
Sesampainya di sebuah cafe yang tidak jauh dari taman, Angga langsung mengajak Arisa untuk menemui dua orang yang sepertinya adalah sepasang suami istri. Arisa bisa melihat kedua orang itu yang terlihat masih cukup muda dan mungkin seumuran dengan kakak laki-lakinya. Mereka tersenyum saat melihat kedatangan Angga dan Arisa.
" Ini perempuan itu, Ngga? Istri kamu? " tanya wanita itu pada Angga.
" Iya Kak. Ini istriku " jawab Angga tersenyum menatap Arisa.
Walaupun sedikit bingung dengan siapa mereka tetapi Arisa tetap tersenyum ramah kepada sepasang suami istri itu.
" Sayang, perkenalkan ini adalah Kak Celine dan Kak Antonio. Mereka ada sepasang suami istri dokter yang menyelamatkan aku dan juga merawat aku hingga aku bisa kembali lagi pada kamu " ucap Angga memperkenalkan kedua orang itu.
Arisa menatap kedua orang itu dengan mata yang berkaca-kaca. Ia benar-benar sangat berterima kasih karena mereka telah menyelamatkan Angga.
Flashback on.
Angga yang baru sempat membuka pintu mobil itu dikejutkan dengan sebuah ledakan yang sangat dahsyat. Tubuh Angga terpental cukup jauh hingga tepi jalan akibat ledakan bom itu. Beruntung ia sempat membuka pintu mobil sehingga ia bisa selamat dan tidak ikut terbakar di dalam mobil.
Akibat terpental cukup jauh dan juga keras, kepala Angga terbentur oleh pembatas jalan. Luka bakar pun juga terdapat di beberapa bagian tubuhnya karena api dari ledakan itu mengenai tubuhnya saat ia terpental. Apalagi posisinya juga berada di dekat hutan yang sedang terbakar.
Angga masih sadar walaupun tidak sepenuhnya. Ia terus memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah segar dengan begitu banyak.
" Arisa " ucap Angga pelan sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Di tempat yang cukup sepi itu memang jarang sekali orang yang melintasi jalanan apalagi di malam hari seperti ini. Tetapi sepertinya semesta masih ingin Angga hidup dan selamat, sehingga disaat yang begitu sepi itu ada sebuah mobil yang melintas dan melihat Angga yang tidak sadarkan diri di tepi jalan.
Dua orang yang sepertinya sepasang suami istri turun dari mobil itu. Mereka langsung menghampiri Angga dan akan menolongnya. Apalagi kobaran api dari hutan di dekat jalan itu semakin membesar, mereka harus menyelamatkan Angga sebelum api itu sampai di tempat Angga berada.
Kedua orang itu yang kebetulan berprofesi sebagai seorang dokter pun langsung mengecek keadaan Angga masih hidup ataukah sudah tewas karena keadaannya sangat parah.
" Dia terluka parah tapi puji Tuhan dia masih hidup " ucap si wanita yang merupakan Celine.
" Sepertinya dia korban dari ledakan bom yang tadi " ucap si pria, yaitu Antonio.
Antonio dan Celine memang sempat mendengar sebuah ledakan yang begitu besar karena mereka sedang melewati jalanan itu untuk menuju bandara internasional. Rencananya mereka akan kembali ke Singapura, tempat mereka bekerja pada malam ini. Akan tetapi mereka malah menemukan seorang pria dengan luka yang sangat parah.
Setelah itu Antonio dan Celine segera memanggil supir taksi yang mereka tumpangi untuk membantu mereka mengangkat Angga ke dalam mobil. Mereka harus segera membawa anggap ke rumah sakit agar nyawa Angga masih bisa tertolong.
Di sebuah rumah sakit tempat mereka melakukan seminar di Jakarta sebelumnya, mereka berdua langsung menangani Angga tetapi lebih dulu mereka meminta izin kepada pihak rumah sakit karena tugas mereka bukan di sana.
" Kita harus membawa dia ke Singapura bersama kita karena di sini tidak ada peralatan medis yang kita butuhkan untuk menyelamatkannya. Pendarahan di kepalanya sangat parah dan juga ia mengalami luka dalam. Kita tidak punya banyak waktu lagi karena nyawanya bisa terancam, apalagi kondisinya sangat lemah sekarang, dia kritis " ucap Celine pada suaminya.
Keesokan harinya Antonio dan Celine langsung mengurus keberangkatan mereka bersama dengan Angga. Mereka pergi ke Singapura dengan pesawat khusus karena mereka membawa pasien yang sedang kritis.
Sesampainya di Singapura mereka langsung membawa Angga ke rumah sakit tempat mereka bekerja. Di sana mereka melakukan perawatan yang terbaik untuk Angga, walaupun mereka belum tahu siapa Angga dan asal-usulnya. Mereka hanya berpikir jika menyelamatkan nyawa orang lain adalah tanggung jawab mereka sebagai seorang dokter.
Setelah beberapa hari dirawat dengan peralatan medis yang sudah sangat canggih, Angga pun bisa melewati masa kritisnya. Akan tetapi setelah itu Angga dinyatakan koma dan tidak tahu kapan akan sadar.
Di saat Angga sedang dalam keadaan koma, Antonio dan Celine terus merawat Angga dan sudah menganggap Angga seperti keluarga mereka sendiri. Mereka tidak mengetahui siapa Angga ataupun melihat berita tentang ledakan itu karena mereka tinggal di Singapura dan tidak mengikuti berita di Indonesia.
Hingga empat tahun lamanya, Angga baru tersadar dari komanya. Angga membuka matanya dan melihat ada dua orang yang juga berada di sana. Angga sangat bingung karena ia berada di sebuah ruangan yang bisa ia pastikan adalah ruang perawatan di rumah sakit dan ia tidak mengenal siapa kedua orang itu.
" Sayang, dia sadar " teriak Celine saat melihat Angga membuka matanya.
Antonio dan Celine pun langsung menghampiri Angga dan memeriksa keadaannya. Mereka berdua sangat bahagia karena orang yang mereka rawat selama empat tahun ini sudah sadarkan diri dan keadaannya pun sudah membaik.
" Syukurlah kamu sudah sadar, kami sangat senang " ucap Antonio pada Angga.
" Saya dimana dan kalian siapa? " tanya Angga pada mereka berdua.
" Kamu sedang berada di sebuah rumah sakit di Singapura. Saya Antonio dan ini Celine, istri saya. Kami adalah orang yang menolong kamu ketika kamu menjadi korban ledakan di Indonesia sekaligus dokter yang merawat kamu selama ini " jawab Antonio.
Kemudian Antonio dan Celine pun menceritakan saat mereka menemukan Angga dan membawa mereka ke Singapura hingga Angga sadar dari komanya selama empat tahun. Angga pun sangat terkejut karena ia koma sampai selama itu. Ia pun memikirkan Arisa yang ia tinggalkan selama itu.
Setelah itu, Angga meminta tolong pada Antonio dan Celine untuk mencari tahu tentang Arisa dan keluarganya selama ia masa pemulihan. Angga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk masa pemulihan karena semua anggota tubuhnya harus kembali beradaptasi setelah empat tahun koma. Antonio dan Celine selalu mendampingi Angga dan membantunya untuk pulih kembali.
Satu tahun terakhir Angga lakukan untuk pulih lagi seperti semula dan mencari semua informasi tentang semuanya di tempat asalnya, termasuk tentang dirinya yang dinyatakan tewas. Angga merasa senang saat mengetahui Arisa bisa hidup dengan baik bersama dengan kedua orang tuanya, apalagi Arisa tidak menikah lagi setelah Angga pergi. Angga pun menjadi semangat untuk pulih dan akhirnya bisa kembali pada Arisa seperti sekarang ini.
Flashback off.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π