
Pada malam harinya, Papa Hari dan Mama Mutia berbicara pada Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi tentang niat mereka yang ingin tinggal di rumah Angga dan Arisa. Sedangkan Arisa bersama dengan Ardi dan Tya serta Aditya, mereka sangat senang saat melihat Arisa mau berbicara dengan mereka walaupun masih terlihat kesedihan dari wajahnya.
" Sebelumnya saya ucapkan banyak sekali terima kasih kepada Anda dan keluarga atas semua kebaikan kalian pada kami terutama putra kami Angga selama ini. Saya dan teman-teman istri saya memutuskan untuk tinggal di rumah milik Angga dan Arisa, kami akan pergi besok pagi. Saya merasa tidak enak jika terus tinggal di sini dan merepotkan kalian lagi " ucap Papa Hari pada Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi.
" Jika itu sudah menjadi keputusan kalian, kami tidak bisa melarangnya " jawab Tuan Gunawan tidak bisa memaksa mereka untuk tinggal di sana.
Lagipula keadaan sudah mulai aman dan Arisa harus memulai kehidupan baru setelah ditinggalkan oleh Angga. Mungkin juga akan lebih baik jika Arisa tinggal di rumah mereka.
" Tapi kalian jangan merasa merepotkan kami karena tinggal di sini. Kami tidak merasa direpotkan oleh kalian, apalagi kalian itu orang tua Angga. Angga itu anak kami juga yang artinya kita adalah keluarga. Kalian juga jangan sungkan bicara pada kami jika terjadi apa-apa " ucap Nyonya Dewi pada kedua orang tua Angga itu.
Papa Hari dan Mama Mutia pun tersenyum dan menganggukkan kepala mereka.
Mereka berdua bersyukur karena dipertemukan oleh orang-orang baik seperti keluarga Wicaksono.
" Lalu rencana kalian kedepannya bagaimana? " tanya Tuan Gunawan.
" Rencana setelah ini saya akan mencari pekerjaan dan kami juga akan membuka usaha dengan sedikit uang yang kami punya " jawab Papa Hari.
" Bagaimana kalau Pak Hari bekerja di kantor saya? Pak Hari kan bercerita jika pernah bekerja di sebuah perusahaan, saya yakin kemampuan Pak Hari pasti masih bisa diandalkan di perusahaan saya " tawar Tuan Gunawan.
" Anda serius, Tuan? " tanya Papa Hari memastikan.
" Iya Pak. Saya sangat serius " jawab Tuan Gunawan.
Papa Hari melirik Mama Mutia karena ia tidak bisa mengambil keputusan sendiri untuk menerima tawaran itu. Mama Mutia menganggukkan kepalanya agar Papa Hari menerima tawaran itu.
" Baiklah, saya mau Tuan. Terima kasih banyak " ucap Papa Hari menerima tawaran untuk bekerja di Wicaksono Group.
***
Keesokan harinya, Arisa serta Papa Hari dan Mama Mutia langsung pergi ke rumah Angga dan Arisa setelah berpamitan dengan keluarga Wicaksono. Mereka diantar oleh Teno dengan menggunakan mobil.
Karena memang tidak terlalu jauh, mereka pun sampai hanya dengan waktu lima belas menit. Arisa segera membuka pintu rumah itu agar mereka semua bisa masuk.
" Assalamualaikum " ucap Arisa saat memasuki rumah itu.
Walaupun terlihat masih rapi tetapi terlihat cukup banyak debu karena selama dua minggu ini rumah itu ditinggalkan dan tidak dibersihkan.
" Pa, Ma, ini rumah Arisa sama Mas Angga " ucap Arisa pada kedua mertuanya.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah, termasuk juga Teno yang membatu untuk membawakan barang-barang mereka yang sebenarnya tidak banyak.
" Silahkan duduk, Pa, Ma, Kak. Maaf rumahnya sedikit kotor karena dua minggu ini kami tinggalkan " ucap Arisa mempersilahkan mereka untuk duduk.
" Gak papa, Sayang " jawab Mama Mutia lembut.
Setelah itu, Arisa pun langsung pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minuman. Arisa merebus air panas untuk membuat teh. Selagi menunggu air itu mendidih, Arisa membuang bahan makanan yang sudah membusuk karena ditinggalkan selama dua minggu ini.
Arisa langsung membuat tiga cangkir teh untuk mereka setelah airnya mendidih. Tetapi saat sedang membuat teh, tiba-tiba air matanya kembali menetes mengingat kenangannya bersama dengan Angga di sana. Begitu banyak kenangan indah yang mereka ciptakan selama tiga bulan ini.
Arisa segera menghapus air matanya dan mempercepat membuat teh itu karena pasti semua orang sudah m menunggunya. Setelah itu Arisa langsung membawanya ke ruang tamu.
" Silahkan di minum " ucap Arisa meletakkan tiga cangkir teh itu di atas meja.
" Terima kasih, Arisa " ucap Teno.
Arisa pun menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka pun menikmati teh hangat yang dibuat oleh Arisa dengan mengobrol. Lalu tidak lama Teno langsung pamit karena masih ada hal yang harus ia kerjakan.
" Jika kalian butuh apa-apa atau bantuan, kalian bisa langsung hubungi aku " ucap Teno sebelum pergi.
" Iya, kamu tenang saja " jawab Papa Hari menepuk pundak Teno.
Teno pun mencium tangan Papa Hari dan Mama Mutia lalu pergi setelah mengucapkan salam.
" Pa, Ma, sebaiknya kalian sekarang istirahat. Aku antar ke kamar kalian " ucap Arisa kepada kedua mertuanya.
" Iya Sayang " jawab Mama Mutia.
Arisa pun mengantarkan Papa Hari dan Mama Mutia ke kamar tamu yang akan menjadi kamar mereka karena di rumah itu hanya ada dua kamar.
" Terima kasih, Sayang. Kamu juga istirahat ya " ucap Mama Mutia setelah berada di depan kamar mereka.
" Iya Ma " jawab Arisa.
Setelah itu Arisa pun langsung pergi ke kamarnya yang sebelum ia tempati bersama dengan Angga tetapi sekarang hanya ia sendiri. Arisa pun kembali ke rumah itu tidak bersama suaminya tetapi ia yakin Angga pasti kembali.
Kamar itu masih terlihat sama dan tidak berubah sama sekali hanya terlihat sedikit berdebu saja. Arisa mengusap foto pernikahan mereka yang berada di atas nakas.
" Aku sudah kembali ke rumah, Mas. Aku tunggu kamu di sini " ucap Arisa seolah-olah berbicara dengan Angga.
Arisa meletakkan foto itu kembali karena ia harus mengganti bad cover yang sudah berdebu. Arisa meletakkan bad cover kotor itu di keranjang pakaian kotor lalu ia mengambil yang baru dari dalam lemari. Tangan yang hampir mengambil bad cover baru terhenti saat melihat semua pakaian Angga. Arisa mengambil sebuah kemeja milik Angga dan memeluknya. Ia sudah sangat merindukan suaminya itu dan hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang untuk mengobati rasa rindunya.
" Aku gak boleh terus seperti ini " ucap Arisa meletakkan kemeja milik Angga itu kembali dan menghapus air matanya yang sempat keluar.
Kemudian Arisa melanjutkan kegiatannya untuk mengganti bad cover tempat tidurnya dan baru ia beristirahat sebentar di atas tempat tidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π