
Keesokan harinya, Arisa berniat untuk mengantar makan siang untuk Angga ke perusahaan Wicaksono Group. Tadi pagi Angga terburu-buru sehingga tidak sempat untuk membawa bekal. Sebenarnya Mama Mutia sangat khawatir membiarkan Arisa untuk pergi sendiri, tetapi Arisa meyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja.
Selain mengantarkan makan siang untuk suaminya, Arisa juga ingin keluar rumah untuk menghibur dirinya. Berada terus di rumah membuat Arisa sangat bosan, sedangkan ia tidak boleh pergi jika tidak bersama Angga atau Mama Mutia.
" Pak, tolong hati-hati ya. Jangan biarkan anak saya ini turun sebelum sampai perusahaan Wicaksono Group. Tolong jaga putri saya juga karena dia sedang hamil besar " ucap Mama Mutia pada supir taksi yang akan ditumpangi oleh Arisa.
Arisa hanya tersenyum melihat ibu mertuanya yang sangat mengkhawatirkannya hingga meminta supir taksi untuk menjaga dirinya.
" Baik, Bu " jawab supir taksi itu.
Setelah berpamitan pada Mama Mutia, Arisa pun langsung masuk ke dalam taksi itu.
" Jalan, Pak " ucap Arisa setelah duduknya nyaman.
" Baik, Mbak " jawab supir taksi itu.
Taksi itu mulai berjalan meninggalkan rumah dan menuju ke perusahaan Wicaksono Group.
" Pasti Mas Angga kaget banget aku datang ke kantor " gumam Arisa tersenyum.
Arisa sengaja tidak memberitahukan kabar jika akan pergi ke perusahaan Wicaksono Group untuk mengantarkan makan siang karena ia ingin memberikan kejutan kepada suaminya.
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tiga puluh menit, Arisa sudah sampai di perusahaan tempat suaminya bekerja.
" Butuh bantuan, Mbak? " tanya supir taksi saat melihat Arisa cukup kesulitan turun dari taksi karena perutnya yang besar.
" Gak perlu, Pak " jawab Arisa tersenyum.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada supir taksi yang telah mengantarkannya dengan selamat, Arisa segera memasuki gedung perusahaan itu dengan membawa tote bag yang berisi makan siang untuk Angga.
" Tuan Angga ada di ruangannya, Mbak? " tanya Arisa pada resepsionis perusahaan itu.
Ini bukan pertama kalinya Arisa mendatangi Angga ke perusahaan Wicaksono Group sehingga ia sudah cukup mengenal beberapa karyawan di sana, terutama wanita yang bekerja sebagai resepsionis itu.
" Ada, Nona. Tuan Angga baru saja kembali setelah meeting di luar " jawab resepsionis itu.
Angga memang baru saja kembali setelah melakukan meeting dengan salah satu rekan bisnis Ardi di luar.
" Baiklah, kalau begitu saya ke ruangan suami saya dulu. Terima kasih ya, Mbak " ucap Arisa setelah mengetahui keberadaan suaminya.
" Sama-sama, Nona " jawab resepsionis itu.
Kemudian Arisa pun segera pergi ke lantai di mana ruangan kerja Angga berada dengan menggunakan lift.
Tok tok tok.
Arisa mengetuk pintu ruangan kerja Angga terlebih dahulu. Walaupun ia merupakan istri dari Angga tetapi ia tidak bisa bertindak seenaknya, takutnya Angga sedang menerima tamu di dalam.
" Masuk " terdengar suara Angga dari dalam dan meminta Arisa untuk masuk.
Arisa segera masuk ke dalam ruangan itu setelah mendapatkan izin dari pemiliknya.
" Assalamualaikum " ucap Arisa saat memasuki ruangan kerja suaminya itu.
Angga yang saat itu sedang sibuk dengan sebuah dokumen di tangannya sangat terkejut saat melihat kedatangan sang istri.
" Walaikumsalam " jawab Angga.
Angga segera meletakan dokumen yang tadi ia pegang ke atas meja dan ia menghampiri sang istri. Arisa segera mencium tangan Angga dan Angga juga mencium kening Arisa.
" Sayang, kamu datang bersama siapa? " tanya Angga setelah mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Sendiri, Mas " jawab Arisa.
" Kenapa kamu datang sendiri? Kenapa juga tidak memberikan kabar? Jika terjadi sesuatu kepadamu dan anak kita bagaimana? " ucap Angga khawatir.
Arisa tersenyum lalu menangkup wajah sang suami. " Masa aku harus datang rame-rame, Mama juga lagi sibuk di rumah. Aku sengaja gak kasih kabar kamu karena mau kasih kamu kejutan. Kamu jangan khawatir dan sekarang aku sudah di sini dengan keadaan yang baik-baik aja " jawab Arisa agar suaminya itu tidak khawatir lagi.
Angga pun menghela napasnya.
" Tapi jangan lakukan lagi. Aku sangat khawatir jika kamu pergi sendiri, Sayang " ucap Angga tidak akan membiarkan Arisa pergi sendiri lagi.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Arisa menurut saja karena ia pun tidak bisa membantah apa yang suaminya katakan.
" Oh iya, aku bawain kamu sup bola-bola daging buat makan siang " ucap Arisa pada Angga.
Arisa ingin membuka tote bag yang ia bawa tetapi Angga mencegahnya.
" Sebelum makan siang yang sebenarnya, aku ingin makan siang yang menguras keringat bersama kamu " ucap Angga dengan senyum penuh arti.
" Kita belum pernah melakukannya di kantor dan pasti sensasinya berbeda " lanjut Angga tetapi dengan berbisik.
Arisa jelas mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya tetapi ia tidak yakin jika mereka melakukannya di sana.
" Tapi ini kantor, Mas. Kalau ada yang tiba-tiba masuk gimana " ucap Arisa.
" Tidak akan, ini hampir memasuki jam makan siang jadi semua orang pasti sibuk makan siang " jawab Angga.
Angga mulai beraksi dengan tangan yang menyentuh titik-titik sensitif Arisa sehingga Arisa yang mudah sekali terpancing tidak bisa menolaknya lagi. Hingga tanpa sadar semua pakaian mereka pun terlepas.
" Kalau ada yang denger gimana, Mas? " ucap Arisa takut suara desahannya terdengar sampai luar.
" Di ruangan ini terdapat peredam suara jadi kamu tenang saja " jawab Angga.
Angga memposisikan dirinya dengan posisinya yang membuat Arisa nyaman, apalagi dengan perutnya yang besar.
" Aku bergerak, Sayang " ucap Angga setelah memasukkan miliknya pada inti tubuh istrinya.
Arisa pun menganggukkan kepalanya menahan rasa yang tidak karuan karena di bawah sana sangat penuh.
Angga pun mulai bergerak dengan ritme permainan pelan dan lama kelamaan bertambah cepat.
" Anak Papa menyukainya? " ucap Angga saat anaknya itu menendang saat dijenguk oleh ayahnya.
Sedangkan Arisa hanya bisa merem-melek menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya di atas tubuhnya.
Angga dan Arisa pun menikmati makan siang plus-plus diiringi dengan suara-suara yang sangat merdu di telinga mereka tetapi begitu menyeramkan jika ada orang yang mendengarnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π