
Rasa haru dan bahagia menyelimuti keluarga Angga dan Arisa hari itu. Angga yang mereka harapkan ada di tengah-tengah mereka sekarang sudah kembali. Sungguh kebahagiaan yang terkira bagi Arisa setelah bertahun-tahun ia harus pura-pura baik-baik saja tanpa suaminya itu.
Malam ini ada makan malam bersama mereka setelah sekian lama. Mama Mutia memasak semua makanan kesukaan Angga yang tidak berubah dari kecil.
" Sudah cukup, Ma. Nanti kalau aku merasa kurang, aku akan ambil sendiri " ucap Angga saat Mama Mutia mengambil cukup banyak makanan ke dalam piringnya.
" Baiklah " jawab Mama Mutia tidak menambah makanan lagi.
Mama Mutia memberikan piring berisi makanan kepada Angga. Arisa hanya melihat itu dengan sebuah senyuman. Ia bahagia karena suaminya kembali mendapatkan kasih sayang seorang ibu, seperti dirinya yang juga mendapatkannya dari Mama Mutia.
" Ayo makan, Sayang. Maaf ya Mama sempat melupakan kamu " ucap Mama Mutia pada Arisa.
" Iya Ma " jawab Kinara tersenyum.
Mereka pun mulai makan bersama setelah sebelumnya membaca doa terlebih dahulu.
" Istirahatlah, besok kita bisa bicara lagi " ucap Mama Mutia pada Angga setelah mereka selesai makan malam.
Mama Mutia meminta Angga untuk beristirahat karena ia bisa melihat wajah lelah Angga, apalagi hari ini Angga baru kembali. Masih banyak waktu untuk mereka menghabiskan waktu bersama. Sedangkan Papa Hari sedang menerima panggilan dari rekan kerjanya di kantor.
" Iya Mas, kamu pasti capek " tambah Arisa yang ingin Angga beristirahat.
" Aku akan menyusul setelah membantu Mama membereskan ini semua " lanjut Arisa.
" Baiklah " jawab Angga.
Angga memeluk dan mencium pipi Mama Mutia sebelum ia pergi ke kamar seperti saat ia kecil yang selalu mencium pipi Mama Mutia sebelum ia tidur.
" Selamat malam, Ma " ucap Angga melepaskan pelukannya pada Mama Mutia.
" Selamat malam, Sayang " balas Mama Mutia tersenyum.
" Aku tunggu di kamar, jangan lama-lama " ucap Angga pada Arisa sebelum akhirnya pergi.
Arisa pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah itu Arisa segera membantu Mama Mutia untuk membereskan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan malam.
" Arisa ke kamar dulu ya, Ma. Mas Angga pasti sudah menunggu " pamit Arisa setelah semua pekerjaan mereka di dapur selesai.
" Iya Sayang " jawab Mama Mutia.
Arisa pun langsung pergi ke kamarnya dan Angga. Arisa membuka pintu kamar itu dan melihat Angga yang sedang membaca buku miliknya. Angga langsung meletakkan buku yang sedang ia baca di atas nakas saat melihat kedatangan Arisa.
" Kemarilah, Sayang " ucap Angga meminta Arisa untuk bergabung di atas tempat tidur.
Arisa tersenyum malu karena sekarang Angga selalu memanggilnya dengan kata sayang. Angga benar-benar mulai berubah menjadi seorang suaminya yang lebih hangat dan juga romantis. Arisa tentu saja sangat menyukai perubahan Angga tersebut karena memang itu yang Arisa harapkan dari dulu dari Angga.
Arisa menurut dan segera naik ke atas tempat tidur, Arisa duduk di samping suaminya itu.
" Aku tidak tahu harus berkata apalagi untuk menggambarkan jika aku sangat bahagia saat ini. Kembali bersama dengan dirimu adalah kebahagiaan yang sangat berarti untukku. Aku sangat mencintaimu, Arisa " ucap Angga dengan begitu tulus.
Arisa tersentuh dengan kata-kata yang Angga ucapkan dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
" Aku lebih bahagia dan aku lebih mencintaimu, Mas " balas Arisa mempererat pelukannya.
Entah kebaikan apa yang Angga lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga pada kehidupan yang sekarang ia mendapatkan seorang pendamping hidup yang begitu baik dan sempurna seperti Arisa.
" Oh iya, kamu sudah berjanji ingin menceritakan mengenai pria tadi. Aku juga ingin mengetahui kehidupan yang kamu jalani selama aku tidak di sisimu " ucap Angga saat ia mengingat kejadian tadi siang.
Jujur saja ia merasa sedikit cemburu dan rasanya sama seperti saat Rio mendekati Arisa dahulu.
" Namanya Jodi, Mas. Dia adalah teman satu tim kerja aku di perusahaan dan kami berteman sejak setahun yang lalu saat kami sama-sama melamar pekerjaan di Perusahaan milik Daddy Smith. Aku sudah merasa jika dia menyukaiku sejak lama, jadi aku selalu menghindarinya. Akan tetapi semakin ke hari, dia semakin mengejarku sehingga aku ingin menjelaskan tentang statusku yang sudah bersuami dan menegaskan jika aku tidak ingin memberikan sebuah harapan kepadanya. Aku menerima ajakannya untuk pergi makan siang bersama karena ingin mengatakan itu semua. Aku tidak menyangka jika dia akan menyatakan perasaannya dan melamarku. Saat aku menolaknya, dia tidak terima dan aku pun mengatakan jika aku sudah mempunyai suami tetapi dia tidak percaya. Dia memaksaku hingga akhirnya kamu datang, tapi sungguh aku tidak memiliki perasaan atau hubungan apapun dengannya " ucap Arisa menceritakan tentang Jodi pada Arisa.
Angga terdiam mendengarkan cerita dari Arisa dan ia mempercayai istrinya itu jika memang Arisa masih setia padanya.
" Aku percaya padamu, Sayang. Aku yakin kamu setia padaku " ucap Angga setelah Arisa selesai bercerita.
Arisa pun merasa lega karena ia sempat takut jika Angga akan marah dan tidak percaya kepadanya.
Setelah itu Arisa pun melanjutkan ceritanya tentang kehidupannya selama ini setelah kepergian Angga. Dimulai dengan dirinya yang kembali kuliah hingga akhirnya ia bisa bekerja di perusahaan milik Daddy Smith.
" Dan ada satu lagi yang harus kamu tahu, Mas. Ini sangat penting dan ini adalah tanda cinta dari pernikahan kita " ucap Arisa dengan wajah yang serius pada Angga.
Angga mengerutkan keningnya dan merasa penasaran apakah hal yang sangat penting itu.
" Apa itu? " tanya Angga penasaran.
Arisa segera membuka laci nakas yang ada di samping tempat tidur dan mengambil semua kotak dari sana.
" Bukalah " ucap Arisa memberikan kotak itu pada Angga.
Angga menerima kotak itu lalu menatap Arisa sebentar sebelum membukanya.
Saat membuka kotak yang diberikan Arisa, Angga merasa terkejut sekaligus bingung karena di sana terdapat sebuah foto USG dan beberapa alat tes kehamilan yang ia ketahui hasilnya positif. Angga mengambil foto USG itu dan matanya membulat saat membaca nama Arisa yang tertera di sana yang menandakan jika Arisa mengandung.
Jantung Angga pun berdetak lebih cepat dan tangan gemetar melihat itu. Angga menatap Arisa yang sudah meneteskan air matanya dan terlihat kesedihan yang mendalam di sana.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π