
Arisa mendengarkan cerita Rini dengan seksama dan semua rasa penasarannya sudah terjawab. Ia sebenarnya sangat senang jika Rini menikah dengan Teno karena itu artinya mereka tidak hanya sekedar sahabat, tetapi akan menjadi keluarga. Apalagi ia sudah sangat mengenal Teno dan yakin jika Teno akan bisa membuat sahabatnya itu bahagia.
" Kamu gak masalah kan kalau aku nikah sama Kak Teno? " tanya Rini pada Arisa.
" Ya enggak dong, Rin. Aku malah seneng karena itu artinya kamu bakal jadi kakak ipar aku dan kita jadi keluarga " jawab Arisa tersenyum.
Rini pun bernapas lega karena ia sempat berpikir jika Arisa tidak akan menyukai hubungannya dan Teno.
" Tapi aku heran, tipe kamu sekarang om-om ya. Perbedaan umur kalian kan cukup jauh loh " ucap Arisa karena yang ia tahu jika dulu tipe pria idaman Rini adalah yang seumuran dengannya.
" Seiring berjalannya waktu tipe aku berubah, Ris. Ternyata yang om-om gitu lebih menggoda dan ngemong banget " jawab Rini tersenyum.
Rini sebenarnya juga heran dengan dirinya sendiri karena dulu ia paling anti dengan pria yang umurnya cukup jauh dengan dirinya. Tetapi sekarang ia akan menikah dengan Teno yang umurnya terpaut sepuluh tahun dengannya.
" Emang bener sih, buktinya aku juga ngerasa gjtu sama Mas Angga. Walaupun sebenarnya perbedaan umur kita gak terlalu jauh juga " ucap Arisa setuju.
Arisa merasakan sendiri jika Angga sangat mengerti dan mengemong dirinya, apalagi saat sedang hamil seperti ini.
" Tapi Rin, kamu harus kuat ngehadapin Kak Teno di atas ranjang. Biasanya orang yang lebih dewasa itu lebih ganas " ucap Arisa dengan suara yang pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
" Tenang, Ris. Aku udah persiapan mulai sekarang dan jangan lupa ajarin aku ya kalau sudah hari H ya " jawab Rini lalu mereka berdua pun tertawa.
Di saat mereka masih asik tertawa, ternyata Angga dan Teno menyusul mereka ke taman belakang.
" Sepertinya asik sekali sampai tertawa seperti itu. Memang kalian sedang membicarakan apa? " tanya Angga setelah duduk di samping Arisa
" Iya Ris, spill dong " tambah Teno menyadarkan tubuhnya di pohon dekat mereka.
" Rahasia, kalian para laki-laki gak boleh tau " jawab Arisa.
" Oh iya Kak, terus rencana pernikahan kalian kapan? " tanya Arisa pada Teno.
" Kakak sih maunya secepatnya, Ris. Kakak gak mau ditunda-tunda, apalagi Kakak udah semakin tua " jawab Teno yang sudah sangat ingin menjadi Rini sebagai istrinya.
" Gak papa, Kak. Kata Rini yang lebih tua itu malah lebih menggoda " ucap Arisa melirik Rini.
Rini tentu saja sangat malu karena ia masih menjaga sikap di depan Teno. " Ris " ucap Rini melototkan matanya pada Arisa.
Arisa pun tertawa melihat itu, apalagi wajah Rini sudah memerah.
" Bener gitu, Rin? " tanya Teno pada Rini.
Rini tidak menjawabnya dan hanya menundukkan kepalanya, mau menjawab jujur ia sangat malu dan bohong pun percuma.
Arisa kembali tertawa karena jarang sekali ia melihat sahabatnya seperti itu, sedangkan Angga hanya tersenyum melihat istrinya yang terus menggoda sang sahabat.
Setelah itu Teno dan Rini pamit untuk pulang karena masih ada sesuatu yang harus mereka urus, apalagi besok adalah hari lamaran mereka berdua.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π