
Setelah semua tamu pulang, kini Angga dan Arisa serta keluarga Wicaksono pun berpamitan untuk pulang kepada keluarga Rini.
" Kami pamit pulang dulu. Terima kasih atas sambutan yang sangat baik ini " ucap Tuan Gunawan pada keluarga Rini.
" Sama-sama, Pak. Kami sangat senang jika Bapak sekeluarga merasa senang " jawab Pak Bambang, ayah dari Rini.
Mereka semua pun segera naik ke dalam mobil untuk segera pulang. Tapi Arisa menemui Rini sebentar sebelum ia benar-benar pulang.
" Sekali lagi selamat ya, Rin. Lancar terus sampai di hari pernikahan kalian " ucap Arisa memeluk Rini.
" Terima kasih ya, Ris " jawab Rini membalas pelukan itu.
" Sayang, ayo " ucap Angga karena mereka harus segera pergi.
Arisa dan Rini pun langsung melepaskan pelukannya mereka.
" Aku pulang dulu ya " pamit Arisa pada Rini.
" Iya, kalian hati-hati " jawab Rini tersenyum.
" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Rini.
Setelah itu Angga menuntun Arisa dan membantunya untuk masuk ke dalam mobil.
" Apa sudah nyaman? " tanya Angga memastikan kenyamanan sang istri.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Angga pun menutup pintu mobilnya itu lalu ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Angga segera menyalakan mesin mobil itu dan melajukannya meninggalkan rumah keluarga Rini.
***
Sesampainya di rumah, Angga kembali membantu Arisa untuk turun dari mobil. Arisa memegang tangan Angga agar ia tidak terjatuh. Arisa merasa sangat lelah, padahal yang ia lakukan hanya duduk saja saat berada di acara lamaran Teno dan Rini.
" Mas, aku gak kuat jalan lagi " ucap Arisa saat mereka baru melewati pintu utama.
Arisa benar-benar sangat lelah dan rasanya kedua kakinya sudah tidak kuat lagi untuk melangkah. Apalagi kedua kaki Arisa sudah mulai bengkak di usia kandungan yang semakin tua.
" Aku akan menggendong kamu ke kamar " ucap Angga yang tidak akan tega jika meminta istrinya itu terus berjalan sendiri.
Kali ini Arisa tidak menolak dan membiarkan Angga menggendongnya karena ia sudah tidak kuat untuk berjalan. Arisa melingkarkan kedua tangannya di leher Angga dan menyandarkan kepalanya di dada sang suami.
" Angga, istri kamu kenapa? " tanya Papa Hari saat melihat putranya itu menggendong istrinya.
" Arisa lelah dan tidak kuat lagi untuk berjalan sendiri " jawab Angga.
" Kalau begitu cepat bawa Arisa ke kamar kalian dan beristirahat " ucap Papa Hari pada Angga.
" Iya Pa " jawab Angga.
Angga melanjutkan langkahnya dan membawa Arisa ke kamar mereka.
Setelah sampai di kamar mereka, Angga menurunkan Arisa dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur.
" Tidurlah, kamu pasti sangat lelah " ucap Angga menyelimuti tubuh Arisa.
Angga ingin beranjak pergi tapi Arisa menahannya dan memintanya untuk duduk di tepi tempat tidur.
" Ada apa? " tanya Angga pada Arisa.
" Aku berat banget ya, Mas? Sampai kamu keringetan gini gendong aku dari depan sampai kamar " ucap Yana masih mengusap keringat di kening Angga.
Arisa sadar jika tubuhnya sudah sangat berat karena sejak hamil hingga sekarang ia sangat suka makan dan berat badannya sudah naik sebanyak dua puluh kilo.
" Tidak, Sayang " jawab Angga tersenyum.
" Gak usah bohong deh, Mas. Kalau memang aku berat, kamu gak perlu gendong aku " ucap Arisa tidak mempercayai ucapan suaminya itu.
Sudah jelas jika dirinya berat, terbukti dengan keringat yang membasahi kening sang suami walaupun hanya menggendongnya sebentar.
" Mau seberat apapun tubuh kamu, aku pasti akan tetap kuat untuk menggendong istriku ini. Lagipula kamu tidak berat sama sekali, Sayang " ucap Angga yang tidak sepenuhnya berbohong.
Angga memang merasakan jika Arisa lebih berat dari sebelumnya, tetapi ia pasti akan kuat jika hanya untuk menggendong istrinya itu.
" Sekarang aku jadi gendut dan gak cantik lagi. Kamu malu kalau pergi sama aku? " tanya Arisa pada Angga.
" Jelas saja tidak, Sayang. Kamu seperti ini karena sedang mengandung buah hati aku, lagipula kamu semakin cantik dan seksi saat sedang mengandung seperti ini " jawab Angga yang membuat Arisa tersenyum.
" Mau bagaimanapun keadaan kamu, aku tidak mempermasalahkannya sama sekali. Asalkan kamu tetap berada di sisiku dan mendampingiku " lanjut Angga menggenggam tangan Arisa.
" Tapi kamu tetap cinta sama aku kan, Mas? " tanya Arisa memastikan.
Arisa bukan tidak percaya pada cinta Angga, tapi jika ia mendengarnya maka ia akan lebih tenang.
" Tentu saja, Sayang. Aku akan selalu mencintai kamu apapun keadaan kamu " jawab Angga sangat yakin.
Arisa sangat terharu mendengar itu dari suaminya. " Terima kasih ya, Mas " ucap Arisa pada Angga.
" Aku seharusnya yang berterima kasih karena kamu sudah bersedia untuk mengandung anakku " ucap Angga tersenyum.
Arisa pun menganggukkan kepalanya.
" Sekarang lebih baik kamu tidur, bukankah tadi kamu bilang jika sangat lelah? " ucap Angga pada Arisa.
" Iya Mas " jawab Arisa yang ingin segera tidur.
Angga membantu melepaskan hijab di kepala Arisa dan membantunya untuk berbaring.
" Tidurlah, aku akan berganti pakaian dulu " ucap Angga mengecup kening Arisa.
Arisa pun menganggukan kepalanya lalu memejamkan matanya.
Tidak butuh waktu lama, Arisa pun tertidur ditandai dengan napasnya yang teratur. Arisa tidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu karena ia menggunakan gamis ibu hamil yang sangat nyaman jika digunakan untuk tidur.
Sedangkan Angga segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos tanpa lengan.
" Mudah sekali dia tertidur " ucap Angga tersenyum lalu mengusap lembut kepala Arisa yang sudah pergi ke alam mimpi.
Setelah itu Angga mengambil laptop miliknya dan mulai mengerjakan beberapa pekerjaannya yang sengaja ia bawa pulang untuk dikerjakan di rumah. Angga memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah daripada ia harus lembur di kantor yang akan membuat ia meninggalkan Arisa lebih lama. Apalagi istrinya itu sedang sangat manja-manjanya dan akan menangis jika dirinya pulang terlambat sedikit saja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π