Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
93. Hari Pertama Bekerja


Selesai membeli beberapa kemeja untuk ia bekerja, Angga memutuskan menjemput Arisa dan mengajaknya makan siang bersama. Angga mengirim pesan kepada istrinya itu lima belas menit sebelum sampai.


Sesampainya di gedung perusahaan tempat Arisa bekerja, Angga bisa melihat jika istrinya itu sudah menunggunya dan berlahan menghampiri mobil.


" Assalamualaikum, Mas " ucap Arisa memasuki mobil itu.


" Walaikumsalam, Sayang " jawab Angga tersenyum.


Arisa langsung mencium tangan Angga dan Angga memberikan sebuah kecupan di kening Arisa.


Setelah itu Anda kembali menjalankan mobil itu untuk menuju sebuah restoran untuk makan siang.


" Mas, kamu belanja kemeja? " tanya Arisa saat melihat paper bag di kursi penumpang dan tertera sebuah brand kemeja di sana.


" Iya Sayang. Aku merasa kemejaku sudah terlalu lama, jadi aku membelinya yang baru " jawab Angga.


Arisa pun menganggukan kepalanya karena memang semua pakaian Angga itu tidak berubah sejak lima tahun yang lalu.


" Kita mau makan siang dimana? " tanya Arisa pada Angga.


" Di restoran Jepang " jawab Angga.


" Bukankah kamu menyukainya? " ucap Angga yang mengetahui jika Arisa menyukai makanan Jepang.


" Iya Mas. Sudah lama juga aku gak makan makanan Jepang " jawab Arisa antusias.


Angga tersenyum lalu mengusap lembut kepala Arisa dengan salah satu tangannya.


Lima belas menit berselang, Angga dan Arisa sudah sampai di sebuah restoran Jepang. Mereka segera memesan makanan karena memang sudah sangat lapar. Arisa memesan ramen miso sedangkan Angga memesan sushi.


" Sayang, ada kabar baik yang ingin aku beritahukan padamu " ucap Angga selagi menunggu pesanan makanan mereka.


" Apa itu, Mas? " tanya Arisa menjadi penasaran.


" Aku sudah mendapatkan sebuah pekerjaan. Mulai besok aku akan bekerja di Wicaksono Group dan menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Tuan Muda Ardi " jawab Angga tersenyum.


Arisa tentu saja sangat senang mendengar itu, apalagi Angga mendapatkan posisi yang cukup penting di perusahaan.


" Alhamdulillah, selamat ya Mas " ucap Arisa sangat senang.


" Iya Sayang " jawab Angga mengusap punggung tangan Arisa.


Angga berjanji pada dirinya sendiri akan berkerja dengan keras karena ia akan meminta Arisa berhenti bekerja saat ia mengandung anaknya nanti.


" Jadi itu alasan kamu beli kemeja? " tanya Arisa pada Angga.


" Iya Sayang. Bukankah penampilan sangat penting karena aku akan bekerja di perusahaan besar " jawab Angga.


Arisa pun menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, makanan pesanan Angga dan Arisa pun datang dan mereka segera memakannya sebelum jam istirahat makan siang Arisa habis.


Setelah selesai makan siang bersama, Angga mengantarkan Arisa kembali ke kantor. Tapi sebelum itu mereka berdua menyempatkan untuk melaksanakan sholat dzuhur di sebuah masjid yang mereka lewati.


***


Di pagi yang sangat cerah, secerah wajah Angga yang sangat bersemangat di hari pertamanya bekerja. Angga baru saja selesai mandi dan segera memakai kemeja yang sudah di setrika oleh Arisa tadi malam.


" Kamu mau pakai dasi yang mana, Mas? " tanya Arisa menunjukkan dua dasi yang sekiranya cocok dipadupadankan dengan kemeja putih yang Angga kenakan.


" Ini saja " jawab Angga menunjuk dasi yang berada di tangan kanan Arisa.


Arisa pun segera mengembalikan dasi yang lain pada tempatnya semula.


Arisa menghampiri Angga kembali dan memasang dasi di leher Angga saat Angga sedang menyisir rambutnya. Angga tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang begitu fokus memasangkan dasi. Angga pun memberikan sebuah kecupan di keningnya.


" Terima kasih sudah membantuku untuk bersiap " ucap Angga pada Arisa.


" Itu sudah kewajibanku, Mas " jawab Arisa tersenyum setelah selesai memasangkan dasi di leher suaminya.


Kemudian Arisa mengambil jas milik Angga dan membantu suaminya itu untuk memakainya.


Arisa mengambil jam tangan milik Angga dan memberikannya. Ia juga menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh suaminya agar suaminya itu selalu wangi.


" Ayo kita keluar, Mas. Papa sama Mama pasti menunggu kita untuk sarapan bersama " ucap Arisa yang sudah rapi dari tadi dan membantu suaminya untuk bersiap.


" Iya Sayang " jawab Angga.


Angga dan Arisa pun keluar dari kamar mereka dan menuju meja makan untuk sarapan bersama.


" Doakan Angga ya, Ma. Ini adalah hari pertama Angga bekerja dan Angga sangat membutuhkan doa dari Mama " ucap Angga pada Mama Mutia sebelum ia pergi.


" Pasti, Sayang. Mama pasti mendoakan kamu " jawab Mama Mutia tersenyum.


Angga memeluk sang ibu dan mencium kening wanita yang sudah melahirkannya itu.


" Kalau begitu kami pergi dulu, Pa, Ma " pamit Arisa pada kedua mertuanya.


Angga dan Arisa berangkat lebih pagi karena Angga harus mengantar Arisa terlebih dahulu.


" Iya Sayang. Kalian hati-hati di jalan dan semangat bekerjanya " ucap Mama Mutia.


" Iya Ma " jawab Angga dan Arisa.


Kemudian Angga dan Arisa pun langsung pergi dengan menggunakan mobil setelah mencium tangan Papa Hari dan Mama Mutia dan mengucapkan salam.


Sesampainya di perusahaan tempat Arisa bekerja, Arisa melarang Angga untuk ikut turun karena itu bisa membuat Angga terlambat nanti.


" Aku turun ya, Mas. Kamu semangat kerjanya dan jangan lupa makan bekal yang aku bawakan " ucap Arisa sebelum turun dari mobil.


" Iya Sayang. Kamu juga jangan lupa makan siang " jawab Angga.


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Seperti biasa Arisa selalu mencium tangan Angga dan Angga pun mencium keningnya, tapi pagi ini Angga menambahkannya dengan sebuah kecupan singkat di bibir manis Arisa.


" Assalamualaikum " ucap Arisa.


" Walaikumsalam " jawab Angga.


Arisa pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada Angga. Angga membalas lambaian tangan itu lalu segera melajukan mobil itu menuju Wicaksono Group agar ia tidak terlambat.


Saat Angga sampai dan memasuki lobi, ternyata Ardi juga baru saja sampai bersama dengan Tuan Gunawan. Angga pun segera menghampiri mereka dan menyapa kedua tuannya itu.


" Selamat pagi Tuan dan Tuan Muda " sapa Angga pada ayah dan anak itu.


" Selamat pagi " balas mereka.


" Ayah senang karena kamu mau bergabung di perusahaan ini " ucap Tuan Gunawan yang sangat senang saat mengetahui Angga akan mulai bekerja di perusahaannya dari Ardi.


" Saya juga merasa sangat senang dan sebuah kehormatan bisa bekerja di perusahaan ini " jawab Angga.


Setelah itu Tuan Gunawan meminta Ardi untuk mengantarkan Angga ke ruangannya yang memang satu lantai dengan ruangan Ardi berada.


" Ini akan menjadi ruangan kerja Kak Angga mulai sekarang " ucap Ardi setelah mereka masuk ke dalam ruang kerja yang tepat berada di sebelah ruang kerja wakil direktur.


" Terima kasih, Tuan Muda " jawab Angga yang sebelumnya sudah mengetahui ruangan itu.


" Kalau begitu aku ke ruanganku dulu. Pukul delapan nanti, Kak Angga temui aku " ucap Ardi pada Angga.


" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.


Setelah itu Ardi pun keluar dari ruangan itu, sedangkan Angga duduk di kursi yang akan menjadi tempatnya duduk untuk menyelesaikan semua pekerjaannya nanti.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘