Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
38. Berusaha Menghindar+Visual


Arisa sudah sampai di kampus dan ia langsung pergi ke gedung fakultasnya setelah memarkirkan motornya di parkiran khusus mahasiswa. Tapi saat ia hendak masuk ke dalam gedung fakultas ekonomi dan bisnis, terdengar suara Rini memanggil namanya. Arisa pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara tapi ia langsung merasa tidak nyaman saat di sana juga ada kekasih Rini serta teman-temannya termasuk Rio.


Mereka menghampiri Arisa yang sudah menghentikan langkahnya itu.


" Hai Ris " sapa Rio tersenyum pada Arisa.


Arisa pun hanya tersenyum terpaksa untuk menanggapinya.


" Oh iya Ris, kenapa kemarin kamu langsung pergi gitu aja? Kamu juga gak balas chat aku dari kemarin " tanya Rini pada Arisa.


Memang kemarin setelah selesai kelas Arisa langsung pulang dan ia juga sibuk dengan Angga sehingga tidak mengecek ponselnya dan ia juga tidak tahu jika Rini mengirimkan pesan.


" Aku sibuk banget kemarin. Aku juga gak tau kalau kamu chat aku karena aku gak lihat hp aku dari kemarin " jawab Arisa apa adanya.


Rini pun menganggukkan kepalanya mengerti karena Arisa sudah biasa seperti itu dan yang membuatnya sibuk adalah karena ia belajar dan mungkin kemarin juga sama.


" Kalau gitu sekarang kita ke kantin atau kemana gitu yuk. Masih satu jam lagi masuk kelas " ajak Rini.


" Sorry Rin, aku gak bisa. Kalian aja deh, aku gak ikut " tolak Arisa.


Arisa menolaknya karena ia sudah merasa tidak nyaman berkumpul dengan mereka terutama ketiga pemuda itu, terutama Rio yang dari tadi terus melihat ke arahnya. Ia juga harus menghindari Rio untuk menjaga hati Angga karena ia sekarang adalah seorang istri.


" Kenapa, Ris? Ayolah, lagipula kelas belum masuk " ucap Rio yang sepertinya sangat ingin Arisa ikut bersama mereka.


" Aku masih ada urusan, sorry ya " jawab Arisa tetap menolak.


" Kalau gitu aku duluan ya " pamit Arisa pada mereka.


Setelah itu Arisa pun langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka karena ia benar-benar harus menghindar. Walaupun ia merasa tidak enak pada Rini yang merupakan sahabat satu-satunya.


Wajah Rio pun berubah kesal karena Arisa yang menolak untuk pergi bersama mereka. Sebenarnya ia yang meminta Rini untuk mengajak Arisa agar ia bisa mendekati Arisa lagi.


" Sial, gimana sih Rin. Kenapa Arisa malah pergi " ucap Rio kesal.


" Ya gue juga sudah bilang kan Arisa itu anti banget sama cowok jadi ya gitu, susah. Mending lo cari cewek lain aja deh buat di deketin " jawab Rini agar Rio berhenti mencoba mendekati Arisa karena ia bisa melihat Arisa yang tidak nyaman.


" Iya deh, kelihatan banget Arisa kek ngehindarin kita. Kayaknya dia memang gak suka sama lo " sambung Doni.


" Lagian masih banyak yang mau sama lo. Lo bisa dapetin cewek yang lebih cantik dari Arisa " tambah Lino yang bisa melihat jika Arisa tidak menyukai temannya itu.


Rio kesal mendengar apa yang teman-temannya katakan. Ia sudah tertarik dengan Arisa dan ia harus bisa untuk menjadikan Arisa sebagai kekasihnya. Ia harus memikirkan cara untuk bisa merealisasikan itu semua hingga sebuah ide muncul di kepalanya.


" Gak, gue bakal tetep deketin Arisa. Gue pastiin dia bakal jadi milik gue. Kalian lihat aja, sebentar lagi dia pasti bakal jadi milik gue " ucap Rio menampilkan senyum licik di bibirnya.


" Terserah lo deh. Gue gak mau bantuin lo lagi karena gue gak mau khianati sahabat gue dengan paksa terus dia buat suka sama lo padahal gak suka. Lo usaha aja sendiri " ucap Rini yang sudah tidak ingin membantu Rio lagi.


" Gak masalah " jawab Rio dengan sebuah seringai tipis.


Setelah itu mereka pun pergi ke kantin sambil menunggu mata kuliah mereka dimulai satu jam lagi.


***


Sementara itu, Arisa yang baru saja masuk ke dalam kelas merasa seperti terbebas dari sebuah kejaran sesuatu. Ia merasa lega saat sudah tidak melihat keberadaan mereka lagi.


Arisa tidak ingin sampai nanti Angga melihat ia yang sedang bersama dengan mereka lagi. Ia beruntung kemarin Angga tidak marah kepadanya dan mengerti.


" Maaf ya, Rin. Bukannya mau menghindar dari kamu tapi aku gak nyaman sama Doni dan teman-temannya " gumam Arisa merasa bersalah pada Rini.


Arisa juga tidak bisa mengatakan ketidaknyamanannya itu pada Rini karena ia takut jika Rini akan tersinggung. Apalagi Rini baru bisa selalu bertemu dengan kekasihnya saat kuliah ini.


Daripada pusing memikirkan mereka, Arisa memilih membaca sebuah buku yang sengaja ia bawa dari rumah. Arisa memang suka membaca buku khususnya sebuah novel atau buku cerita. Apalagi ia juga sering membacakan sebuah cerita pada Nadia dulu.


Satu jam kemudian, kelas sudah penuh dengan mahasiswa yang lain karena mata kuliah akan segera dimulai. Begitu juga dengan Rini yang baru memasuki kelas dan langsung duduk di samping Arisa.


" Ris " panggil Rini pada Arisa yang sedang memasukkan buku yang ia baca ke dalam tas.


" Iya Rin " jawab Arisa menolah pada Rini.


" Kamu marah ya sama aku? " tanya Rini pada Arisa.


" Marah? Enggak kok. Kenapa juga aku harus marah sama kamu? " jawab Arisa tersenyum karena memang ia tidak marah pada Rini.


" Soalnya aku tadi menghindar dari aku, biasanya aku ajak kamu selalu mau " ucap Rini.


" Oh, tadi memang aku pengen cepet-cepet selesaikan buku yang aku baca. Aku juga sedikit gak nyaman karena ada laki-laki, kamu tau sendiri kan selama ini kita jarang banget deket-deket sana laki-laki kalau bukan karena tugas atau kepentingan yang lain " jawab Arisa dengan hati-hati.


Rini terdiam karena merasa dugaannya benar jika Arisa tidak nyaman dengan keberadaan kekasih dan teman-temannya. Keputusan tidak salah jika ia berhenti untuk membantu Rio yang ingin mendekati Arisa.


" Kalau gitu aku minta maaf ya, Ris. Aku terlalu seneng karena sekarang aku bisa ketemu terus sama Doni " ucap Rini pada Arisa.


" Gak papa kali Rin, tapi ya maaf kalau aku gak bisa kumpul bareng kalian lagi. Aku tau kok kalian itu baik, tapi aku juga gak nyaman. Apalagi kalau Bang Reno tau aku sering sama laki-laki yang sudah kelihatan banget mau deketin aku " ucap Arisa terpaksa menggunakan nama Reno sebagai alasan.


Tapi memang benar jika Reno pasti tidak suka jika ia sering bersama laki-laki lain di saat dirinya sudah menikah.


Obrolan Arisa dan Rini pun terhenti saat seorang dosen masuk ke dalam kelas dan mata kuliah hari itu pun dimulai.


***


Hai guys, ini visual sesuai dengan bayangan aku ya. Kalau mungkin kurang cocok dengan kalian semua, kalian bisa bayangkan sendiri seperti apa visualnya. Terima kasih.


Arisa Wijayanto



Angga Lesmana



Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘