
Setelah pergulatan panas mereka yang tidak cukup hanya dengan satu ronde, Angga dan Arisa masih enggan keluar dari selimut dan masih saling berpelukan dengan keadaan tubuh tanpa sehelai benang pun. Arisa masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Angga karena ia merasa sangat malu saat tadi ia begitu menikmati permainan mereka padahal awalnya ia yang menolak. Ia juga tanpa sadar memainkan jari-jarinya di dada Angga yang membuat sang pemilik menjadi gelisah.
" Sayang, kamu menginginkannya lagi? Jika memang ingin, kita bisa memulainya sekarang karena yang dibawah akan berdiri jika kamu terus seperti ini " ucap Angga yang sudah mulai terpancing dengan sentuhan Arisa di dadanya.
Arisa yang mendengar itu pun langsung menjauhkan wajahnya dan merasa jika Angga menjadi mesum.
" Kok kamu sekarang mesum sih, Mas " ucap Arisa pada Angga.
" Aku tidak mesum, Sayang. Tapi sentuhan kamu itu membuat adik kecilku ini berdiri " jawab Angga menunjuk bagian bawahnya.
Wajah Arisa pun langsung memerah, apalagi saat ia mengingat milik Angga yang memiliki ukuran cukup besar saat sedang berdiri tegak.
" Astaghfirullah, kenapa aku jadi ikut-ikutan mesum sih " rutuk Arisa di dalam hati.
" Jadi sekarang bagaimana? Mau lagi? " tanya Angga pada Arisa.
Arisa pun langsung tersadar dan menggelengkan kepalanya karena ia tidak sanggup jika harus melayani Angga lagi di saat tubuhnya sedang sangat lelah.
" Aku capek, Mas " ucap Arisa karena tubuhnya terasa remuk.
" Kalau begitu diam dan jangan membuatnya bangun " ucap Angga kembali menarik Arisa ke dalam pelukannya.
Arisa pun mengangguk kepalanya.
" Tapi kamu juga jangan mesum lagi " ucap Arisa yang sangat malu jika Angga mengatakan hal-hal yang menjurus ke hubungan suami istri.
" Bukankah tidak masalah mesum dengan istri sendiri lagipula kamu sudah melihatnya. Milikku sangat besar bukan? Hingga membuat kamu terus mendesah menikmatinya " ucap Angga frontal.
Arisa tidak bisa menutupi wajahnya yang sudah sangat merah dan spontan ia langsung mencubit perut Angga.
Bukannya mengaduh kesakitan, Angga malah tertawa begitu lepas hingga membuat Arisa terpaku. Setelah kembali memang terjadi perubahan yang sangat besar pada diri Angga. Angga yang sekarang lebih hangat dan romantis, Angga juga menjadi lebih banyak bicara jika sedang bersamanya dan sekarang Angga bisa berkata mesum seperti tadi.
" Kenapa kamu melihat aku seperti itu? " tanya Angga setelah menghentikan tawanya.
Arisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. " Enggak, aku cuma merasa kamu banyak berubah setelah kembali. Tapi aku sangat menyukai perubahan itu karena aku mengharapkannya dari dulu " jawab Arisa.
" Mulai sekarang aku akan berubah menjadi suami yang seperti kamu inginkan " ucap Angga menatap wajah cantik Arisa.
" Enggak, Mas. Aku mau kamu jadi diri kamu sendiri dan jangan berubah karena untuk menjadi seperti yang aku inginkan. Berubahlah jika itu dari diri kamu dan jangan ada paksaan " ucap Arisa tidak ingin Angga berubah hanya karena dirinya dan terpaksa.
Angga menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu mengecup kening Arisa.
" Aku boleh tanya sesuatu sama kamu, Mas? " ucap Arisa pada Angga.
" Boleh, tanyakan saja " jawab Angga.
" Apa kamu pernah mencintai perempuan sebelum aku? " tanya Arisa dengan wajah yang sangat serius.
Jujur saja Arisa merasa sangat penasaran apakah ada wanita beruntung lainnya yang dicintai oleh Angga seperti Angga mencintainya.
Jawaban dari Angga itu membuat hati Arisa berbunga-bunga dan kupu-kupu seperti berterbangan di dadanya. Apalagi Arisa tidak melihat kebohongan dari mata Angga yang membuat Arisa semakin bahagia. Arisa pun langsung memeluk Angga dengan begitu erat.
" Terima kasih sudah mencintai aku, Mas. Aku sangat beruntung dicintai oleh laki-laki seperti kamu " ucap Arisa sangat bahagia hingga menitihkan air matanya.
" Bukankah sudah kewajiban seorang suami untuk mencintai perempuan yang menjadi istrinya. Aku yang sangat beruntung dicintai oleh perempuan yang sangat baik seperti kamu " jawab Angga membalas pelukan Arisa.
Angga memang merasa sangat beruntung memiliki Arisa sebagai istrinya dan ia juga bersyukur dengan kejadian yang membuat mereka bersama.
" Lalu bagaimana dengan kamu? Apakah ada laki-laki lain yang kamu cintai sebelumnya? " tanya Angga yang juga menjadi penasaran.
" Sama seperti kamu, tidak ada laki-laki lain yang aku cintai sebelum kamu. Selain Ayah dan Bang Reno tentunya. Kamu juga cinta pertama dan akan aku pastikan kamu juga cinta terakhir aku " jawab Arisa tersenyum.
Sama seperti yang dirasakan oleh Arisa tadi, Angga pun demikian. Angga langsung menghadiahi banyak kecupan di wajah Arisa.
" Aku sangat mencintaimu, Arisa " ucap Angga menatap Arisa penuh cinta.
" Aku juga sangat mencintaimu, Mas Angga " balas Arisa tersenyum.
Angga pun langsung mencium bibir Arisa dengan sangat lembut dan Arisa pun membalasnya. Lama-kelamaan ciuman itu semakin dalam dan tangan Angga sudah bergerak memainkan salah satu dadanya. Arisa langsung menghentikan itu karena jika teruskan mereka tidak akan berhenti hingga malam tiba. Apalagi sebentar lagi azan ashar berkumandang dan otomatis kedua mertuanya akan segera pulang.
" Cukup Mas, jangan diteruskan. Sebentar lagi Papa sama Mama pasti pulang " ucap Arisa setelah berhasil mengatur napasnya.
Walaupun sedikit kesal tetapi Angga menuruti apa kata Arisa dan tidak memaksa Arisa lagi untuk melayaninya. Ia juga merasa kasihan pada istrinya itu yang terlihat sudah sangat lelah.
" Lebih baik kita mandi sekarang " ucap Arisa bangkit dengan memegang selimut untuk menutupi dadanya.
" Baiklah " jawab Angga yang ikut bangkit.
" Kamu mandi duluan " ucap Arisa karena ia tidak akan membiarkan Angga memaksa mandi bersama jika ia yang lebih dulu masuk kamar mandi.
Angga menganggukkan kepalanya dan tidak membantah.
Kemudian Angga turun dari tempat tidur dengan tubuh telanjang dan tidak mengenakan apapun. Arisa langsung memalingkan wajahnya karena ia merasa sangat malu, sedangkan Angga sudah tidak merasa malu lagi karena hanya dilihat istrinya.
" Dasar Mas Angga " ucap dalam hati tanpa berani melihat Angga hingga suaminya itu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Angga masuk ke dalam kamar mandi, Arisa juga turun dari tempat tidur dengan melilitkan selimut di tubuhnya. Arisa memungut pakaian mereka yang berserakan di lantai lalu mengganti seprai yang mereka gunakan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π