Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
126. Bukti Cinta


Sesampainya di ruang persalinan, Dokter Sinta segera bersiap-siap untuk membantu proses melahirkan Arisa. Sedangkan Angga terus memberikan dukungan dan semangat pada Arisa yang semakin merasakan sakit yang luar biasa. Angga bahkan tidak melepaskan genggaman tangannya pada sang istri dan terus menyalurkan kekuatan.


" Mas, sakit sekali. Aku takut gak kuat sampai anak kita lahir " ucap Arisa pada Angga dengan keringat yang sudah bercucuran dari keningnya.


" Kamu pasti kuat, Sayang. Teruslah berjuang untuk anak kita " ucap Angga mengusap keringat di kening Arisa.


" Tapi ini sangat sakit, Mas " ucap Arisa sambil mencengkram lengan Angga dengan sangat kuat.


" Sabar ya, Sayang. Satu langkah lagi anak kita akan lahir jadi berjuanglah " ucap Angga agar Arisa tidak menyerah.


Setelah melakukan persiapan yang singkat, Dokter Sinta sudah siap untuk membantu Arisa melahirkan anaknya.


" Nona Arisa bersiap ya dan ikuti arahan dari saya. Jangan mengejan sebelum saya perintahkan " ucap Dokter Sinta pada Arisa.


" Baik, Dok " jawab Arisa sembari menahan rasa sakit.


" Sekarang tarik napas panjang dan buang secara perlahan " ucap Dokter Sinta memberikan arahan.


Arisa pun langsung mengikuti arahan dari Dokter Sinta dan melakukannya beberapa kali.


Angga yang melihat itu merasa sangat tidak tega dan seandainya saja bisa, ia ingin sekali menggantikan posisi sang istri. Biarlah ia yang menanggung semua rasa sakit yang sedang istrinya rasakan saat ini.


" Ya Allah, tolong permudah proses melahirkan istri hamba. Tolong selamatkan istri dan anak hamba " doa Angga di dalam hati.


Angga terus menggenggam tangan Arisa dan memberikan beberapa kecupan di keningnya untuk menyalurkan rasa cintanya dan memberinya kekuatan.


" Mas, aku sudah gak kuat lagi " ucap Arisa karena tenaga sudah hampir habis tetapi bayinya belum juga keluar.


" Jangan berkata seperti itu, Sayang. Kamu pasti kuat dan melahirkan anak kita dengan selamat. Bukankah kamu ingin melihat anak kita tumbuh di dalam kasih sayang dari kamu. Maka dari itu berjuanglah, kamu wanita yang sangat hebat dan kuat. Aku sangat mencintaimu, Sayang " ucap Angga memberikan semangat kepada Arisa.


Angga juga kembali memberikan kecupan di kening Arisa untuk penyemangatnya terus berjuang melahirkan buah hati mereka.


Arisa seperti mendapatkan kekuatan dan suntikan tenaga setelah mendengar semangat dan kata cinta dari suaminya. Arisa sudah siap berjuang kembali untuk melahirkan buah hati mereka dan akan menjadi bukti cinta dari mereka berdua.


" Ayo Nona Arisa, tarik napas panjang dan buang perlahan-lahan " ucap Dokter Sinta kembali memberikan arahan.


Arisa pun mencoba lagi dan mengikuti arahan yang diberikan oleh Dokter Sinta. Hingga beberapa saat kemudian kepala dari bayi itu mulai terlihat di jalan lahir.


" Ayo terus berjuang, Nona Arisa. Kepala dari bayi Anda sudah terlihat " ucap Dokter Sinta pada Arisa.


Arisa yang mendengar itu pun menjadi tambah bersemangat dan ia harus bisa melahirkan anaknya ke dunia dengan selamat.


" Tarik napas panjang lalu mengejan " ucap Dokter Sinta karena kepala dari bayi itu sudah semakin terlihat.


Arisa menarik napasnya panjang lalu bersiap untuk mengejan.


" Sekarang, Nona Arisa " ucap Dokter Sinta memberikan instruksi untuk mengejan.


Bertepatan dengan itu, terdengar suara tangisan bayi begitu kencang di ruang persalinan itu yang menandakan jika Arisa sudah berhasil melahirkan anaknya ke dunia.


" Oek, oek, oek, " tangis bayi itu begitu terdengar jelas di telinga Angga dan Arisa.


" Sayang, anak kita telah lahir ke dunia " ucap Angga dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Angga pun langsung memberikan kecupan di seluruh wajah Arisa karena istrinya itu telah berhasil melahirkan anak mereka dan memberikan ia seorang anak yang sudah ia idam-idamkan. Sedangkan Arisa sudah menangis karena ia sangat bahagia dan terharu sekarang ia sudah resmi menjadi seorang ibu.


" Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu " ucap Angga pada Arisa.


Arisa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena ia masih begitu lemah sekarang setelah berjuang antara hidup dan mati.


" Selamat, Tuan Angga dan Nona Arisa. Sesuai dengan prediksi kita sebelumnya jika bayi kalian berjenis kelamin perempuan dan lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun " ucap Dokter Sinta mengangkat tubuh bayi mungil itu dan menunjukannya kepada Angga dan Arisa.


Rasa lelah dan sakit yang tadi Arisa rasakan kini hilang begitu saja saat melihat seorang bayi yang berhasil ia lahirkan.


" Anakku " ucap Arisa melihat bayi mungil itu.


Angga bahkan tak henti-hentinya menatap bayi itu yang merupakan bukti cintanya dengan sang istri. Angga juga bisa melihat dengan jelas jika wajah bayi itu sangat mirip dengannya tapi versi perempuan.


Setelah itu, Dokter Sinta memberikan bayi itu kepada seorang perawat untuk segera dibersihkan setelah dipotong tali pusarnya. Dokter Sinta juga berusaha untuk mengeluarkan ari-ari bayi yang masih ada di dalam perut Arisa.


" Tuan Angga, sebaiknya Anda keluar dulu dari ruangan ini karena saya harus membersihkan Nona Arisa dan juga memindahkannya ke ruang perawatan " ucap Dokter Sinta pada Angga.


" Baik, Dok " jawab Angga.


Sebelum keluar dari ruangan itu, Angga berpaling dulu kepada sang istri yang masih sangat lemas.


" Sayang, aku keluar dulu. Aku juga harus memberikan kabar bahagia ini pada Papa dan Mama " ucap Angga pada Arisa.


" Iya Mas " jawab Arisa pelan dan tersenyum.


Angga memberikan kecupan yang cukup lama pada kening Arisa sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan itu.


Kemudian Angga pun langsung keluar dan mengabarkan jika anak mereka telah lahir. Papa Hari dan Mama Mutia pasti sudah menunggunya di depan ruang persalinan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘