
Arisa sudah menyelesaikan semua mata kuliahnya hari ini. Walaupun waktu masih menunjukkan pukul dua siang tapi Arisa memutuskan untuk langsung pulang karena ia juga tidak memiliki kepentingan lagi di luar rumah. Arisa pergi ke parkiran kampus seorang diri dan meninggalkan Rini yang masih menunggu Doni. Ia juga ingin menghindari mereka karena sudah pasti Rio juga akan ada di sana nanti.
Saat sudah di parkiran kampus, Arisa melihat Angga yang sedang membukakan pintu mobil untuk Tya. Mata mereka bertemu saat Angga juga melihat ke arahnya. Arisa pun tersenyum walaupun tidak dibalas oleh Angga. Terlihat Angga juga langsung masuk ke mobil itu, tapi tidak lama kemudian terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponselnya.
Arisa pun langsung mengecek ponselnya yang kebetulan sedang ia pegang sekarang. Ia tersenyum saat melihat Angga lah yang mengiriminya sebuah pesan.
" Langsung pulang jika tidak ada lagi kepentingan di luar rumah " ucap Angga dalam pesan itu.
Arisa segera membalas pesan itu. " Iya Mas. Kamu jangan lupa makan bekel yang aku siapkan ya. Semangat kerjanya, Suamiku π₯° " balas Arisa.
Arisa memang harus bersikap manis seperti itu terlebih dahulu agar Angga juga melakukan hal yang sama. Itu terbukti dengan Angga yang cukup sering mengiriminya pesan dengan kata-kata yang sederhana tapi sangat berarti bagi Arisa.
Setelah itu Arisa memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas dan ia hendak naik ke atas motornya, tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya. Arisa langsung menoleh dan tersenyum itu adalah Rio yang sedang tersenyum kepadanya. Arisa pun dengan segera melepaskan tangannya dari Rio.
" Jangan pegang-pegang " ucap Arisa langsung menarik tangannya dan bersikap waspada.
" Iya maaf, Ris " jawab Rio masih menampilkan senyumnya untuk memikat Arisa tapi sayangnya Arisa tidak terpikat sama sekali malah merasa kesal melihat senyum itu.
" Ris, aku anterin pulang ya. Biar motor kamu nanti supir aku yang antar ke rumah kamu " ucap Rio pada Arisa.
" Maaf Rio, aku bisa pulang sendiri " tolak Arisa cepat.
Arisa segera naik ke atas motornya dan memakai helm miliknya karena ia enggan harus meladeni Rio lagi.
" Aku duluan, Assalamualaikum " ucap Arisa lalu menyalakan mesin motornya.
Setelah itu Arisa langsung melajukan motornya untuk pergi meninggalkan area kampus dan pergi dari hadapan Rio. Sedangkan Rio menatap kepergian Arisa dengan sebuah seringai tipis.
" Sekarang kamu bisa nolak aku, Arisa. Tapi lihat aja nanti kamu pasti mohon-mohon buat jadi pacar aku " ucap Rio dengan begitu yakin.
***
Matahari sudah kembali ke peraduannya dan hari pun sudah berganti dengan malam. Angga dan Arisa yang baru selesai makan malam pun memilih untuk pergi ke ruang keluarga terlebih dahulu karena Arisa mengajak untuk menonton televisi.
Angga menyalakan televisi dan mencari siaran yang menurutnya bagus. Sedangkan Arisa masih mengambil cemilan untuk menemani mereka menonton televisi. Tak lama kemudian Arisa pun kembali dengan membawa sepiring buah melon yang sudah ia potong kecil-kecil sebelumnya.
" Ada acara yang seru, Mas? " tanya Arisa saat sudah mendudukkan tubuhnya di samping Angga.
" Mungkin ini seru. Aku sangat jarang sekali menonton televisi " jawab Angga yang sebenarnya tidak tahu apa siaran yang bagus.
" Ganti aja, Mas. Aku gak pernah nonton drama Korea " ucap Arisa pada Angga karena ia tidak ingin melihat jika ada adegan kissing atau lebih nanti.
" Kenapa diganti? Bukannya perempuan biasanya suka drama Korea? " tanya Angga heran.
Selama ini yang Angga tahu jika seorang wanita memang sangat menyukai drama Korea apalagi para aktor yang bermain sangat tampan. Ia sering melihat Tya, Yeni ataupun Siska menonton drama dari negeri ginseng itu.
" Ya karena aku gak pernah nonton sebelumnya, Mas. Lagian juga aku gak mau kalau liat adegan kissing atau sejenisnya, jadi gak boleh lihat yang begitu " jawab Arisa.
Angga malah tersenyum tipis mendengar itu. " Bukankah itu wajar. Lagipula kamu sudah menikah seharusnya tidak masalah jika melihat yang seperti itu. Hal itu wajar dilakukan oleh pasangan suami istri " ucap Angga pada Arisa.
Arisa menundukkan kepalanya karena memang yang dikatakan oleh Angga itu benar tapi kan mereka sebagai suami istri belum pernah melakukannya. Angga hanya menciumnya di kening atau puncak kepalanya saja, tidak pernah lebih.
" Tapi kan kita belum pernah melakukannya sebagai pasangan suami istri " ucap Arisa pelan dengan kepala yang terus menunduk.
" Jadi kamu ingin melakukannya? " tanya Angga menatap Arisa walaupun wajahnya tidak terlihat.
Arisa langsung mengangkat kepalanya karena terkejut dengan pertanyaan Angga. " Hah? " ucap Arisa terkejut.
Baru saja Arisa ingin bertanya apa maksudnya itu, Angga sudah menarik kepalanya dan kedua mata Arisa langsung membulat saat ia merasakan sebuah benda kenyal menempel di bibirnya. Bisa ia pastikan jika itu adalah bibir milik Angga. Jantung berdebar kencang saat mendapatkan sebuah kecupan dari Angga untuk pertama kalinya dan itu cuma pertama dalam hidupnya. Tidak ada pergerakan di sana yang menandakan jika itu adalah sama-sama yang pertama untuk mereka dan mereka tidak tahu bagaimana memulainya, terutama Angga yang sudah berani memberikan kecupan itu pada bibir Arisa.
Angga melepaskan bibirnya setelah cukup lama saling menempel. Ia menatap mata Arisa yang masih menyiratkan keterkejutan atas kecupan yang ia berikan.
" Apa aku boleh melakukannya lagi? " tanya Angga pelan.
Arisa menatap mata Angga yang seperti terhipnotis sehingga Arisa langsung menganggukan kepalanya memberikan izin bibir Angga untuk menyentuh bibirnya lagi.
Setelah mendapatkan izin dari sang pemilik bibir yang terasa sangat manis itu, Angga pun langsung menempelkannya kembali. Kali ini tidak hanya menempel karena Angga sudah mulai bergerak mengabsen seluruh mulut Arisa walaupun terasa sedikit kaku karena ia adalah seorang pemula tapi ia sudah berusaha meski Arisa belum membalasnya. Arisa hanya bisa memejamkan matanya dan ia terbuai dengan ciuman Angga itu. Angga terus ******* dan menghisap bibir yang mungkin akan menjadi sebuah candu untuk dirinya. Angga menekan tengkuk leher Arisa untuk memperdalam ciuman itu.
Angga dan Arisa yang sama-sama baru merasakan ciuman itu seperti enggan untuk segera mengakhirinya. Dengan televisi yang masih menyala menjadi saksi sebuah kenangan yang tidak akan terlupakan untuk mereka berdua.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π