan karena makan malam sudah siap. Ternyata Ardi serta Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi sudah berada di sana.


" Bagaimana kabar kamu, Arisa? " tanya Tuan Gunawan pada Arisa.


" Alhamdulillah, kabar Arisa baik, Ayah " jawab Arisa.


" Lalu bagaimana kandungan kamu, Sayang? " tanya Nyonya Dewi yang sudah mendengar kabar kehamilan Arisa.


" Alhamdulillah sehat juga, Bu " jawab Arisa tersenyum.


Setelah itu mereka mulai makan malam bersama dengan Keluarga Wicaksono dengan diselingi obrolan-obrolan ringan. Angga juga merasa sangat senang bisa bermain dengan Raila, apalagi ia sudah sangat merindukan kehadiran seorang anak. Arisa pun merasa demikian karena suaminya itu menjadi lebih lembut dan bisa sering tersenyum pada anak kecil.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘