Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
30. Bekal dari Istri


Arisa sudah berkutat di dapur setelah melaksanakan sholat subuh dan itu Angga yang menjadi imamnya lagi. Arisa ingin membuatkan sarapan sekaligus bekal makan siang untuk Angga. Arisa memilih memasak beberapa lauk yang bisa tahan lama hingga siang agar saat Angga memakannya bekal itu tidak akan basi.


Selagi Arisa memasak di dapur, Angga memilih untuk mencuci mobilnya sekaligus juga motor milik Arisa. Hari memang masih sangat pagi dan dingin tapi untuk tidur kembali sudah tidak bisa. Angga hanya menggunakan celana pendek dan kaos tanpa sehingga membuat beberapa ibu-ibu yang ada di kompleks perumahan itu sesekali menggodanya jika sedang lewat untuk membeli sayur pada tukang sayur yang mangkal tidak jauh dari rumahnya. Angga hanya menanggapi mereka semua dengan senyuman tipis dan tetap melanjutkan kegiatan mencuci mobilnya.


" Aduh, Mas Angga ganteng banget sih. Kalau mau Mas Angga mau saya siap kok jadi istri kedua Mas Angga " ucap seorang janda seusia Nyonya Dewi menggoda Angga.


" Maaf Bu, saya sudah cukup dengan satu istri " jawab Angga.


Setelah itu Angga langsung membereskan peralatan untuk mencuci mobil itu lalu masuk ke dalam rumah agar tidak digoda lagi oleh ibu-ibu yang lainnya. Lagi pula ia sudah selesai mencuci mobil dan motor itu.


" Sudah selesai, Mas? " tanya Arisa saat Angga memasuki kamar.


Angga pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Kemudian Arisa mengambil sebuah handuk bersih dan memberikannya pada Angga.


" Airnya sudah aku siapkan dan sepertinya masih hangat. Aku siapkan sarapan selagi Mas Angga mandi dan siap-siap " ucap Arisa pada Angga.


" Iya, terima kasih " jawab Angga menerima handuk itu lalu pergi ke kamar mandi.


Arisa menyiapkan dulu pakaian yang biasa Angga gunakan saat bekerja baru setelah itu ia keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan.


Beberapa saat berlalu, Angga sudah rapi dan menyusul Arisa ke meja makan. Arisa sudah duduk di salah satu kursi dan menunggunya untuk sarapan bersama.


" Maaf karena membuat kamu lama menunggu " ucap Angga setelah duduk di samping Arisa.


" Gak papa, Mas " jawab Arisa tersenyum.


Setelah itu Arisa pun langsung mengambil makanan untuk Angga dan juga dirinya sendiri. Ia juga menuangkan air putih ke dalam gelas yang ada di depan Angga. Baru setelah itu mereka sarapan dengan tenang dan hanya terdengar suara piring dan sendok yang saling beradu.


" Apa hari ini kamu akan berada di rumah saja? " tanya Angga ingin mengetahui rencana Arisa hari ini.


" Iya Mas. Urusan di kampus juga sudah selesai dan aku gak ada rencana buat pergi kemana-mana " jawab Arisa.


Angga menganggukkan kepalanya mengerti. " Jika kamu merasa bosan di rumah sendiri, kamu bisa pergi ke rumah Bang Reno untuk menemui mereka. Aku tidak melarangnya " ucap Angga mengira jika Arisa tidak keluar karena takut kepadanya.


" Iya Mas, nanti kalau aku bosan aku pergi ke sana. Tapi hari ini aku mau di rumah aja dan aku juga mau menanam beberapa bunga buat di halaman " jawab Arisa.


Setelah itu Angga pun langsung pamit untuk pergi bekerja dan tidak tahu akan pulang sore atau malam karena hari ini ia harus mengantar Tya ke beberapa tempat untuk tugas kuliahnya.


" Aku berangkat bekerja dulu " ucap Angga berdiri dari duduknya.


" Iya Mas. Aku anter ke depan " jawab Arisa.


Angga dan Arisa pun berjalan menuju pintu utama tapi sebelum itu Arisa mengambil tas bekal yang sudah ia siapkan untuk dibawa Angga.


Angga cukup terkejut karena Arisa membuatkannya bekal makan siang tapi ia juga merasa senang. Terakhir ia pergi membawa bekal yaitu saat sekolah dasar dan itu pun karena Nyonya Dewi yang membuat bekal itu untuk dirinya.


" Terima kasih, aku akan memakannya nanti " jawab Angga menerima kotak bekal itu.


Arisa tersenyum lalu mengangkat tangannya untuk menyalami Angga dan Angga pun langsung memberikan tangannya pada Arisa. Arisa mencium tangan tangan seperti biasa Angga pergi tapi ada yang sedikit berbeda pada pagi ini. Angga memberikan kecupan singkat di keningnya sebelum pergi dan itu membuat Arisa mendongak kepalanya menatap Angga.


" Aku akan melakukannya mulai sekarang " ucap Angga karena Arisa menatapnya.


" Aku pergi. Assalamualaikum " lanjut Angga harus segera pergi.


" Walaikumsalam " jawab Arisa.


Angga masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya pergi meninggalkan rumah itu. Sedangkan Arisa tersenyum dan mengusap keningnya yang baru saja diberikan sebuah kecupan sebelum Angga pergi. Ia sungguh merasa sangat bahagia pagi ini dan hatinya terasa berbunga-bunga.


***


Angga melakukan pekerjaannya seperti biasa tapi hari ini ia harus mengantar Tya ke beberapa sekolah setelah sebelumnya mereka pergi ke kampus Tya. Hingga saat makan siang ternyata Angga harus mengantar Tya ke beberapa tempat lagi. Sebelum itu Tya meminta Angga untuk pergi ke sebuah kedai lalapan untuk makan siang.


" Duduk, Kak. Kak Angga juga bisa pesan yang Kak Angga mau " ucap Tya saat Angga masih berdiri di belakangnya.


Angga sebenarnya ingin memakan bekal yang dibuatkan oleh Arisa tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Angga untuk memakannya.


" Sebenarnya saya membawa bekal dari istri saya, Nona Muda. Saya akan memakannya nanti saja " ucap Angga.


" Oh, jadi dibuatkan bekal dari istri Kakak ya. Ya udah kalau gitu Kak Angga makan aja bekal itu di sini. Di sini juga gak ada larangan buat harus makan makanan dari kedai ini aja " ucap Tya pada Angga.


" Baik, Nona Muda " jawab Angga.


Kemudian Angga pun langsung mengambil bekal dari istrinya itu di dalam mobil karena mungkin nanti tidak akan ada waktu lagi untuk makan siang. Angga kembali dengan membawa tas bekal itu dan memilih untuk duduk di meja yang berbeda dengan Tya. Ia merasa sangat tidak pantas untuk makan satu meja bersama istri majikannya itu. Tapi ia juga masih bisa melihat dan mengawasi Tya.


Angga langsung membuka bekal yang sudah disiapkan oleh Arisa. Untung saja Arisa memilih warna netral untuk kotak bekal itu sehingga Angga tidak merasa malu. Angga memakan bekal itu dengan sangat lahap karena masakan Arisa sudah sangat pas di lidahnya.


" Semakin hari masakannya semakin enak " ucap Angga dalam hati lalu tersenyum.


Angga pun menghabiskan bekal itu hingga tidak tersisa sama sekali. Selain untuk menghargai usaha Arisa untuk membuatnya, ia juga sangat menyukai masakan Arisa itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘