Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
32. Tatapan Tajam


Arisa sudah menyelesaikan mata kuliahnya yang pertama, karena baru awal jadi hanya perkenalan dengan dosen dan materi kuliah yang akan nanti mereka jalani. Rini mengajak Arisa untuk pergi ke kantin karena ia belum sarapan. Arisa pun pergi bersama Rini ke kantin kampus untuk sekedar menemaninya karena Arisa sudah sarapan dan ia juga membawa bekal.


Mereka memesan minuman dan makanan pada penjaga kantin dan menunggu pesanan mereka disiapkan.


" Kamu gak pesen makanan, Ris? " tanya Rini karena Arisa hanya memesan jus alpukat saja.


" Enggak, aku masih kenyang. Tadi sebelum berangkat ke kampus aku sudah sarapan " jawab Arisa.


Setelah itu mereka pun mencari meja kosong setelah pesanan mereka sudah selesai disiapkan.


" Mending di sana aja deh " ucap Arisa menunjuk sebuah meja kosong di sudut kantin itu.


" Ya udah, kita ke sana " jawab Rini.


Setelah itu Arisa dan Rini pun menuju meja kosong itu dan duduk di sana.


" Aku makan ya " ucap Rini yang sudah sangat lapar.


Arisa pun menganggukkan kepalanya dan menikmati jus alpukat kesukaannya itu. Arisa memang sangat menyukai buah alpukat apalagi jika dibuat jus seperti ini.


Tak lama kemudian, Doni serta Rio dan Lino menghampiri mereka berdua dan ikut bergabung di meja mereka. Doni duduk di sebelah Rini yang merupakan kekasihnya dan Lino di sampingnya. Sedangkan Rio sepertinya memang sengaja duduk di sebelah Arisa.


" Hai " sapa Rio tersenyum pada Arisa.


Arisa hanya meresponnya dengan sebuah senyuman.


" Gak papa kan, kita gabung di sini? " tanya Rio pada Arisa dan Rini.


" Gak papa, masih ada kursi kosong ini " jawab Rini yang senang karena kekasihnya di sana.


Sedangkan Arisa hanya menganggukkan kepalanya karena tidak mungkin ia melarang saat mereka sudah duduk dan Rini sepertinya tidak keberatan. Walaupun merasa tidak nyaman karena Rio seperti berusaha mendekati dirinya tetapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


Tanpa Arisa sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam. Pemilik mata itu adalah Angga. Angga berada di kantin kampus karena Tya berada di sana dan mereka sedang menunggu Ardi.


Angga mengepalkan kedua tangannya karena ia merasa tidak suka Arisa bersama mereka, terutama pemuda yang duduk di sebelah Arisa. Entah benar atau tidak tapi ia merasa jika pemuda itu sedang berusaha untuk mendekati istrinya. Hatinya terasa panas saat ada pria lain yang menunjukkan ketertarikan pada Arisa.


" Aku harus mencari tahu tentang pemuda itu. Terlihat sekali dia ingin mendekati Arisa " ucap Angga dalam hati.


Tak lama kemudian Ardi sudah menghampiri mereka tapi Angga tidak menyadari karena ia terlalu fokus memperhatikan Arisa dan teman-temannya.


" Kak Angga " panggil Ardi menepuk pundak Angga karena ia sudah memanggil beberapa kali tapi Angga tidak memberikan respon.


Angga pun langsung tersadar. " Ah iya, Tuan Muda " jawab Angga yang baru menyadari keberadaan Ardi di sana.


" Kak Angga lihatin apa sih? " tanya Tya karena Angga seperti terlalu fokus melihat sesuatu sehingga tidak menyadari sekiranya.


" Bukan apa-apa, Nona Muda " jawab Angga bohong.


Tya tidak percaya begitu saja dan ia melihat ke arah yang Angga lihat tadi. Kinara pun bisa melihat jika ada Arisa di sana dan sepertinya bersama teman-temannya.


" Oh, liatin istri " ucap Tya tersenyum setelah tahu apa yang membuat Angga fokus melihat ke arah sana.


Ardi yang mendengar itu pun langsung melihat ke arah sana juga.


" Maafkan saya, Tuan Muda, Nona Muda " ucap Angga karena ia mengira mereka berdua akan marah karena ia tidak fokus dan ketahuan memperhatikan Arisa.


" Ih, kok minta maaf sih. Gak papa kali Kak, liatin istri sendiri " ucap Tya pada Angga.


" Iya Kak. Kalau Kak Angga sama samperin istri Kak Angga, samperin aja. Tya sudah sama aku juga " tambah Ardi yang memberikan kesempatan Angga untuk menemui istrinya.


" Tidak perlu, Tuan Muda. Kami bisa bertemu di rumah nanti " tolak Angga.


Ardi dan Tya pun tidak mengatakan apapun lagi dan mulai memakan makanan yang sudah dipesan oleh Tya. Angga sebenarnya sudah mereka minta untuk bergabung dengan mereka tapi Angga menolaknya dan memilih untuk berdiri di belakang kedua majikannya itu.


Angga melihat ke arah Arisa lagi dan wajahnya berubah menjadi merasa seperti hendak marah saat melihat Rio merangkul pundak Arisa.


" Berani-beraninya dia menyentuh Arisa " batin Angga emosi.


Entah mengapa ia merasa mudah sekali terpancing emosi saat ada yang mendekati dan menyentuh Arisa seperti itu. Biasanya ia akan selalu tenang dan tidak mudah terpancing.


" Mas, kayaknya Kak Angga lagi cemburu deh " bisik Tya pada Ardi saat melihat perubahan wajah Angga karena ada seorang pemuda yang merangkul istrinya.


" Wajarlah, Sayang. Itu temen cowoknya pegang-pegang, kalau kamu digituin sama cowok lain aku bukan cuma cemburu tapi aku bakal patahin tangan cowok itu " jawab Ardi yang juga melihat itu.


Setelah itu Ardi dan Tya pun melanjutkan memakan makanan mereka dan tidak ingin ikut campur tentang hal pribadi Angga.


Sementara itu, Arisa merasa semakin tidak nyaman dan ingin pergi saja dari sana tapi ia juga tidak enak dengan Rini jika pergi begitu saja.


" Bilang aja iri. Dasar jomblo " ucap Rini pada Lino.


" Ih, enggak ya. Gue juga bukan jomblo sendirian, nih Rio juga jomblo " ucap Lino yang tidak terima dikatakan iri dan jomblo.


" Enak aja, bentar lagi gue gak jomblo ya. Nih calon pacar gue " ucap Rio lalu merangkul Arisa dan memberikan senyuman menggoda Arisa.


Arisa pun terkejut dan semakin tidak nyaman karena itu. " Maaf, tolong tangan kamu " ucap Arisa pada Rio.


" Oh iya, maaf " jawab Rio lalu menurunkan tangannya dari pundak Arisa.


" Tapi kalian cocok sih " ucap Rini pada mereka.


Arisa hanya mendelikkan matanya pada Rini karena Rini berkata seperti itu.


" Doain aja semoga cepet jadian " ucap Rio dengan percaya diri akan bisa jadian dengan Arisa.


Sedangkan Arisa malah semakin tidak nyaman dengan ucapan Rio yang terang-terangan mendekati dirinya.


" Aku gak bisa biarin Rio deketin aku. Aku sudah punya suami dan gak sepantasnya dekat sama laki-laki lain " ucap Arisa dalam hati.


Arisa merasa sangat bersalah pada Angga karena ada pria lain yang merangkulnya dan mencoba untuk mendekatinya.


Beberapa saat kemudian, Arisa dikejutkan dengan Ardi dan Tya yang menyapa dirinya, terlebih lagi ada sang suami di belakang mereka dan menatapnya tajam.


" Mas Angga? " gumam Arisa sangat pelan sehingga tidak ada yang mendengarnya.


Perasaan bersalah pada Angga pun semakin besar, apalagi ia takut jika Angga melihat Rio yang merangkul dirinya.


" Kamu di kantin juga, tau gitu kita gabung tadi ya, Mas " ucap Tya.


" Iya Sayang " tambah Ardi.


Arisa pun tersenyum untuk menanggapinya karena pikirannya sekarang sedang kalut memikirkan Angga apakah ia akan sangat merah, apalagi ia bisa melihat tatapan Angga yang sangat tajam kepadanya.


" Kalau gitu kita duluan ya, Ris " ucap Tya pada Arisa.


" Ah iya, Kak " jawab Arisa tersenyum dengan terpaksa.


Setelah itu Angga pergi tanpa mengatakan apapun pada Arisa. Arisa pun memutuskan untuk menyusul Angga karena ia tidak ingin terjadi salah paham nantinya.


" Aku duluan ya " pamit Arisa pada mereka semua.


" Kamu mau kemana, Arisa? " tanya Rio yang memegang pergelangan tangan Arisa saat Arisa berdiri dari duduknya.


Dengan segera Arisa melepaskan tangan Rio dari pergelangan tangannya.


" Aku ada urusan " jawab Arisa.


Setelah itu Arisa pun langsung pergi meninggalkan area kantin dan mencari keberadaan Angga untuk berbicara kepadanya.


" Arisa mau kemana? " tanya Rio pada Rini setelah Arisa pergi.


" Gue juga gak tau " jawab Rini yang memang tidak mengetahui Arisa pergi kemana.


" Sumpah ya susah banget deketin Arisa " ucap Rio karena merasa Arisa tidak seperti gadis lainnya yang akan tergila-gila pada wajah tampannya.


" Arisa belum pernah deket sama cowok sebelumnya jadi dia ya selalu jaga jarak gitu dan susah dideketin " ucap Rini yang mengetahui bagaimana sahabatnya itu.


" Lo tenang aja, kita bakal bantuin lo buat deketin Arisa " ucap Doni pada Rio.


" Iya kan, Sayang? " lanjut Doni pada Rini.


" Iya " jawab Rini ragu.


Rini memang ragu jika Rio bisa mendekati Arisa karena Arisan memang selama ini menjaga jarak dengan seorang pria. Terlebih lagi kakak Arisa juga tidak mengizinkan Arisa dekat dengan pria sembarangan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘