
Pada sore harinya, Angga langsung pulang ke rumah setelah mengawal Ardi dan Tya serta putra mereka sampai di kediaman Keluarga Wicaksono dengan selamat. Ardi juga mengatakan jika mereka akan tetap berada di rumah dan tidak kemana-mana jadi tugas Angga hari itu pun selesai.
Lima belas menit ia mengemudikan mobilnya, akhirnya ia pun sampai. Terlihat Arisa langsung membuka pintu saat mendengar suara mobilnya. Angga memasukkan mobil itu ke halaman rumah lalu ia menutup pagar rumah itu kembali.
" Assalamualaikum " ucap Angga menghampiri Arisa yang sudah menunggunya di teras rumah.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
Sepertinya sudah merasa terbiasa, Angga pun langsung memberikan tangannya pada Arisa dan Arisa pun langsung menciumnya.
" Mas Angga mau langsung mandi? " tanya Arisa saat mereka memasuki kamar.
" Iya " jawab Angga melepaskan kancing kemejanya paling atas.
Arisa pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air untuk Angga mandi sore itu.
Setelah selesai, Arisa pun langsung keluar dari kamar mandi. Tapi ia dikagetkan dengan Angga yang sudah bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana panjang di tubuhnya. Arisa menundukkan kepalanya karena ia merasa malu. Ia baru dua kali melihat Angga bertelanjang dada seperti itu, sekarang ini dan di hari pernikahan mereka. Biasanya Angga akan melepas pakaian dan memakai pakaiannya di dalam kamar mandi.
Angga sebenarnya tidak sengaja melakukan itu. Karena sudah merasa sangat gerah Angga pun melepaskan jas dan kemejanya melupakan jika Arisa juga masih berada di kamar itu.
" Maaf, aku merasa sangat gerah dan tidak ingat jika kamu masih berada di dalam kamar " ucap Angga yang melihat Arisa terus menundukkan kepalanya.
Arisa pun menganggukan kepalanya.
" Airnya sudah siap, Mas " ucap Arisa memberitahu dengan suara yang terdengar gugup.
Angga pun langsung mengambil handuk dari dalam lemari dan langsung pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Arisa bernapas lega karena tidak harus melihat pemandangan yang membuat dirinya sangat malu.
" Arisa, kamu harus terbiasa mulai sekarang. Mas Angga itu suami kamu jadi kamu akan lebih sering lagi lihat dia kayak gitu " ucap Arisa pada dirinya sendiri.
Arisa menyiapkan pakaian ganti untuk Angga lalu segera keluar dari kamar karena ia tidak ingin merasa malu lagi saat Angga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di tubuhnya.
Arisa memilih untuk pergi ke dapur merapikan peralatan masak yang baru saja ia cuci tadi. Arisa baru selesai memasaknya dan mendengar suara mobil Angga jadi Arisa langsung menyambutnya tadi.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk. Arisa pun langsung pergi untuk membuka pintu itu dan melihat siapa yang datang sore ini. Saat pintu terbuka, Arisa melihat Reno dan Siska serta Nadia di sana.
" Assalamualaikum " ucap mereka.
" Walaikumsalam " jawab Arisa tersenyum.
Jujur saja Arisa sangat senang saat mengetahui yang datang adalah mereka.
" Kalian kok gak ngabarin sih kalau mau datang " ucap Arisa pada mereka.
" Sengaja Ris, biar bisa ganggu pengantin baru ini " jawab Siska menggoda Arisa.
Arisa pun hanya tersenyum dengan wajah yang memerah.
" Ayo masuk " ucap Arisa sebelum Siska lebih menggodanya.
Arisa menyuruh mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
" Suami kamu mana? Abang liat mobilnya ada di depan " tanya Reno mencari keberadaan Angga.
" Mas Angga masih mandi, Bang " jawab Arisa.
" Coba aku liat dulu Mas Angga sudah selesai atau belum " ucap Arisa lalu pergi ke kamarnya.
Saat membuka pintu ternyata Angga sudah selesai dan sedang menyisir rambutnya di depan meja rias.
" Mas " panggil Arisa.
Angga pun menoleh pada Arisa setelah meletakkan sisir yang tadi ia pakai di meja rias.
" Di luar ada Bang Reno sama Kak Siska " ucap Arisa pada Angga.
" Baiklah, aku keluar sekarang " jawab Angga.
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ruang tamu beriringan.
" Bang, Siska " ucap Angga menyapa mereka.
Angga memang harus membiasakan untuk memanggil mereka seperti itu karena memang Reno dan Siska yang memintanya.
" Om Angga gak liat Nadia " ucap Nadia karena Angga tidak menyapanya.
" Lihat " jawab Angga tersenyum tipis lalu mengusap kepala Nadia.
Kemudian Angga duduk di sofa single yang tidak jauh dari mereka.
" Oh iya, ini oleh-oleh buat kalian. Kami baru sempat beres-beres kemarin dari bagiin oleh-olehnya " ucap Siska memberikan oleh-oleh yang mereka bawa pada Arisa.
" Wah, memang ini yang aku harapin sih " ucap Arisa yang emang menunggu oleh-oleh dari Jepang itu.
Reno dan Siska pun hanya tersenyum melihat itu.
" Kalau gitu aku buat minum dulu buat kalian " ucap Arisa meletakkan oleh-oleh yang diberikan Reno dan Siska.
" Kakak ikut Ris, sekalian mau lihat-lihat rumah kalian " ucap Siska berdiri dari duduknya.
Arisa dan Siska pun pergi ke dapur untuk membuat minuman. Sedangkan Nadia bersama di ruang tamu bersama Angga dan Reno.
" Ris " panggil Siska saat Arisa sedang membuat teh.
" Iya Kak " jawab Arisa menoleh sebentar pada Siska.
" Kamu sama Kak Angga sudah ML? " tanya Siska menaik-turunkan alisnya pada Arisa.
" ML? " ucap Arisa mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari Siska.
Siska tertawa kecil melihat Arisa yang bingung, ternyata adik iparnya itu masih polos.
" Itu loh making love. Kalau gak ngerti lagi, malam pertama " ucap Siska dengan suara yang pelan agar tidak ada yang bisa mendengarnya selain Arisa.
Wajah Arisa tentu saja langsung memerah. Membayangkannya saja begitu dengan Angga tidak pernah, apalagi melakukannya.
" Gimana? Sudah belum? " tanya Siska sepertinya sangat penasaran.
" Belum, Kak " jawab Arisa menundukkan kepalanya dan menyibukkan tangannya mengaduk teh di dalam cangkir itu.
" Oh, paham sih. Pasti kalian butuh waktu juga kan " ucap Siska memahami mengapa Angga dan Arisa belum melakukannya.
Arisa pun menganggukan kepalanya. " Aku juga masih halangan Kak dan baru selesai tadi siang " jawab Arisa.
" Tapi kalau Kakak kasih saran nih ya jangan lama-lama. Apalagi kalian kan menikah bukan karena cinta jadi takutnya Kak Angga nanti berpaling kalau kamu gak kasih hak dia. Jadi kamu harus buat dia jatuh cinta sama kamu mulai sekarang. Bukan Kakak nakutin kamu tapi Kakak cuma mau yang terbaik buat kalian " ucap Siska memberi saran pada Arisa.
" Iya Kak, aku juga berpikir kayak gitu. Aku bakal coba omongin itu sama Mas Angga dulu " jawab Arisa.
" Bagus itu, komunikasi emang paling penting dalam sebuah hubungan " ucap Siska dan Arisa pun mengangguk setuju.
Setelah itu mereka pun kembali ke ruang tamu dengan membawa minuman dan kue yang ada di dalam kulkas.
Mereka mengobrol cukup lama hingga akhirnya Reno dan Siska serta Nadia pamit pulang karena hari sudah semakin sore.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π