
Sementara itu, Papa Hari pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Arden dan ditemani oleh Teno. Teno mengendarai mobilnya menuju kantor polisi dengan kecepatan sedang, kebetulan juga jalanan cukup ramai dengan orang yang sedang berangkat bekerja.
" Jadi kamu yang menemukan Angga delapan belas tahun yang lalu? " tanya Papa Hari pada Teno yang sedang mengemudi.
Papa Hari sudah mendengarkan sedikit cerita tentang kehidupan Angga dari Tuan Gunawan dan ternyata sebelum Tuan Gunawan mengangkat Angga menjadi anaknya, Angga tinggal bersama dengan Teno di jalanan.
" Iya Tuan. Saya menemukan Angga di tepi jalan dengan tubuh yang berlumuran darah malam itu. Saya mengira jika Angga sudah meninggal karena sebuah luka yang sangat parah tetapi ternyata Angga hanya pingsan. Sejak saat itu saya mengajak Angga untuk tinggal bersama saya di jalanan karena saya tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini. Karena merasa senasib, saya jadi begitu menyayangi Angga dan menganggapnya seperti adik kandung saya sendiri. Hingga satu tahun setelahnya, Tuan Gunawan menemukan kami yang saat itu sedang kehujanan dan membawa kami ke rumahnya. Tuan Gunawan mengangkat kami menjadi anaknya hingga sekarang " jawab Teno menceritakan pertemuannya dengan Angga hingga mereka diangkat anak oleh Tuan Gunawan.
Papa Hari tersebut dan merasa bersyukur karena putranya dipertemukan oleh orang-orang baik setelah terpisah dengan dirinya.
" Terima kasih, Teno. Saya tidak tau bagaimana nasib Angga jika tidak bertemu dengan kamu " ucap Papa Hari menepuk pundak Teno.
" Anda tidak perlu berterima kasih, Tuan. Saya merasa memiliki keluarga setelah bertemu dengan Angga, saya beruntung bertemu dengannya " jawab Teno.
Papa Hari pun menganggukan kepalanya.
" Kalau begitu jangan panggil saya Tuan, panggil saya Papa. Bukankah kamu mengatakan jika kamu Kakak dari Angga yang artinya kamu putra saya juga " ucap Papa Hari pada Teno.
Papa Hari akan menganggap Teno sebagai anaknya karena setelah Angga lahir istrinya tidak bisa mengandung lagi. Apalagi sekarang mereka belum mengetahui apakah Angga akan selamat atau tidak.
Teno tersenyum dan menoleh pada Papa Hari. " Baiklah. Saya akan memanggil Anda Papa jika memang Anda tidak keberatan " jawab Teno.
Teno yang memang tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini tentu saja sangat senang jika ada seseorang yang menganggapnya sebagai anaknya. Ia merasa memiliki keluarga lagi dan banyak orang yang menyayanginya.
Sesampainya di kantor polisi, Teno dan Papa Hari menunggu Arden di ruang tunggu.
" Kak Hari " ucap Arden saat melihat siapa yang ingin bertemu dengan dirinya.
Melihat itu, Teno dan Papa Hari pun langsung berdiri dari posisi duduk mereka. Papa Hari tersenyum melihat Arden dalam keadaan baik-baik saja.
" Duduklah " ucap Papa Hari pada Arden.
Arden pun duduk di hadapan Papa Hari lalu diikuti oleh Papa Hari dan Teno.
" Gimana keadaan kamu? Apa kamu baik-baik saja di sini? " tanya Papa Hari pada Arden.
Papa Hari sudah menganggap Arden seperti adiknya sendiri karena selama ini Arden menjaga dirinya dan istrinya selama belasan tahun. Arden sebenarnya orang yang baik tetapi terpaksa melakukan kejahatan karena sebuah ancaman. Papa Hari tahu jika setiap saat Arden selalu menyesali perbuatannya yang membuat ia berpisah dengan putranya.
" Aku baik-baik saja, Kak " jawab Arden menundukkan kepalanya.
" Maafkan aku, Kak. Aku tidak bisa menepati janjiku pada kalian dan sekarang aku juga yang menyebabkan putra kalian menjadi korban ledakan dari bom yang aku buat. Aku benar-benar minta maaf " ucap Arden dengan rasa bersalah yang begitu besar.
Walaupun sangat sedih tetapi Papa Hari tidak bisa menyalahkan Arden sepenuhnya karena Arden juga sudah berusaha untuk melindungi Angga saat itu.
" Sudahlah, Arden. Kami akan menerima jika memang ini takdir yang digariskan untuk kami. Kami memang tidak ditakdirkan untuk bertemu dengan putra kami. Kakak tau kamu sudah berusaha mencari dan mempertemukan kami dengan putra kami tapi memang Tuhan tidak mengizinkan. Sekarang kamu jalani masa hukuman kamu dengan baik dan bertobatlah, tebus semua dosa kamu di sini. Tuan Gunawan akan membantumu agar hukuman kamu bisa lebih ringan nanti " jawab Papa Hari tidak ingin menyalahkan Arden.
Arden merasa dirinya semakin kecil di hadapan Papa Hari. Papa Hari masih begitu baik kepada dirinya setelah semua kejahatan yang ia perbuat kepada mereka.
" Terima kasih, Kak. Aku pasti akan menebus semua kesalahanku dan menjalani masa hukumanku dengan baik. Kalian semua tidak perlu membantu membuat hukumanku lebih ringan, aku tidak ingin berhutang budi terlalu banyak pada kalian semua. Kalian sudah begitu baik kepadaku " ucap Arden pada Papa Hari dan Teno.
" Anda tidak perlu khawatir. Ini adalah keinginan Tuan Gunawan karena Anda sudah membantu melepaskan bom itu walaupun Angga harus menjadi korbannya. Jika tidak ada Anda mungkin semakin banyak korban akibat bom itu. Karena Anda juga, Tuan Mike bisa dihukum dengan berat akibat semua kejahatannya dan juga kelompok mafia kalian sudah tidak ada " ucap Teno pada Arden.
Mata Arden berkaca-kaca karena orang jahat seperti dirinya masih mendapatkan banyak sekali kebaikan yang tidak ia duga.
" Ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada Anda " ucap Teno pada Arden.
" Silahkan. Saya akan menjawabnya jika saya bisa " jawab Arden.
" Siapa orang yang menyewa kelompok mafia Anda untuk membunuh keluarga Angga? " tanya Teno karena ia ingin membuat orang itu mendapatkan hukuman yang setimpal.
Tuan Gunawan juga sudah berpesan untuk mencari orang itu dan memberikannya hukuman.
" Saya tidak tahu pasti siapa orang itu karena pada saat itu ketua mafia sebelumnya yang mengetahuinya. Tetapi yang saya tahu, orang itu sudah mati dibunuh oleh ketua karena tidak bisa membayar sejumlah uang yang sudah ia janjikan kepada kami untuk membunuh keluarga Angga " jawab Arden sesuai yang ia ketahui.
Saat itu usia Arden masih tujuh belas tahun sehingga ia tidak mengetahui banyak hal karena yang ia lakukan hanya menuruti semua permintaan ketua agar ia tidak dibunuh.
Setelah itu Teno dan Papa Hari pun pergi dari kantor polisi karena waktu jenguk untuk Arden sudah habis. Teno juga harus bergerak cepat mencari tahu siapa orang yang berniat jahat pada keluarga Angga. Walaupun Arden mengatakan jika orang itu sudah mati tetap pasti ada sebuah petunjuk yang menjelaskan siapa orang itu sebenarnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π