
Setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur, Angga keluar dari kamar masih dengan menggunakan baju koko dan sarung di tubuhnya. Angga, menghampiri Arisa yang sedang menata makanan di meja makan.
" Kamu sedang memasak apa? " tanya Angga dari belakang.
Arisa yang tidak menyadari keberadaan Angga tentu saja sangat terkejut. " Astaghfirullahalazim " pekik Arisa terkejut dan memegang dadanya.
Arisa membalikkan tubuhnya dan melihat Angga sudah berdiri di belakangnya.
" Maaf aku sudah buat kamu terkejut " ucap Angga melihat Arisa yang sangat terkejut.
" Gak papa Mas. Lain kali jangan lagi ya, aku bisa jantungan nanti " jawab Arisa sudah bisa mengendalikan dirinya.
Angga pun hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian Angga duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan disusul Arisa yang duduk di sampingnya. Arisa mengambilkan makanan untuk Angga dan juga menuangkan air putih untuknya ke dalam gelas.
" Maaf ya Mas, kalau masakan aku gak enak atau gak cocok di lidah Mas Angga " ucap Arisa takut Angga tidak menyukai makanan yang ia masak.
Angga menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya, sedangkan Arisa begitu khawatir menunggu reaksi Angga.
" Ini sangat enak. Sepertinya dia memang pintar memasak " ucap Angga dalam hati karena masakan Arisa memang enak sangat cocok di lidahnya.
" Gimana Mas? Enggak enak ya? " tanya Arisa karena Angga hanya diam.
" Ini enak " jawab Angga menyuapkan lagi makanan itu ke dalam mulutnya.
Melihat itu, Arisa pun tersenyum. Ia merasa sangat lega karena masakan pertama yang ia buat untuk Angga itu tidak mengecewakan.
" Aku seneng kalau Mas Angga cocok sama masakan aku " ucap Arisa tersenyum.
Lagi-lagi Angga hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan memakan masakan Arisa.
Kemudian Arisa pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mereka makan siang berdua untuk pertama kalinya sebagai suami istri. Angga menghabiskan makanan di piringnya hingga tidak tersisa dan itu membuat Arisa sangat senang.
Setelah selesai makan siang, Angga kembali ke kamarnya. Sedangkan Arisa membereskan dan mencuci piring kotor. Sebenarnya Angga sudah menawarkan bantuan tapi Arisa menolaknya dan menyuruh Angga pergi ke kamar atau ruang keluarga saja.
Angga mendengar suara ponselnya berdering saat baru saja memasuki kamar. Angga langsung mengambil ponsel yang tadi ia letakkan di atas meja rias. Tertera nama Ardi layar ponselnya dan Angga pun segera menjawabnya.
" Halo Kak Angga " ucap Ardi dari ujung sana.
" Iya Tuan Muda " jawab Angga.
" Maaf Kak, ganggu waktu Kakak. Tapi sekarang aku butuh bantuan Kakak buat jemput Tya di kampus karena aku ada meeting penting sebentar lagi. Aku belum bisa percaya sama orang lain selain Kakak sama Bang Teno " ucap Ardi pada Angga.
" Tidak apa-apa Tuan Muda, itu memang sudah tugas saya. Saya akan segera pergi untuk menjemput Nona Muda " jawab Angga.
" Maaf ya sekali lagi, Kak. Aku sebenarnya tidak enak pada kakak dan istri kakak karena mengganggu waktu kalian yang masih pengantin baru " ucap Ardi sepertinya memang merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa, Tuan Muda. Istri saya pasti akan mengerti " jawab Angga.
Setelah itu sambungan telepon Ardi pun terputus dan bertepatan dengan Arisa yang masuk ke dalam kamar.
" Aku harus pergi sekarang untuk menjemput Nona Tya di kampus. Kemungkinan aku akan pulang malam karena harus menjaga Nona Tya jika Nona Tya ingin pergi. Apa kamu tidak apa-apa sendiri di rumah? " ucap Angga pada Arisa.
" Gak papa, Mas. Mas Angga pergi aja, itu kan juga tugas dari perkejaan Mas Angga " jawab Arisa tidak keberatan harus ditinggal Angga melakukan pekerjaannya.
" Biar aku siapkan pakaian buat Mas Angga " ucap Arisa segera pergi dari hadapan suaminya.
Setelah mendapatkannya, Arisa pun langsung memberikannya kepada Angga. " Ini, Mas " ucap Arisa pada Angga.
" Terima kasih, tapi kamu tidak perlu melakukan ini. Aku masih bisa melakukannya sendiri " ucap Angga menerima pakaian itu.
" Ini salah satu kewajiban aku buat melayani kamu, Mas. Aku juga senang melakukannya buat kamu " jawab Arisa tersenyum.
Angga terpaku dengan senyuman Arisa yang begitu manis di matanya tapi ia segera untuk sadar. Angga pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Beberapa saat kemudian, Angga sudah keluar dari kamar mandi dan terlihat sangat rapi. Angga pergi ke meja rias untuk menyisir rambutnya dan menyemprotkan parfum di tubuhnya. Arisa hanya memperhatikan itu dari sisi tempat tidur.
" Aku pergi dulu " pamit Angga setelah memasukkan dompet dan ponsel ke kantong celananya.
Angga ingin segera melangkah keluar dari kamar itu tetap Arisa mencegahnya.
" Tunggu sebentar, Mas " cegah Arisa sebelum Angga melangkah.
" Ada apa? " tanya Angga pada Arisa.
Arisa memberikan tangannya kepada Angga tapi Angga hanya diam dan terlihat bingung.
" Salim, Mas " ucap Arisa meraih tangan Angga dan menciumnya.
Angga hanya tertegun melihat itu, ia memang sering melihat Tya yang melakukan itu pada Ardi tapi ia tidak menyangka sekarang ia yang diperlakukan seperti itu oleh Arisa.
" Oh iya, Mas Angga mau aku masakin apa buat makan malam? " tanya Arisa pada Angga.
Memang Arisa yang harus banyak bicara agar mereka lebih dekat dan tidak canggung lagi karena Angga termasuk orang yang tidak banyak bicara dan juga tidak peka.
" Terserah saja, aku pasti akan memakannya " jawab Angga.
" Ya sudah. Kalau gitu Mas Angga hati-hati ya di jalan. Aku tunggu Mas Angga di rumah " ucap Arisa sebelum Angga benar-benar pergi.
Angga pun menganggukan kepalanya.
" Assalamualaikum " ucap Angga.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
Angga pun keluar dari kamar dan pergi untuk menjemput istri majikan dengan menggunakan mobilnya.
" Emang sikapnya gak manis tapi setidaknya Mas Angga memperlakukan aku dengan baik " gumam Arisa setelah Angga pergi.
Arisa memang selalu berharap memiliki suami yang hangat dan romantis seperti kakak dan juga ayahnya. Walaupun Angga bukan tipe yang dingin dan datar tapi tetap saja tidak sehangat apalagi seromantis kakak dan juga ayahnya.
Setelah itu, Arisa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya selagi Angga tidak di rumah. Ia akan merasa sangat malu jika harus mandi dan Angga ada di sana.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π