
Keesokan harinya, Angga akan pergi ke kantor polisi untuk memberikan keterangan mengenai penculikan putrinya yang dilakukan oleh Jessica.
" Sayang, aku pergi dulu ya " ucap Angga mengecup kening Arisa yang sedang menjemur putrinya di depan rumah.
" Iya Mas " jawab Arisa.
" Papa pergi dulu, Sayang " ucap Angga mengusap wajahnya sang putri tidur dengan menggunakan kacamata kecil.
Sungguh sangat lucu dan menggemaskan hingga membuat Angga sangat berat meninggalkannya tetapi ia harus segera pergi sekarang.
" Iya Papa " jawab Arisa menirukan suara anak kecil untuk mewakili putrinya.
Angga pun tersenyum mendengar itu.
" Ma, aku titip istri dan putriku " ucap Angga pada Mama Mutia yang sedang berada di teras.
" Iya Sayang, kamu tenang aja " jawab Mama Mutia.
Angga menganggukkan kepalanya. " Aku pergi dulu " pamit Angga.
" Iya Mas " jawab Arisa.
" Assalamualaikum " ucap Angga.
" Walaikumsalam " jawab Arisa dan Mama Mutia.
Setelah itu Angga segera masuk ke dalam mobil yang berhasil ia beli dengan hasil kerjanya sejak satu bulan yang lalu. Angga melajukan mobil itu meninggalkan rumah dan menuju kantor polisi.
Tiga puluh menit berlalu, Angga sudah sampai di kantor polisi. Angga langsung masuk dan sepertinya Teno sudah berada di sana terlihat dari mobilnya yang berada di parkiran.
" Kak " panggil Angga saat melihat Teno.
Teno yang sedang berbicara pada seorang pengacara pun langsung menoleh ke arah Angga.
" Tuan Angga " sapa pengacara keluarga Wicaksono yang tentunya sudah mengenal Angga.
Angga menganggukkan kepalanya untuk menjawab sapaan pengacara itu.
" Bagaimana, Kak? " tanya Angga pada Teno.
" Wanita itu sudah di tahan dan sekarang ada di dalam penjara. Keluarganya juga di Singapura sudah mengetahui ini dan kemungkinan besar akan datang ke Indonesia " jawab Teno dan Angga menganggukkan kepalanya.
" Kamu ingin menemuinya? " tanya Teno tapi Angga langsung menggelengkan kepalanya.
Angga tidak ingin tersulut emosi ketika melihat wanita yang sudah menculik dan mencoba untuk melukai putrinya.
Setelah itu Angga dengan ditemani Teno dan pengacara yang akan menangani kasus ini segera memberikan keterangan kepada polisi.
***
Hari sudah berganti malam, Angga menemani Arisa yang sedang menidurkan putri mereka setelah selesai makan malam.
" Apa dia sudah tidur? " tanya Angga saat melihat Arisa melepaskan ****** *********** dari mulut sang putri.
" Sudah, Mas " jawab Arisa mengancingkan kembali piyama yang dikenakannya.
" Biar aku yang memindahkannya " ucap Angga mengambil alih sang putri dan menggendongnya.
Angga membawa sang putri mendekati box bayi dan meletakan putrinya di sana dengan nyaman. Tak lupa juga Angga menyelimuti tubuhnya agar putrinya itu tidak kedinginan dan tidur dengan nyenyak.
Tok tok tok.
Terdengar suara pintu kamar itu diketuk dan tidak lama kemudian disusul oleh suara Mama Mutia.
" Iya Ma, kami akan segera keluar " jawab Angga sedikit berteriak.
Setelah itu terdengar suara langkah kaki Mama Mutia yang menjauh dari kamar itu.
" Kira-kira siapa ya yang mau ketemu kita, Mas? " ucap Arisa pada Angga dan ia segera memasang hijab instan di kepalanya.
" Aku juga tidak tahu, Sayang " jawab Angga yang tidak bisa menebak siapa yang datang.
Sebelum keluar untuk menemui orang itu, Angga memanggil Mama Mutia untuk menjaga putri mereka karena Arisa trauma meninggalkan bayi itu sendiri.
" Kalian keluarlah, Mama yang akan menjaga putri kalian " ucap Mama Mutia mendekati box bayi cucunya.
" Iya Ma " jawab Arisa.
Kemudian Angga dan Arisa segera keluar dari kamar untuk menemui seseorang yang mencari mereka. Mereka penasaran siapa yang ingin bertemu dengan mereka di malam hari seperti ini.
Saat mendekati ruang tamu, Angga bisa melihat seorang pria yang mungkin masih seusia Angga duduk di sofa bersama Papa Hari.
" Kalau begitu saya tinggal dulu, saya masih memiliki beberapa pekerjaan " ucap Papa Hari saat melihat kedatangan Angga dan Arisa.
Pria itu pun menganggukkan kepalanya.
" Itu tamu kalian. Papa tinggal dulu " ucap Papa Hari pada Angga dan Arisa.
" Iya Pa " jawab Angga.
Pria itu berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menyalami Angga lalu Angga pun membalas uluran tangan itu tetapi saat hendak menyalami Arisa, pria itu menarik kembali tangannya karena Arisa menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Setelah itu, Angga dan Arisa mempersilahkan pria itu untuk duduk kembali dan disusul mereka berdua di sofa yang berbeda.
" Maaf, Anda siapa? " tanya Angga karena ia merasa tidak pernah bertemu dan mengenal pria itu.
" Perkenalkan saya Victor Valdes dan saya adalah suami dari Jessica " jawab pria itu yang ternyata adalah suami Jessica.
Arisa yang mendengar itu langsung takut dan memegang lengan Angga. Ia sudah mendengar dan mengetahui semuanya siapa dan apa alasan Jessica menculik putrinya. Angga pun mengeratkan giginya karena ia langsung terpancing emosi saat mendengar nama wanita itu.
" Apa tujuan Anda kemari? " tanya Angga dengan suara tertahan dan tatapan tajam.
" Saya datang kemari ingin meminta maaf kepada kalian atas semua kesalahan istri saya dan juga tindakannya yang menculik serta mencoba melukai putri kalian. Saya juga ingin meminta tolong kepada kalian untuk memaafkan dan membebaskan istri saya. Saya.... " belum sempat Victor menyelesaikan ucapannya, Angga sudah memotongnya.
" Tidak. Saya tidak akan membiarkan wanita itu bebas begitu saja " tolak Angga dengan tegas.
Angga tidak ingin mengambil resiko jika nanti Jessica berusahalah untuk melukai putrinya ataupun Arisa.
" Saya mohon tolong bebaskan istri saya. Dia seperti ini karena dia sangat mencintai Anda dan terobsesi untuk memiliki Anda. Bahkan setelah kami menikah pun, ia terus mengingat Anda sebagai pria yang dicintainya " ucap Victor berusaha membujuk Angga agar membebaskan istrinya.
Victor menceritakan jika Jessica sangat terobsesi pada Angga setelah Angga menyelamatkannya saat akan bunuh diri di rumah sakit. Jessica terus mencari Angga tetapi tidak menemukannya, hingga Jessica dijodohkan dengannya dan akhirnya mereka menikah. Di saat mereka menikah pun Jessica masih mencintai Angga dan tidak pernah menganggapnya. Victor tetap bertahan karena ia sangat mencintai Jessica dan berharap istrinya itu perlahan akan mencintainya.
Hingga beberapa hari yang lalu, Jessica pergi ke Indonesia dengan alasan ingin liburan bersama dengan teman-temannya tetapi malah berencana untuk menculik putri Angga dan menjadi istri dari Angga. Ia sungguh terkejut saat mendapatkan kabar itu dan sekarang istrinya di penjara lalu ia dan kedua orang tua Jessica langsung pergi ke Jakarta.
Victor berusaha untuk menemui Angga dan Arisa agar mereka memaafkan serta membebaskan Jessica dari penjara. Sedangkan kedua orang tua Jessica berada di kantor polisi untuk menemui putrinya.
" Sekali lagi saya mohon, tolong bebaskan istri saya. Saya bersedia jika harus bersujud di kaki kalian jika itu bisa membuat kalian memaafkan dan membebaskan istri saya. Saya juga akan menjamin jika istri saya tidak akan mengusik kalian jika sudah bebas nanti. Saya akan membawanya pulang ke Singapura da terus mengawasinya " ucap Victor memohon kepada Angga dan Arisa.
Angga hanya diam dan memalingkan wajahnya karena ia masih marah dan mengingat jelas saat Jessica ingin melukai putrinya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya π