Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
75. Penguat Cinta


Reno segera merebahkan tubuh Arisa yang masih sangat lemas di atas tempat tidur. Sedangkan Siska mencari botol minyak angin lalu setelah mendapatkannya ia langsung mengoleskannya di bawah hidung dan tangan Arisa.


" Nak Reno, Arisa kenapa? " Tanya Mama Mutia sangat khawatir dengan menantunya itu.


Mama Mutia duduk di tepi tempat tidur untuk bisa melihat keadaan Arisa dengan jelas. Ummi Fatimah dan Mommy Amelia juga ikut masuk ke kamar itu berdiri tidak jauh dari tempat tidur.


" Reno juga tidak tau, Tante. Tadi Reno memberikan Arisa makanan karena dari tadi Reno lihat arisan belum makan, Reno mencoba untuk menyuapi Arisa tetapi tiba-tiba saja Arisa terlihat mual dan langsung lari ke kamar mandi. Saat Reno susul ke kamar mandi, Arisa sudah sangat lemah dan bersandar di wastafel " jawab Reno mengatakan apa yang terjadi sebelumnya.


Mama Mutia mengusap wajah Arisa yang terlihat kembali pucat.


" Kamu kenapa, Sayang? " tanya Mama Mutia pada Arisa.


" Arisa gak papa, Ma. Arisa cuma mual karena mencium bau makanan yang di bawa sama Bang Reno, mungkin ini karena Arisa yang sempat masuk angin kemarin " jawab Arisa dengan suara yang masih lemah.


Mama Mutia bernafas sedikit lega setelah mendengar itu. Memang mungkin Arisa belum benar-benar pulih sehingga ia seperti ini lagi.


" Tapi kamu benar-benar gak papa, Arisa? Abang panggil Dokter Diki ya buat periksa kamu " tanya Reno karena ia khawatir dengan keadaan adiknya itu.


" Gak usah, Bang. Arisa gak papa kok, cuma masuk angin aja " jawab Arisa yang sudah merasa sedikit lebih baik.


Setelah itu semua orang pun keluar dari kamar itu dan hanya tertinggal Siska yang akan menemani Arisa. Papa Hari dan Mama Mutia harus segera pulang karena ada pelanggan yang akan mengambil pakaian di toko Mama Mutia, begitu juga dengan Daddy Smith dan Mommy Amelia yang juga memilih pulang karena sudah sore. Sedangkan Reno pergi mengantar Abi Umar dan Ummi Fatimah kembali ke rumah mereka.


" Ris, kakak boleh tanya gak? " tanya Siska yang sudah duduk di samping Arisa.


" Tanya aja, Kak. Kakak gak perlu minta izin buat tanya sesuatu " jawab Arisa menyandarkan tubuhnya di tempat tidur.


" Kamu sama Kak Angga sudah melakukan hubungan suami istri? " tanya Siska pada Arisa.


Arisa yang mendapatkan pertanyaan itu pun terkejut sekaligus malu. Wajahnya berubah merah karena hal ini merupakan hal yang cukup privasi.


" Kenapa tiba-tiba Kakak tanya itu? " ucap Arisa menundukkan kepalanya menutupi malunya.


" Jawab aja, Ris. Jawaban kamu itu bisa jadi berkaitan sama kondisi kami sekarang yang tiba-tiba mual-mual terus muntah gini " ucap Siska yang sepertinya ingin memastikan sesuatu.


Arisa mengerutkan keningnya karena ia bingung apa kaitannya ia dan Angga melakukan hubungan suami istri dengan keadaannya sekarang.


" Memangnya kenapa, Kak? Aku kayak gini karena masuk angin " tanya Arisa bingung.


" Kalau kamu sudah melakukan hubungan suami istri sama Angga, bisa aja sekarang kamu lagi hamil. Angga baru pergi sekitar satu bulan jadi kemungkinan kamu hamil itu ada. Tanda-tanda yang terjadi sama kamu ini juga bisa jadi adalah gejala dari hamil muda, kayak yang aku rasain waktu awal-awal hamil twins. Coba kamu ingat-ingat, kapan terakhir kamu datang bulan " ucap Siska pada Arisa.


Arisa terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Siska. Ia langsung mengusap perutnya yang datar dan ia menjadi berharap jika dirinya memang sedang mengandung buah hatinya dan Angga. Arisa mengingat jika sejak ia melakukan hubungan suami istri dengan Angga ia belum pernah mendapatkan tamu bulanan.


" Apa benar jika di sini sudah ada buah cinta aku sama Mas Angga? " ucap Arisa dalam hati mengusap perutnya.


Siska yang melihat Arisa hanya terdiam pun menggoyangkan bahu Arisa agar ia tersadar.


" Jadi kamu sudah melakukan hubungan suami istri sama Kak Angga belum? Supaya kita bisa cepat memastikan jika buah hati kalian memang sudah tumbuh dan kita harus menjaganya " tanya Siska lagi setelah Arisa tersadar.


" Kami sudah melakukannya sebelum Mas Angga pergi dan sejak saat itu aku belum kedatangan tamu bulananku, Kak " jawab Arisa menatap Siska.


" Kakak yakin kamu lagi hamil sekarang. Lebih baik kamu coba tes pakai tespek baru setelah benar hasilnya positif, kamu harus cepat periksa ke dokter " ucap Siska yang terlihat sangat yakin dugaannya itu benar.


" Iya Kak. Aku bakal coba cek pakai tespek " jawab Arisa.


" Kamu coba cek di pagi setelah bangun tidur karena itu hasilnya lebih akurat " ucap Siska pada Arisa.


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Arisa merasa hatinya menghangat walaupun hanya baru dugaan jika dirinya sekarang sedang mengandung anak dari Angga. Ia sangat berharap jika dugaan itu memang benar karena artinya ia dan Angga akan membela yang kuat dengan adanya buah hati mereka.


" Semoga kamu benar-benar hadir di perut Mama, Nak. Kamu akan menjadi penguat cinta Mama dan Papa " ucap Arisa dalam hati.


Setelah merasa keadaannya lebih baik, Arisa pun memutuskan untuk pulang dengan diantar oleh Bimo karena Siska tidak mengizinkan Arisa untuk pulang sendiri. Tetapi sebelum pulang Arisa meminta Bimo mampir ke apotek untuk membeli tespek.


***


Keesokkan paginya, Arisa sedang harap-harap cemas di dalam kamar mandi. Seperti yang Siska katakan kemarin, Arisa akan mengecek ia hamil atau tidak dengan menggunakan tespek.


" Bismillahirrahmanirrahim " ucap Arisa mengambil tespek yang sudah ia rendam di urin nya selama beberapa saat.


Jantung Arisa berdetak lebih cepat saat membuka tespek itu dan ia memejamkan matanya karena belum siap melihat hasilnya. Dalam hati Arisa terus berdoa agar hasilnya positif dan ia sedang mengandung buah cintanya dengan Angga.


Arisa membuka matanya untuk melihat hasil dari tespek itu dan seketika matanya membola. Arisa menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Dua garis merah terlihat sangat jelas di alat tes kehamilan.


" Apa ini benar? " gumam Arisa seakan tidak percaya.


Untuk lebih memastikannya lagi, Arisa mengambil beberapa tespek lagi yang memang ia gunakan agar ia yakin dengan hasilnya. Dari lima buah tespek yang berada di tangan Arisa, semuanya menunjukkan dua garis merah yang artinya sekarang Arisa sedang mengandung buah hatinya dengan Angga.


Arisa tidak bisa menahan air matanya lagi karena ia sangat bahagia dengan kehamilannya ini. Cintanya dan Angga akan semakin kuat dengan hadirnya anak diantara mereka walaupun ia belum tahu pasti kapan Angga kapan kembali.


" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah telah mempercayakan kami untuk menjadi orang tua. Hamba akan menjaga anak ini dengan baik " ucap Arisa sangat bersyukur.


" Mas Angga, cepat kembali. Aku dan anak kita butuh kamu " lanjut Arisa berharap Angga akan segera kembali.


Arisa benar-benar sangat bahagia dengan hadirnya setitik nyawa di dalam perutnya. Ia berjanji akan menjaganya dengan baik hingga Angga kembali dan mereka bisa merawatnya bersama-sama.


***



Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘