
Angga memasuki ruangan perawatan Arisa dan ternyata istrinya itu sudah sadar. Angga pun langsung menghampirinya dan memeluknya. Perasaan lega sekaligus bahagia menyelimuti hati Angga karena tadi ia sangat khawatir pada istrinya itu.
" Akhirnya kamu sadar, Sayang. Kamu tidak tahu betapa khawatirnya aku saat mendapatkan kabar kamu pingsan " ucap Angga mengusap wajah sang istri tanpa memperdulikan Rini yang juga berada di sana.
Arisa tersenyum walaupun keadaannya masih sangat lemah, ia tidak ingin membuat suaminya itu bertambah khawatir.
" Aku gak papa kok, Mas. Aku cuma pusing aja tadi " jawab Arisa begitu meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.
Angga mendengus kesal karena istrinya itu mencoba baik-baik saja walaupun keadaannya sebaliknya.
" Mulai sekarang kamu tidak bisa menyepelekan sakit sekecil apapun itu, karena bukan hanya kamu yang merasakannya. Dia pasti akan merasakan sakit jika kamu sakit " ucap Angga pada Arisa.
Arisa merasa bingung dengan ucapan Angga. " Dia? Siapa, Mas? " tanya Arisa bingung.
" Anak kita. Kamu sedang mengandung, Sayang " jawab Angga tersenyum.
Arisa langsung menatap Angga meminta kepastian apa yang didengarnya. Ia hanya takut salah dengar.
" Iya Sayang, sebentar lagi kita memiliki anak. Kamu sedang mengandung anakku " ucap Angga langsung memeluk Arisa dan memberikan kecupan di seluruh wajahnya.
Tanpa sadar air mata Arisa mengalir tanpa bisa ia tahan dan tangannya tergerak mengusap perutnya yang masih rata.
" Kamu gak bohong kan, Mas? " tanya Arisa memastikan lagi.
" Tidak Sayang. Kamu benar-benar sedang mengandung " jawab Angga agar Arisa percaya.
Tangis Arisa langsung pecah dan ia memeluk suaminya. Ia benar-benar tidak menyangka dan sulit percaya ia bisa hamil lagi dengan waktu secepat ini.
" Terima kasih Ya Allah, engkau telah menghadirkan sebuah kehidupan baru di perut hamba " ucap Arisa di dalam hati.
Rini yang masih berada di sana ikut terharu dan ia tentu saja bahagia mendengar kabar kehamilan sahabatnya. Ia salah satu saksi hancurnya Arisa saat kehilangan anaknya dan sekarang Tuhan telah menggantinya.
Setelah merasa sedikit tenang, Arisa melepaskan pelukannya pada Angga.
" Terima kasih, Sayang. Kamu memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku " ucap Angga lalu mengecup kening Arisa.
Arisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Arisa " ucap Rini lalu memeluk Arisa.
Arisa pun langsung membalas pelukan Rini itu.
" Selamat ya, Ris. Aku benar-benar bahagia dan aku gak sabar nunggu keponakan aku lahir " ucap Rini pada Arisa.
" Terima kasih ya, Rin. Jujur aku masih sulit percaya aku tapi aku juga sangat bersyukur " jawab Arisa.
Rini pun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Rini pun pamit untuk pulang karena Doni sudah datang untuk menjemputnya.
Tak berselang lama, pintu ruang perawatan itu terbuka dan terlihat Papa Hari dan Mama Mutia di sana.
Mama Mutia memeluk menantunya dengan air mata yang menetes. Ia sangat bahagia karena Arisa sedang mengandung cucunya lagi.
" Selamat ya, Sayang. Kamu harus jaga kandungan kamu ini dan Mama juga akan jaga kalian " ucap Mama Mutia pada Kinara.
" Iya Ma " jawab Arisa tersenyum.
" Kamu juga harus jadi suami yang lebih siaga dan jaga istri kamu. Jangan biarkan hal-hal buruk terjadi lagi " ucap Papa Hari menepuk pundak Angga.
" Pasti, Pa. Aku akan menjaga Arisa dan calon anak kami dengan baik " jawab Angga.
Kebahagiaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Angga dan Arisa kembali dengan berita kehamilan Arisa ini. Sampai saat ini Arisa masih sulit percaya jika masih diberikan kesempatan untuk memiliki anak kembali setelah anak pertamanya meninggal dunia.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π