
Arisa terus mengucapkan rasa syukur dan terima kasih pada Tuhan karena Angga sudah kembali dan penantiannya selama ini tidak sia-sia. Arisa juga terus mengucapkan terima kasih kepada Antonio dan Celine yang sudah begitu baik merawat Angga selama ini.
" Sekali lagi aku mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada kalian. Jika bukan karena Kak Antonio dan Kak Celine, aku tidak mungkin bisa bersama dengan suamiku lagi " ucap Arisa pada Celine.
" Sama-sama Arisa, ini sudah kewajiban kami sebagai manusia dan juga dokter untuk menyelamatkan nyawa orang lain " jawab Celine mengusap lengan Arisa.
" Lagipula Angga sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri " tambah Antonio tersenyum.
Angga dan Arisa sangat beruntung dipertemukan dengan orang yang begitu baik dan tulus seperti Antonio dan Celine.
Setelah itu Antonio dan Celine harus pamit karena mereka akan segera pergi ke bandara untuk menuju Yogyakarta karena mereka harus mengisi seminar di sana.
" Setelah dari Jogja, datanglah ke rumah kami " ucap Angga pada Antonio dan Celine sebelum mereka pergi.
" Pasti. Setelah urusan kami selesai, kamu akan berkunjung ke rumah kalian " jawab Antonio dan diangguki oleh Celine.
Antonio dan Celine pun pergi ke bandara dengan menggunakan taksi. Begitu juga dengan Angga dan Arisa yang segera pulang. Angga sangat tidak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tuanya yang lebih dari dua puluh tahun tidak ia temui.
Angga sama sekali tidak melepaskan genggamannya dari tangan Arisa, bahkan di dalam taksi pun anggap tetap menggenggam tangan Arisa dan sesekali menciumnya. Walaupun sedikit merasa malu dengan sopir taksi yang sedang mereka tumpangi, tetapi Arsya tetap membiarkan Angga melakukan itu. Selain karena ia masih sangat merindukan Angga, ia juga merasa senang karena Angga berubah menjadi lebih lembut dan romantis sekarang.
Di tengah perjalanan, Arisa baru teringat jika dirinya tidak kembali ke kantor tanpa izin. Rekan kerja serta Leon pasti mencari dirinya.
" Astaghfirullah, aku lupa " ucap Arisa pelan tapi masih bisa didengar oleh Angga.
" Kenapa, Sayang? " tanya Angga pada Arisa.
" Seharusnya sekarang aku kembali ke kantor, Mas. Aku bahkan tidak mengabari atasanku jika aku tidak bisa kembali " jawab Arisa panik.
Angga sudah mengetahui jika selama ini Arisa bekerja di kantor milik Daddy Smith dari informasi yang ia dapatkan selama dia menjalani masa pemulihan.
Arisa pun langsung menghubungi Bu Sita untuk meminta izin tidak kembali ke kantor dan meminta maaf karena terlambat memberikan kabar. Tetapi ternyata Jodi sudah memintakan izin kepada Bu Sita dengan alasan ia memiliki sebuah urusan yang sangat penting.
" Bagaimana? " tanya Angga setelah Arisa mematikan sambungan teleponnya.
" Ternyata Jodi sudah mengatakan pada atasanku jika aku tidak bisa kembali ke kantor karena memiliki urusan yang sangat penting dan atasan itu memberikanku izin " jawab Arisa memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas.
Angga bisa memastikan jika Jodi yang dimaksud oleh Arisa adalah pria yang ia pukul tadi.
" Jodi? Apa dia pria yang tadi? " tanya Angga memastikan.
Arisa pun menganggukan kepalanya.
" Apa kamu memiliki hubungan dengannya? Atau dia menyukai kamu? " tanya Angga sangat ingin mengetahuinya karena ia tidak mendapatkan informasi yang sedetail itu tentang Arisa.
" Aku akan ceritakan semuanya nanti, Mas. Tapi yang pasti aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Jodi " jawab Arisa yang tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang.
Angga pun menganggukan kepalanya. Ia percaya dan yakin jika selama ini Arisa masih setia dan tidak mungkin berpaling darinya. Meskipun sampai Arisa memiliki hubungan atau pun menikah dengan pria lain, itu juga bukan salahnya karena selama ini ia sudah dinyatakan tewas.
Sesampainya di rumah, Angga dan Arisa langsung turun dari taksi yang mereka tumpangi. Angga melihat ke sekeliling rumah yang sudah lima tahun ini ia tinggalkan. Tidak banyak yang berubah hanya saja terlihat lebih banyak tanaman bunga di halaman rumah itu. Angga tahu ibunya lah yang menanam dan merawatnya karena Mama Mutia memang menyukai tanaman bunga.
" Ayo kita masuk, Mas. Aku sudah mengirimkan pesan pada Papa dan Mama, mereka pasti sebentar lagi sampai " ucap Arisa pada Angga setelah ia membuka pintu rumah itu.
Arisa memang sudah mengirimkan pesan kepada kedua mertuanya itu dan memintanya untuk segera pulang karena ada hal yang penting. Ia tidak mengatakan jika Angga sudah kembali karena kemungkinan besar mereka akan sulit untuk mempercayainya.
Angga dan Arisa pun memasuki rumah itu. Benar-benar tidak ada yang berubah sama sekali dari rumah itu. Angga masih ingat sekali saat terakhir ia meninggalkan rumah dan sekarang masih terlihat sama.
" Rumah ini masih sama, kamu tidak mengubahnya sama sekali? " ucap Angga pada Kinara.
" Aku memang sengaja tidak merubahnya sedikit pun, Mas. Aku ingin semuanya tetap sama sampai kamu kembali dan sekarang kamu sudah kembali " jawab Arisa tersenyum.
Setelah itu Arisa mengajak Angga untuk pergi ke kamar mereka dan kamar Itu juga masih terlihat sama. Bahkan barang-barang milik Angga masih tetap berada di tempatnya seperti lima tahun yang lalu.
" Maafkan aku, Sayang. Aku terlalu lama meninggalkan kamu sendiri, aku tau kamu pasti berat menjalani semua ini selama lima tahun terakhir " ucap Angga memeluk tubuh Arisa dari belakang.
" Tidak apa-apa, Mas. Aku bersyukur kamu sudah kembali sekarang" jawab Arisa mengusap tangan Angga yang berada di pinggangnya.
" Setelah ini aku berjanji akan menebus semuanya selama lima tahun ini. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi " ucap Angga mencium puncak kepala Arisa yang masih terbalut hijab.
" Aku pasti akan menagih janji itu, Mas. Aku juga tidak akan membiarkan kamu meninggalkan aku lagi. Lima tahun sudah lebih dari cukup untuk aku menahan semua kerinduanku pada kamu " jawab Arisa.
Angga pun semakin mempererat pelukannya dan meletakkan kepalanya di pundak Arisa.
" Aku sangat merindukanmu, Sayang " ucap Angga pada Arisa.
" Aku lebih merindukanmu, Mas " balas Arisa.
Angga membalik tubuh Arisa sehingga sekarang berhadapan dengan dirinya. Angga mengusap lembut wajah Arisa dan mendekatkan wajahnya.
Cup.
Sebuah ciuman mendarat dengan begitu lembut di bibir Arisa. Ciuman yang sudah sangat lama tidak ia rasakan dan sangat ia rindukan. Arisa membalas ciuman yang Angga berikan dan menyalurkan semua kerinduannya di sana.
Sepasang suami istri yang sudah terpisah cukup lama itu pun menuntaskan kerinduan mereka yang pada akhirnya berakhir di atas tempat tidur dengan tubuh yang dipenuhi keringat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π