
Saat keluar dari ruang persalinan itu, Angga bisa melihat dengan jelas kedua orang tuanya yang masih setia menunggu. Di sana juga sudah ada Reno dan Siska yang mungkin datang saat Arisa masih melahirkan tadi.
Mereka langsung menghampirinya saat melihat Angga keluar dari ruang persalinan itu.
" Angga, bagaimana keadaan Arisa dan anak kalian? " tanya Mama Mutia pada Angga.
" Alhamdulillah, anak kami lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan. Arisa juga baik-baik saja dan sekarang mereka sedang dibersihkan oleh Dokter Sinta " jawab Angga tersenyum.
" Alhamdulillah " ucap semua orang yang ada di sana.
Mama Mutia langsung memeluk Angga dan menangis. Angga pun tidak bisa menahan air matanya lagi dan membalas pelukan Mama Mutia.
" Maafkan Angga jika selama ini Angga memiliki salah dan selalu merepotkan Mama " ucap Angga pada Mama Mutia.
Angga langsung sadar betapa hebatnya perjuangan seorang ibu setelah menemani dan melihat istrinya melahirkan anaknya.
" Iya Sayang. Mama sudah memaafkan kamu " jawab Mama Mutia mengusap kepala Angga.
Setelah itu Mama Mutia melepaskan pelukannya dan mengusap wajah putranya yang sudah resmi menjadi seorang ayah.
" Selamat ya, Sayang. Setelah ini kamu harus lebih menjaga istri dan anakmu " ucap Mama Mutia pada Angga.
" Iya Ma. Terima kasih " jawab Angga tersenyum.
Papa Hari pun memeluk putranya itu dan memberikan selamat. " Selamat ya, kamu harus menjadi ayah yang baik " ucap Papa Hari.
" Iya Pa " jawab Angga membalas pelukan sang ayah.
Angga pun beralih pada kakak iparnya yang datang untuk mengetahui keadaan Arisa.
" Selamat untuk kamu, Angga. Abang yakin kalian akan menjadi orang tua yang baik " ucap Reno sangat bahagia mendengar jika adik dan keponakannya baik-baik saja.
Reno sempat cemas karena di kehamilan sebelumnya Arisa harus kehilangan bayinya, tetapi ia bersyukur jika adiknya itu berhasil melahirkan dengan selamat. Apalagi ada ketakutan juga jika adiknya itu akan mengalami sesuatu seperti istrinya setelah melahirkan.
" Terima kasih banyak, Bang " ucap Angga dan mereka saling berpelukan.
Siska pun tidak kalah bahagianya karena ia yang melihat sendiri Arisa sangat terpuruk saat kehilangan bayinya, tetapi sekarang sudah digantikan dengan seorang bayi dan lahir dengan selamat.
" Selamat ya, Kak Angga. Sekarang Kak Angga sama Arisa sudah menjadi orang tua " ucap Siska pada Angga.
Angga pun tersenyum. " Terima kasih banyak, Siska " jawab Angga sopan.
Beberapa saat berlalu, seorang perawat keluar dari ruangan itu dengan menggendong bayi yang merupakan putri dari Angga dan Arisa.
" Tuan Angga, mari ikut saya. Anda harus mengadzani putri Anda " ucap perawat itu pada Angga.
" Baik " jawab Angga.
Angga yang saat itu sedang duduk bersama kedua orang tuanya serta Reno dan Siska pun langsung berdiri.
" Ma, aku mengadzani putriku dulu " ucap Angga pada Mama Mutia.
" Iya Sayang " jawab Mana Mutia tersenyum.
Setelah itu Angga langsung mengikuti perawat yang sedang menggendong putrinya dan mereka menuju ke suatu ruangan.
" Silahkan cuci tangan Anda dulu, Tuan " ucap perawat itu pada Angga setelah sampai.
Angga segera menuruti apa yang dikatakan oleh perawat itu dan mencuci tangannya hingga benar-benar bersih.
" Sudah, Suster " ucap Angga saat sudah mengeringkan tangannya.
Perawat itu pun langsung memberikan bayi itu kepada Angga dengan sangat hati. Dengan tangan yang gemetar, Angga menggedong buah hatinya untuk pertama kalinya. Matanya kembali berkaca-kaca melihat bayi mungil yang sedang memejamkan matanya.
" Anda bisa mengazaninya sekarang. Setelah selesai nanti saya akan mengantar Anda ke ruang perawatan Nona Arisa yang seperti sudah selesai dibersihkan " ucap perawat itu setelah memastikan Angga menggendong bayinya dengan benar.
Kemudian perawat itu pergi meninggalkan Angga agar bisa mengadzani bayinya dengan tenang.
" Sayang, ini Papa " ucap Angga mencium putrinya.
" Terima kasih sudah hadir dan menjadi pelengkap putri Papa dan Mama. Papa dan Mama akan selalu menjaga dan menyayangi kamu, Sayang " lanjut Angga tersenyum.
Angga teringat dengan putri pertamanya yang telah tiada dan ia sangat bersyukur karena masih diberikan untuk menjadi seorang ayah dengan lahirnya putri mereka ini.
Angga segera mengadzani putrinya itu dengan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Angga tidak bisa membendung air matanya saat mengadzani putrinya, air matanya terus mengalir membasahi pipi.
" Sekarang kita temui Mama ya. Mama pasti sudah sangat ingin bertemu dengan kamu, Sayang " ucap Angga tersenyum menatap wajah putrinya yang benar-benar mirip dengannya versi perempuan.
Setelah itu, Angga memanggil perawat yang tadi untuk mengantarkan ia dan putrinya ke ruang perawatan sang istri.
" Saya yang akan menggendongnya " ucap Angga saat perawat itu ingin mengambil alih putrinya.
Angga masih ingin menggendong putri kecilnya itu dan membawanya untuk menemui sang istri.
" Baik, Tuan " jawab perawat itu.
Angga pun segera keluar dengan menggendong putrinya dan mengikuti perawat itu untuk menuju ruang perawatan Arisa.
Perawat itu membukakan pintu perawatan itu dan ternyata di sana sudah ada Arisa bersama dengan kedua orang tuanya serta Reno dan Siska.
" Assalamualaikum " ucap Angga memasuki ruang perawatan itu.
" Walaikumsalam " jawab mereka semua.
Sedangkan perawat itu langsung pamit setelah mengantarkan Angga ke ruang perawatan sang istri.
Angga segera mendekati Arisa yang sudah sangat ingin melihat putri mereka.
" Ini putri kita, Sayang " ucap Angga menunjukkan wajah putri mereka pada Arisa.
" Aku mau gendong, Mas " ucap Arisa sangat ingin memeluk putrinya.
Dengan hati-hati, Angga memberikan bayi itu ke dalam gendongan Arisa.
" Putri Mama " ucap Arisa mencium putrinya dengan penuh kasih sayang.
Arisa kembali menitihkan air matanya karena ia sangat bahagia dan bersyukur karena ia bisa melahirkan putrinya dengan selamat dan masih diberikan kepercayaan menjadi seorang ibu.
" Terima kasih, Sayang. Kamu sudah memberikan aku sesuatu yang sangat berharga dan menjadikan aku seorang ayah " ucap Angga mencium kening Arisa dengan penuh cinta.
Angga tidak memperdulikan di ruangan itu ada siapa saja karena ia hanya ingin meluapkan rasa cintanya pada Arisa.
" Iya Mas. Terima kasih juga karena kamu sudah menjadikan aku seorang ibu " balas Arisa tersenyum memandangi wajah sang putri.
Semua orang yang ada di sana tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan Angga dan Arisa dengan putri mereka.
Maaf jika tidak sesuai dengan yang ada dibayangan readers semua ππ
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π